Manhaj Salaf Menghambat Kemajuan?

DAFTAR ISI

  1. Bermanhaj Salaf Menghambat Kemajuan?
  2. Relevansi Manhaj Salaf Sebagai Solusi Berbagai Problem Umat Kontemporer
  3. Pelajaran Tentang Manhaj Salaf
  4. Sudah Saatnya Meniti Manhaj Salaf

Mengapa Manhaj Salaf?

  1. Menepis Syubhat (Kerancuan) Terhadap Salafiyah
  2. Salafiyyun Menepis Tuduhan Dusta
  3. Islam yang Akan Datang Adalah Islam Sunni Salafi
  4. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah Ulama Pembela Dakwah Salafiyah

Menjalankan agama selurus-lurusnya, berarti keharusan mengikuti manhaj Salafush-Shalih, jalan hidup Rasûlullâh, para sahabatnya, para tabi’in dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.

Kita bisa bandingkan kemajuan ekonomi, pendidikan, kesempatan kerja, ketentraman hidup yang diraih Saudi Arabia pada tahun delapan puluhan, misalnya, dengan negara-negara Islam yang mengadopsi sistem Barat dalam mengelola negerinya, seperti Mesir, Suriah, Indonesia, Turki  dan lain-lain. Fenomena kemiskinan, keterbelakangan pendidikan, sempitnya kesempatan kerja, inflasi yang tak terkendali, bahkan kelaparan melanda sebagian negara Islam. Mereka berkiblat ke Barat dalam usaha memajukan negaranya dengan mengadopsi system yang bertentangan dengan Islam, yaitu sekularisme, kapitalisme, filsafat empirisisme materialisme, bahkan komunisme. “Kemajuan” Barat menyilaukan mata dan hati mereka. Kata “kemajuan” Barat tersebut bukanlah kemajuan hakiki yang dicita-citakan fitrah manusia, tapi kemajuan yang bersifat semu, tanpa moral, kemajuan dengan kolonialisme, penindasan, penjajahan, dan penjarahan kekayaan bangsa lain. Juga “kemajuan” dalam bidang kebebasan seksual, pornografi, narkotika, dekadensi moral, tingginya kriminalitas dan segudang kebobrokan lainnya, yang kemudian segala hal yang disebut kemajuan di ataspun berpindah ke negeri-negeri Islam tersebut. Na’udzubillah.