Sikap Islam Terhadap Para Dokter

SIKAP ISLAM TERHADAP PARA DOKTER

Oleh
Syaikh Abdullah bin Abdurahman Al-Jibrin

Pertanyaan
Syaikh Abdullah bin Abdurahman Al-Jibrin ditanya : Bagaimana sikap Islam terhadap para ahli pengobatan (dokter) ?

Jawaban
Diriwayatkan dalam hadits.

إِنَّ اللهَ لَمْ يَنْزِلْ دَاءً إِلاَّ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً، عَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ وَجَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ

Allah tidak menurunkan penyakit melainkan Dia menurunkan obat baginya, diketahui oleh orang yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak mengetahuinya“.[1]

Para dokter tersebut bekerja berdasarkan eksperimen terhadap obat-obatan ini, dan mereka merujuk kepada buku-buku kedokteran yang telah dihimpun oleh para ahli kedokteran. Ini merupakan salah satu jenis ilmu pengetahuan yang sangat banyak. Sejak masa kenabian, sudah ada sekelompok orang yang ahli pada bidang ini, dan masa sebelumnya dan sesudahnya. Mereka mengenal susunan obat-obatan dan keistimewaan setiap obat, serta cara penggunaannya, disamping keyakinan mereka bahwa hal itu adalah penyebab kesembuhan, dan sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah yang menjadikan segala sebab (musabbib al-asbab).

Atas dasar inilah tidak mengapa mempelajari hal itu dan berobat dengannya.

Penanya harus membaca Ath-Thibb An-Nabawi karya Ibnul Qayyim, karya Adz-Dzahabi Al-Adab Asy-Syar’iyah, dan karya Ibnu Muflih, kitab Tashil Al-Manafi’ serta yang lainnya.

(Abdullah Al-Jibrin, Al-Kanz Al-Ummal, hal. 209)

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Penerbit Darul Haq]
______
Footnote
[1] Hadits Riwayat Al-Bukhari, kitab Ath-Thibb 5678, tanpa kalimat, “Diketahui oleh orang-orang yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak mengetahuinya“. Ahmad meriwayatjkan dengan tambahan terebut 3568

Baca Juga  Mengunjungi Orang Sakit dan Adabnya