Rasûlullâh Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Dan Siwak

Hadist Tentang Siwak La Tukhollilu Bil Asi

RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM DAN SIWAK

Oleh

Ustadz Ashim bin Musthofa, Lc

Bukan hal yang mengherankan, apabila seseorang memperhatikan kebersihan gigi dan mulut dengan baik. Biasanya, harapan dari atensi yang besar terhadap perkara aktifitas membersihkan gigi dan mulut adalah terjaganya kepercayaan diri ketika berinteraksi dengan orang lain. Tidak ada bau mulut yang membuat orang lain tidak nyaman. Begitu pula, tidak ada sisa-sisa makanan yang tampak oleh mata orang.

Dalam khazanah ilmu keislaman, membersihkan gigi dan mulut sudah mendapatkan atensi dari ajaran agama Islam melalui siwak yang berasal dari pohon Arâk.

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda dalam rangka mengutarakan manfaat siwak dan memotivasi umat untuk melakukannya:

السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ وَمَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

Siwak itu membersihkan mulut dan mendatangkan ridha Rabb [HR. Ahmad dan lainnya]

Hadits ini menunjukkan disyariatkan dan disunnahkannya bersiwak kapan saja, malam maupun siang. Dan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mencontohkannya dengan nyata betapa perhatiannya Beliau dengan bersiwak.

‘Aisyah Radhiyallahu anhuma pernah ditanya, “Dengan apakah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai bila Beliau memasuki rumah?”. Maka ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma menjawab,

كَانَ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ بَدَأَ بِالسِّوَاكِ

“Ketika memasuki rumah, Beliau  Shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai dengan siwak”. [HR. Muslim].

Bersiwak juga biasa dilakukan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika terjaga dari bangun.  Sebab, tidur menyebabkan terjadinya perubahan bau mulut akibat keluarnya uap dari lambung.

‘Aisyah Radhiyallahu anhuma mengatakan:

كَانَ لَا يَرْقُدُ مِنْ لَيْلٍ فَيَسْتَيْقِظُ إِلَّا تَسَوَّكَ

“Beliau  Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah tidur di malam hari lalu bangun kecuali bersiwak”. [Shahihul Jaami no.4853]

Hudzaifah bin al-Yamân Radhiyallahu anhu mengatakan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَشُوْصُ فَاهُ بِالسِوَاكِ “

Bila  bangun tidur di malam hari, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membersihkan mulutnya dengan siwak [HR. Al-Bukhari dan Muslim].

Dalam hadits lain disebutkan, dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma :

كَانَ لَا يَنَامُ إِلَّا وَالسِّوَاكُ عِنْدَ رَأْسِهِ. فَإِذَا اسْتَيْقَظَ بَدَأَ باِلسِّوَاكِ

Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam tidaklah tidur kecuali siwak ada di sisi kepala Beliau. Ketika bangun, Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersiwak terlebih dahulu.  [Hadits hasan. Shahîhul Jâmi’ no.4872.]

Hadits ini menunjukkan perhatian besar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap bersiwak. Beliau meletakkannya di dekat kepala saat tidur. Dan bersiwak menjadi hal pertama yang Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan ketika bangun tidur.

Ini potret perhatian Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan siwak di luar waktu-waktu ibadah seperti wudhu, shalat dan membaca Al-Qur`ân. Patutlah kiranya seorang Muslim menaruh perhatian dengan aktifitas sunnah ini. Sebab, ia tidak hanya memperoleh manfaat kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut saja, akan tetapi ia pun meraih kebaikan lainnya, ridha Allah Azza wa Jalla .

Wallâhua’lam.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun XX/1437H/2017M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]