Hukum Memakai Emas Sepuhan

HUKUM MEMAKAI EMAS SEPUHAN Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Pertanyaan. Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Apa hukumnya memakai emas sepuhan ? Jawaban. Dihalalkan bagi wanita untuk memakai emas, baik yang sepuhan maupun yang tidak sepuhan, berdasarkan keumuman ayat : أَوَمَنْ يُنَشَّأُ فِي الْحِلْيَةِ وَهُوَ فِي الْخِصَامِ غَيْرُ مُبِينٍ

Bolehkah Wanita Haidh Berdiam Di Masjid

BOLEHKAH WANITA HAIDH BERDIAM DI MASJID Oleh Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan Pertanyaan Syaikh Shalih Al-Fauzan ditanya : Apakah wanita haidh dibolehkan untuk berdiam di masjid ? Jawaban Haram bagi wanita haidh untuk berdiam di masjid berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam إِنِّي لاَ أُحِلُّ الْمَسجِدَ لحَائِضٍ وَلاَ لجُنُبِ “Sesungguhnya aku tidak menghalalkan masjid

Berkasih Sayang Kepada Selain Muslimin

BERKASIH SAYANG KEPADA SELAIN MUSLIMIN Dikoreksi Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan Syaikh Shalih Fauzan Abdullah Al-Fauzan berkata dalam kitab beliau “Al-I’lam Bi Naqdi Kitab Al-Halal wa Al-Haram” pada pasal koreksi 2 : Berkasih Sayang Kepada Selain Muslimin. Pada halaman 47 penulis (Yusuf Al-Qardhawi) menjelaskan : ” Disyariatkan bagi kita umat Islam agar berkasih

Adakah Kekhususan Tentang Qadha’ Dan Qadar

ADAKAH KEKHUSUSAN TENTANG QADHA’ DAN QADAR Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin Pertanyaan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin ditanya : “Apakah di antara Qadha’ dan Qadar terdapat keumuman dan kekhususan ?” Jawaban Istilah Qadha’ bila dimutlakkan, maka memuat makna Qadar dan sebaliknya istilah Qadar bila dimutlakkan, maka memuat makna Qadha’, Akan tetapi bila dikatakan “Qadha-Qadar”,

Waktu-Waktu Shalat Yang Makruh

WAKTU-WAKTU SHALAT YANG MAKRUH Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Aku dengar ada beberapa waktu siang hari yang dimakruhkan untuk melakukan shalat, apa sebabnya ..? Jawaban. Memang ada beberapa waktu makruh untuk shalat ; sehabis waktu Fajar (Subuh) sehingga matahari mencapai tinggi 1 (satu) meter (setumbak), yakni

Taat Yang Wajib Dalam Al-Qur’an Dan Al-Hadits Adalah Ketaatan Kepada Para Pemimpin Kaum Muslimin

AL-BAI’AH BAINA AS-SUNNAH WAL AL-BID’AH ‘INDA AL-JAMA’AH AL-ISLAMIYAH [BAI’AT ANTARA SUNNAH DAN BI’DAH 2/9] Oleh Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid PENGANTAR [2/3] Saya berkata, “Di bawah ini adalah manhaj yang ilmiah dan benar yang wajib untuk diikuti, dan menapakinya agar terwujud kesatuan wawasan di antara kaum muslimin. Bukan manhaj tambal sulam, karena yang demikian

Pernikahan Seorang Muslim Dengan Wanita Ahli Kitab Di Gereja

PERNIKAHAN SEORANG MUSLIM DENGAN WANITA AHLI KITAB DI GEREJA Oleh Al-Lajnah Ad-Da’imah Lil Ifta Pertanyaan. Al-Lajnah Ad-Da’imah Lil Ifta ditanya : “Apakah boleh seorang muslim meresmikan pernikahannya dengan wanita ahli kitab di dalam gereja dengan ditangani oleh pendeta, sementara akad nikahnya sudah dilakukan di Kantor Urusan Pernikahan Inggris ?” Jawaban. Tidak boleh bagi seorang muslim

Hukum Shalat Dan Puasa Bagi Wanita Haidh

HUKUM SHALAT DAN PUASA BAGI WANITA HAIDH Oleh Syaikh Shalih Al-Fauzan Pertanyaan Syaikh Shalih Al-Fauzan ditanya : Apa hukum shalat dan puasa yang dilakukan oleh wanita yang sedang haidh .? Jawanan Haram bagi wanita itu untuk melaksanakannya. Shalat dan puasa yang ia kerjakan tidak sah berdasarkan sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam. أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ

Pembelaan Terhadap Al-Imam Al-Muhaddits Al-Albany Dari Kedustaan Hasan Ali As-Saqqof

PEMBELAAN TERHADAP AL-IMAM AL-MUHADDITS AL-ALBANY DARI KEDUSTAAN HASAN ALI AS-SAQQOF DAN PENDUKUNGNYA Oleh Abu Salma al-Atsary at-Tirnaatiy Tulisan merupakan bantahan terhadap syubuhat yang dilontarkan oleh fanatikus Hizbut Tahrir yang menyerang ahlus sunnah dan salafiyin yang disebarkan oleh Muhammad Lazuardi al-Jawi dan al-Mujaddid (baca : al-Mudzabdzab) yang memuntahkan muntahan busuk di dalam forum http://www.gemapembebasan.or.id (baca :

Syarat Iqomatul Hujjah Dalam Tabdi’

SYARAT IQOMATUL HUJJAH DALAM TABDI’ Oleh Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali Ditanya Syaikhuna al-Allamah Rabi’ bin Hadi -hafidhahullahu- tentang masalah syarat iqomatul hujjah dalam tabdi’ sebagai berikut : Syaikhana hafidhakumullah, ada sebuah pertanyaan yang beredar di tengah-tengah thullabul ‘ilm, yakni apakah dalam perkara tabdi’ terhadap orang yang jatuh kepada sebuah perkara bid’ah atau beberapa bid’ah