Makna Tajdîd Dalam Islam

MAKNA TAJDID DALAM ISLAM

Pertanyaan.
Kami sering mendengar istilah tajdîd terhadap Islam (pembaharuan dalam Islam). Apakah orang yang mengucapkan istilah ini memang benar?

Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullah menjawab:
Kalau yang dimaksud dengan tajdîd dalam Islam adalah berdakwah menyerukan Islam, dan menghilangkan praktik-praktik yang terkadang menghinggapi sebagian Muslimin, seperti praktik syirik, bid’ah, dan khurafat; serta memberikan penjelasan tentang Islam yang benar seperti yang dibawa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam dan dijalani para salafus shalih, maka ini adalah tajdîd yang wajib dan benar.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam telah memberitakan:

إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا

Sesungguhnya Allâh akan mengutus (memunculkan) untuk umat ini orang yang memperbarui agama mereka pada setiap penghujung 100 tahun.[1]

Namun kalau yang dimaksudkan dengan tajdîd di sini adalah mengganti hukum-hukum Allâh Azza wa Jalla dengan aturan yang mengikuti keinginan dan nafsu manusia, yang berupa berbagai ijtihad yang salah serta pemikiran-pemikiran yang menyelisihi Islam, maka ini adalah tajdîd yang batil dan harus ditolak. Dan sangat disayangkan, model tajdîd ini diserukan oleh sebagian kaum yang sebenarnya bodoh akan syariat ini dan para pengusung pemikiran yang telah terkontaminasi dengan kesesatan dan penyimpangan.

(Al-Muntaqâ Min Fatâwâ As-Syaikh Shalih Bin Fauzan Al-Fauzan hlm. 488)

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 06/Tahun XXI/1438H/2017M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]
_______
Footnote
[1] HR. Abu Daud dalam al-malâhim 4291 (4/ 106, 107), al-Hakim dalam Mustadrak 4/ 522, keduanya dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu.

Baca Juga  Wajib Mendakwahi Orang Terdekat