Pengertian Bid’ah Dalam Segi Bahasa

PENGERTIAN BID’AH DALAM SEGI BAHASA[1] Oleh Muhammad bin Husain Al-Jizani Kata Bada’a dalam bahasa mempunyai dua makna, yaitu : Pertama Berarti sesuatu yang diciptakan (diadakan) tanpa ada contoh sebelumnya. Makna ini sebagaimana dalam firman Allah. “Artinya : Katakanlah, “Aku bukanlah rasul pertama diantara para rasul” [Al-Ahqaaf : 10] Makna ini juga terdapat dalam perkataan Umar

Mengapa Para Nabi Memperingatkan Kaumnya Akan Dajjal?

MENGAPA PARA NABI MEMPERINGATKAN KAUMNYA AKAN DAJJAL? Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Mengapa para Nabi mengingatkan kaum mereka akan Dajjal, padahal Dajjal itu hanya akan keluar di akhir zaman ? Jawaban. Fitnah terbesar yang terjadi di muka bumi sejak diciptakannya Adam sampai bangkitnya kiamat adalah fitnah

Perusahaan-Perusahaan Bagi Hasil Yang Hanya Mengambil Kesempatan (Dalam Kesempitan)

PERUSAHAAN-PERUSAHAAN BAGI HASIL YANG HANYA MENGAMBIL KESEMPATAN (DALAM KESEMPITAN) Oleh Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin Pertanyaan. Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin ditanya : Apakah ikut andil di dalam perusahaan-perusahaan jasa bagi hasil (mudharabah), Takaful dan Tadlamun Islami (solidaritas Islam) yang mengsuransikan harta-harta benda dengan alasan untuk menghadapi kondisi darurat dan kritis ; haram atau halal

Yang Dikhususkan Bagi Istri Tidak Termasuk Harta Warisan

YANG DIKHUSUSKAN BAGI ISTRI TIDAK TERMASUK HARTA WARISAN Oleh Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Imiyah wal Ita’ Pertanyaan. Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Imiyah wal Ifta’ ditanya : Ada seorang suami yang meninggal dunia dengan meninggalkan rumah dan isinya, termasuk kamar tidur dan perlengkapannya. Apakah kamar ini dikhususkan bagi istrinya atau milik bersama ahli waris. Ada juga

Hukum Meninggalkan Shalat Shubuh Dari Waktunya

HUKUM MENANGGUHKAN SHALAT SHUBUH DARI WAKTUNYA Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Saya seorang pemuda yang bersemangat melaksanakan shalat, hanya saja sering larut malam, maka saya mensetting jam (weikker) pada jam tujuh pagi, yakni setelah terbitnya matahari, lalu saya shalat, baru kemudian saya berangkat kuliah. Kadang-kadang pada

Diantara Cara Menghafal Al-Qur’an Adalah Mengulang-Ulang Dan Menjaganya

DIANTARA CARA MENGHAFAL AL-QUR’AN ADALAH MENGULANG-ULANG DAN MENJAGANYA Oleh Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta Pertanyaan. Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Bagaimana cara menjaga hafalan Al-Qur’an saya ? Jawaban. Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada RasulNya beserta keluarga dan shabatnya, wa ba’du. Di antara cara

Metode Koreksi Antar Da’i

METODE KOREKSI ANTAR DAI Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Alhamdulillahi rabbil alamin, segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawaat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi kita, Muhammad, nabi yang terpecaya, juga kepada keluarga, para sahabat dan mereka yang mengikuti sunnahnya hingga hari berbangkit. Amma ba’d. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla

Apa Yang Harus Dilakukan Seorang Da’i

APA YANG HARUS DILAKUKAN SEORANG DAI Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Ada sebagian orang yang kami anggap cukup konsisten dengan agama memperlakukan orang lain dengan sikap yang agak keras dan kasar, bahkan ada juga yang kadang wajahnya tampak masam. Apa nasehat Syaikh untuk mereka. Apa kewajiban

Membacakan Al-Qur’an Untuk Mayat

MEMBACAKAN AL-QUR’AN UNTUK MAYAT Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Pertanyaan. Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Bolehkan membacakan Al-Qur’an untuk mayat, yaitu dengan menempatkan mushaf di rumah si mayat, lalu para tetangga dan kenalannya berdatangan, kemudian masing-masing membacakan satu juz umpamanya, setelah itu kembali ke pekerjaannya masing-masing, namun untuk

Muslim Tapi Mengerjakan Maksiat

MUSLIM TAPI MENGERJAKAN MAKSIAT Oleh Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta Pertanyaan. Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Jika seorang laki-laki meninggal dunia dengan memiliki lima istri atau lebih, apakah dia seorang muslim sehingga kami boleh menyalatkannya ? Hal ini berkenan dengan firman Allah Azza wa Jalla yang telah kami ketahui.