DAFTAR ISI
- Awal Petaka Kesesatan
- Yang Bodoh Terhadap Agama, Rentan Dengan Kesesatan
- Akibat Mengikuti Pembesar Kaum yang Sesat
- Pemimin yang Menyesatkan
- Antara Kesyirikan dan Kebodohan
- Sikap Ahlus Sunnah Diantara Firqah Sesat
- Sikap Tengah Ahlus Sunnah Diantara Firqah Sesat
- Hakikat Iman, Kufur dan Takfir Menurut Firqah Sesat
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Faktor-faktor penghalang dari menerima kebenaran banyak sekali. Di antaranya adalah al-jahl (ketidaktahuan, kebodohan). Faktor inilah yang dominan pada kebanyakan manusia. Sesungguhnya orang yang tidak mengenal sesuatu, ia akan menentangnya dan menentang orang-orang yang melakukannya”.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan:
وَلَا تَجِدُ أَحَدًا وَقَعَ فِيْ بِدْعَةٍ إِلَّا لِنَقْصِ اتِّبَاعِهِ لِلسُّنَّةِ عِلْمًا وَعَمَلًا. وَإِلَّا فَمَنْ كَانَ بِهَا عاَلِمًا وَلَهَا مُتَّبِعًا, لَمْ يَكُنْ عِنْدَهُ دَاعٍ إِلَى الْبِدْعَةِ. فَإِنَّ الْبِدْعَةَ يَقَعُ فِيْهَا الْجُهّاَلُ بِالسُّنَّةِ
Dan tidaklah kamu mendapati seseorang yang terjerumus dalam bid’ah kecuali karena ia kurang mengikuti petunjuk Sunnah dalam aspek pengetahuan dan pengamalannya. Sebab, orang yang mengetahui petunjuk Sunnah, dan mengikutinya, maka tidaklah ada pada dirinya pemicu kepada bid’ah. Sesungguhnya hanya orang-orang bodoh terhadap petunjuk Sunnah saja yang terjerumus di dalam bid’ah”.
Dengan demikian, sudah sewajibnya setiap Muslim dan Muslimah mempelajari agamanya, agar dapat mengenal kebenaran yang datang dari Allâh Azza wa Jalla dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan baik dan kemudian mengamalkannya.
- Home
- /
- A1. Headline Almanhaj
- /
- Orang yang Bodoh Terhadap...