Memohon Perlindungan Dari Syirik

MEMOHON PERLINDUNGAN DARI SYIRIK اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ , وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا أَعْلَمُ Ya Allâh! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan (syirik) yang menyekutukan-Mu sedangkan aku mengetahuinya; dan aku memohon ampun kepada-Mu dari apa-apa yang tidak aku ketahui. Dalam hadits, Ma’qil bin Yasar Radhiyallahu anhu berkata, “Aku bertolak bersama Abu

Renungan Surat Al-‘Ashr

RENUNGAN SURAT AL-‘ASHR[1] Allâh Subhanahu wa Ta’ala  berfirman dalam Surat Al-‘Ashr: وَالْعَصْرِ﴿١﴾إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ﴿٢﴾إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. [Al-‘Ashr/ 103: 1- 3]

Thawâf Qudûm

THAWAF QUDUM Oleh Ustadz Kholid Syamhudi Lc Dalam Syariat dikenal ada enam thawâf  yang dilakukan dalam ibadah. Thawâf  ini terdiri dari tiga dalam ibadah haji dan dua dalam ibadah umrah serta satu yang tidak terikat dengan ibadah haji dan umrah secara langsung. Thawâf  dalam haji ada tiga yaitu: Thawâf Qudûm Thawâf Ifâdhah Thawâf wadâ’ Sedangkan

Hadits Palsu Tentang Celaan Kepada Imam Asy-Syâfi’i Dan Pujian Kepada Imam Abu Hanifah

HADITS PALSU TENTANG CELAAN KEPADA IMAM ASY-SYAFI’I DAN PUJIAN KEPADA IMAM ABU HANIFAH Oleh Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni MA    رُوِيَ عن أنس بن مالك رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال: قال رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « يَكونُ في أُمَّتي رجلٌ يقال له محمدُ بنُ إدريسَ أَضَرُّ على أُمَّتي مِنْ إبليس، ويكون في أُمَّتي

Kewajiban Mengimani Sifat Nuzul

KEWAJIBAN MENGIMANI SIFAT NUZÛL Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Allâh Subhanahu wa Ta’ala adalah yang paling tahu tentang diri-Nya. Oleh karena itu, berita-Nya tentang diri-Nya adalah haq. Sementara Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa salam adalah manusia yang paling tahu tentang Allâh Azza wa Jalla , oleh karena itu berita Beliau Shallallahu ‘alaihi wa salam tentang

Mewakilkan Ibadah Haji Kepada Orang Lain

MEWAKILKAN IBADAH HAJI KEPADA ORANG LAIN Pertanyaan. Ada seorang wanita yang ingin mewakilkan pelaksanaan ibadah hajinya kepada seseorang dengan alasan: Orang yang mewakilinya itu berilmu, Wanita itu percaya kepada orang yang akan mewakilinya itu bahwa dia akan melaksanakan ibadah haji dengan sempurna Wanita itu merasa pemahamannya tentang ibadah haji sangat sedikit disamping juga dia khawatir

Sudah Berniat Namun Meninggal Sebelum Berhaji

SUDAH BERNIAT NAMUN MENINGGAL SEBELUM BERHAJI Pertanyaan. Ada seseorang yang sudah berniat untuk melaksanakan ibadah haji, namun sebelum berangkat menunaikan ibadah haji, kematian datang menjemputnya, padahal dia telah menjual banyak barangnya untuk biaya berangkat haji. Bagaimana hukum orang ini? Apakah benar jika dia sudah berniat, maka sudah mendapatkan pahala haji? Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

Manfaat-Manfaat Yang Dapat Diraih Dalam Haji

MANFAAT-MANFAAT YANG DAPAT DIRAIH DALAM HAJI Pertanyaan. Apakah manfaat-manfaat yang bisa ditemui kaum Muslimin dalam haji? Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjawab: [1] Ada banyak manfaat yang bisa disaksikan manusia dalam haji; baik yang terkait agama, kemasyarakatan maupun manfaat duniawi. Adapun manfaat-manfaat bernuansa agama yaitu berupa manasik haji yang ditunaikan para jamaah haji. Juga

Namimah Merusak Hubungan Sesama Mukmin

NAMÎMAH MERUSAK HUBUNGAN SESAMA MUKMIN Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Di antara penyakit moral yang tersebar di kalangan manusia adalah namîmah. Banyak orang tidak menyadari bahwa namîmah merupakan perbuatan dosa besar yang akan mencelakakan pelakunya. Selain itu, dosa ini bisa merusak hubungan antara sesama manusia. Oleh karena itu, Islam melarang dengan tegas perbuatan namîmah

Apakah Haji Menghapus Dosa Besar?

APAKAH HAJI MENGHAPUS DOSA BESAR? Pertanyaan. Apakah ibadah haji yang dilakukan seseorang bisa menghapuskan dosa besar yang pernah dilakukannya sebelum berhaji? Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjawab[1]: Sabda Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa salam : مَنْ حَجَّ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَمَا وَلَدَتْهُ أُمُّهُ Barangsiapa menunaikan ibadah haji lalu dia tidak melakukan rafats (perkataan