Sikap Istri Yang Tidak Diperlakukan Dengan Baik

SIKAP ISTRI YANG TIDAK DIPERLAKUKAN DENGAN BAIK[1]

Oleh

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah

Pertanyaan.

Saya sudah menikah 25 tahun dan memiliki beberapa anak. Akhir-akhir ini saya ada masalah dengan suami. Dia sering melecehkan saya dihadapan anak-anak dan keluarga besar tanpa sebab yang jelas. Saya tidak lagi merasa nyaman kecuali kalau dia tidak ada di rumah, padahal suami saya ini selalu shalat dan takut kepada Allâh Azza wa Jalla . Mohon nasehat, bagaimana sikap saya yang benar? Jazakumullah khairan

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjawab:

Anda wajib bersabar dan berusaha menasehatinya dengan baik dan mengingatkannya supaya ingat kepada Allâh Azza wa Jalla dan hari akhir. Semoga dengan itu dia mendengar dan kembali ke jalan yang benar serta meninggalkan perangainya yang buruk. Jika dia tidak berubah, maka dia yang berdosa dan Anda mendapatkan pahala yang besar dengan sebab kesabaran Anda menghadapi keburukannya.

Disyari’atkan juga bagi saudari untuk berdo’a dalam shalat dan diluar shalat supaya Allâh Azza wa Jalla memberikan petunjuk kepadanya kearah kebenaran dan mengaruniainya akhlak terpuji juga agar Allâh Azza wa Jalla melindungi Anda  dari keburukannya.

Disamping juga, saudari harus berusaha mengevaluasi diri dan berusaha tetap istiqamah serta bertaubat kepada Allâh Azza wa Jalla dari semua keburukan dan kesalahan yang mungkin saudari perbuat dalam menunaikan hak Allâh Azza wa Jalla , hak suami atau hak yang lain. Karena bisa jadi, kejadian ini menimpa saudari karena perbuatan maksiat yang telah saudari lakukan. Karena Allâh Azza wa Jalla berfirman.

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allâh memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” [As-Syûrâ/42:30]

Bisa juga, saudari tolong kepada bapaknya, atau ibunya, atau kakaknya, atau siapa saja yang didengar suaranya untuk menasehatinya agar memperlakukan saudari dengan baik, sebagaimana firman Allâh Azza wa Jalla.

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

Dan bergaullah dengan mereka secara patut.” [An-Nisa’/4:19]

Juga firman Allâh Azza wa Jalla

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ

Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya.” [Al-Baqarah/2:228]

Semoga Allâh Azza wa Jalla memperbaiki biduk rumah tangga kalian dan semoga Allâh Azza wa Jalla memberikan hidayah kepada suami saudari dan menunjukinya jalan yang benar.

Semoga Allâh Azza wa Jalla senantiasa mengumpulkan kalian dalam kebaikan dan petunjuk, karena sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla Maha Dermawah  lagi Pemurah

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 04/Tahun XX/1437H/2016M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]
_______
Footnote
[1] Fatawa al-Mar’ah al-Muslimah, hlm. 687-688