Batalkah Wudhu Seorang Ibu Yang Membersihkan Najis Bayinya, Menyentuh Wanita Membatalkan Wudhu?

BATALKAH WUDHU SEORANG IBU YANG MEMBERSIHKAN NAJIS BAYINYA Oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Asy-Syaikh Pertanyaan Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Asy-Syaikh ditanya : Seorang wanita telah berwudhu untuk melakukan shalat, kemudian bayinya buang air besar atau buang air kecil sehingga perlu dibersihkan, lalu wanita itu membasuh dan membersihkan bayi itu dari najis, apakah hal

Berdoa Dengan Mengangkat Tangan

BERDOA DENGAN MENGANGKAT TANGAN Oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih Mengangkat tangan dalam berdoa merupakan etika yang paling agung dan memiliki keutamaan mulia serta penyebab terkabulnya doa. Dari Salman Al-Farisi Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Sesungguhnya Rabb kalian Maha Hidup lagi Maha Mulia, Dia malu dari hamba-Nya yang

Masalah Hajr Atau Pemboikotan Dan Siapakah Mubtadi Itu ??

MASALAH HAJR ATAU PEMBOIKOTAN DAN SIAPAKAH MUBTADI ITU?? Oleh Syaikh Sholih bin Abdul Aziz Alu Syaikh Fadhilatus Syaikh Sholih bin Abdul Aziz Alu Syaikh ditanya sebagaimana terekam di dalam kaset yang berjudul : Nashiihatu lisy Syabaab sebagai berikut : Penanya : Syaikh barokallahu fiika, ada sebuah perkara yang di dalamnya banyak sekali perdebatan dan perkara

Bekerja Sama Dalam Perkara Yang Disepakati Saling Memperingatkan Dalam Perkara Yang Diperselisihkan

SALING BEKERJA SAMA DI DALAM PERKARA YANG DISEPAKATI DAN SALING MEMPERINGATKAN DI DALAM PERKARA YANG DIPERSELISIHKAN Oleh Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Bazz Berkata Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Bazz –rahimahullahu- di dalam Majmu’ Fatawa III/58-59 mengomentari kaidah ‘saling bekerjasama dalam perkara yang disepakati dan saling memaklumi terhadap perkara yang diperselisihkan sebagai berikut

Hukum Mengikir Gigi, Meluruskan Dan Mendekatkan Antara Gigi, Hukum Memakai Soft Lens

HUKUM MENGIKIR GIGI Oleh Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan Pertanyaan Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya : Hukum mengikir gigi Jawaban Perbuatan ini diharamkan, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Artinya : Para wanita yang mengikir gigi untuk berhias dan yang merubah ciptaan Allah” Mengikir gigi merupakan perbuatan yang merubah ciptaan Allah Subhanahu wa

Mahrom Bagi Wanita

MAHROM BAGI WANITA Oleh Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Mahrom merupakan masalah yang penting dalam Islam karena ia memiliki beberapa fungsi yang penting dalam tingkah laku, hukum-hukum halal/haram. Selain itu juga, Mahrom merupakan kebijaksanaan Allah dan kesempurnaan agama-Nya yang mengatur segala kehidupan. Untuk itu, seharusnya kita mengetahui siapa-siapa saja yang termasuk mahrom dan hal-hal

Yang Dianggap Mahrom Padahal Bukan

YANG DIANGGAP MAHROM PADAHAL BUKAN Oleh Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Latif Disebabkan keengganannya dalam mendalami ilmu agama Islam, maka banyak kita jumpai adanya beberapa anggapan keliru dalam mahrom. Otomatis berakibat fatal, orang-orang yang sebenarnya bukan mahrom dianggap sebagai mahromnya. Sangat ironis memang, tapi demikianlah kenyataannya. Oleh karena itu dibutuhkan pembenahan secepatnya. Berikut beberapa orang

Hizbiyyah Bukan Hizbullah

HIZBIYYAH BUKAN HIZBULLAH DEFINISI HIZBIYYAH Al-Hizbu secara bahasa adalah kelompok atau kumpulan manusia. (Al-Qomus Al-Muhith, Fairuz Abadi hal. 94). Dia berkata dalam Bashoir Dzawi Tamyiz 2/457: “Bashirotun fi Hizbi adalah kumpulan yang di dalamnya ada permusuhan”.Dan dikatakan bahwa Al-Hizbu adalah kelompok-kelompok yang berkumpul untuk memerangi para Nabi. Dan firman Allah Ta’ala: فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ

Nasehat Dalam Menghadapi Ikhtilaf Di Antara Ikhwah Salafiyyin

NASEHAT DALAM MENGHADAPI IKHTILAF DI ANTARA IKHWAH SALAFIYYIN Oleh Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad hafidzohullah Syaikh Dr.Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily hafidzohullah Bagian Pertama dari Tiga Tulisan [1/3] [I]. Nasehat Fadhilatus Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr, [Ulama besar dan Muhaddits Madinah Nabawiyah] Pertanyaan. Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad ditanya : Apakah batasan-batasan atau kriteria dalam suatu ikhtilaf (perbedaan