Berdoa Dengan Mengangkat Tangan

BERDOA DENGAN MENGANGKAT TANGAN

Pertanyaan.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ustadz, apakah boleh berdoa dengan mengangkat tangan ketika setelah shalat tahajjud (sebelum witir)? Apa kami bisa merutinkan hal tersebut. Terima kasih.

Jawaban.
Berdoa dengan mengangkat kedua tangan termasuk adab-adab berdoa yang dianjurkan. Sebagaimana disebutkan di dalam hadits yang banyak sekali. Antara lain:

عَنْ سَلْمَانَ الفَارِسِيِّ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: إِنَّ اللَّهَ حَيِيٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِي إِذَا رَفَعَ الرَّجُلُ إِلَيْهِ يَدَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا خَائِبَتَيْنِ.

Dari Salman AL-Farisi, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau bersabda:Sesungguhnya Allâh itu Maha Pemalu dan Maha Pemurah. Jika ada seseorang mengangkat kedua tangannya untuk berdoa kepada-Nya, Dia malu mengembalikannya dalam keadaan kosong dan hampa” [HR. Abu Dawud, no. 1488; At-Tirmidzi, no. 3556; di shahihkan oleh al-Albani dalam Shahih al-Jâmi’, no. 2070]

Imam Ash-Shan’ani rahimahullah berkata:

وَفِي الْحَدِيثِ دَلَالَةٌ عَلَى اسْتِحْبَابِ رَفْعِ الْيَدَيْنِ فِي الدُّعَاءِ وَالْأَحَادِيثُ فِيهِ كَثِيرَةٌ

“Di dalam hadits ini terdapat dalil anjuran mengangkat kedua tangan ketika berdoa. Hadits-hadits mengenai hal ini banyak” [Subulus Salam, 2/708]

Ini adalah hukum asal ketika berdoa, adabnya dengan  mengangkat kedua tangan. Namun merutinkan  berdoa dengan  mengangkat kedua tangan setelah shalat tahajjud, sebelum witir, kami tidak mengetahui dalilnya. Karena amalan yang dirutinkan perlu dalil yang mendasarinya.

Lebih baik berdoa ketika sujud di dalam sholat tahajjud dari pada setelah selesai sholat tahajjud, karena doa sewaktu sujud dianjurkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberitakan bahwa ketika seorang hamba bersujud, maka dia dalam keadaan yang paling dekat Allâh Azza wa Jalla :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ، وَهُوَ سَاجِدٌ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ»

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika dia sujud, maka perbanyaklah doa.” [HR. Muslim No. 482]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:

فَالدَّاعِي وَالسَّاجِدُ يُوَجِّهُ رُوحَهُ إلَى اللَّهِ وَالرُّوحُ لَهَا عُرُوجٌ يُنَاسِبُهَا فَتَقْرُبُ مِنْ اللَّهِ تَعَالَى بِلَا رَيْبٍ بِحَسَبِ تَخَلُّصِهَا مِنْ الشَّوَائِبِ فَيَكُونُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مِنْهَا قَرِيبًا قُرْبًا يَلْزَمُ مَنْ قُرْبِهَا

“Orang yang berdoa dan orang yang bersujud mengarahkan ruhnya kepada Allâh, dan ruh memiliki sifat naik yang sesuai dengan keadaannya, sehingga ruh mendekat kepada Allâh dengan tanpa keraguan sesuai dengan kesuciannya dari noda-noda, sehingga Allâh ‘Azza wa Jalla menjadi dekat kepada ruh itu dengan kedekatan yang merupakan konsekwensi dari kedekatan ruh itu”. [Majmu’ Fatawa, 5/241]

Wallahu a’lam bish shawab.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 09/Tahun XXI/1439H/2018M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]

Tangan Allah