Kesabaran Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Terhadap Kaum Wanita

PENUTUP

KESABARAN RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM TERHADAP KAUM WANITA
Dari Muhammad bin Sa’ad dari ayahnya, dia berkata, ‘Umar bin Khaththab Radhiyallahu anhu pernah meminta izin kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallamsedangkan di dekat beliau terdapat beberapa orang wanita dari suku Quraisy yang bertanya sekaligus banyak bicara dengan suara yang tinggi melebihi suara beliau. Ketika ‘Umar meminta izin, mereka segera berhijab. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallammemberikan izin kepadanya sehingga dia pun masuk sedang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa, maka ‘Umar berkata, “Allah telah membuatmu tertawa, wahai Rasulullah, demi ayahku, dirimu, dan ibuku.”

Maka beliau bersabda, “Aku bangga pada wanita-wanita yang ada di dekatku. Ketika mereka mendengar suaramu mereka segera berhijab.”

‘Umar berkata, “Engkau yang berhak untuk mereka segani, wahai Rasulullah.”

Kemudian ‘Umar menemui mereka seraya berkata, “Wahai kalian semua, apakah kalian segan kepadaku dan tidak segan kepada Rasulullah?”

Maka mereka menjawab, “Sesungguhnya engkau lebih kaku dan kasar daripada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:

إِيهٍ يَا ابْـنَ الْخَطَّابِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا لَقِيَكَ الشَّيْطَانُ سَالِكًا فَجًّا إِلاَّ سَلَكَ فَجًّا غَيْرَ فَجِّكَ.

Ketahuilah, wahai putra al-Khaththab, demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, tidaklah syaitan melihatmu menempuh suatu jalan, melainkan dia akan menempuh jalan selain jalan-mu.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim].

Dari Anas bahwasanya ada seorang wanita yang di pikirannya terdapat sesuatu, lalu dia berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai suatu kepentingan kepadamu.” Maka beliau bersabda:

يَا أُمَّ فُلاَنٍ انْظُرِي أَيَّ السِّكَكِ شِئْتِ حَتَّى أَقْضِيَ لَكِ حَاجَتَكِ فَخَلاَ مَعَهَا فِي بَعْضِ الطُّرُقِ حَتَّى فَرَغَتْ مِنْ حَاجَتِهَا.

Wahai Ummu Fulan, perhatikanlah, jalan mana yang engkau kehendaki sehingga aku bisa memenuhi kepentinganmu.” Kemudian beliau berhenti bersamanya di sebuah jalan sehingga wanita itu bisa memenuhi kepentingannya.”Œ [HR. Muslim].

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallampernah dalam satu perjalanan bersama seorang anak yang berkulit hitam yang biasa dipanggil Anjasyah. Dia berteriak keras, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya, “Celaka kamu, wahai Anjasyah, pelan-pelanlah kamu dalam berkata-kata.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim].

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ باللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلاَ يُؤْذِي جَارَهُ وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِـنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلاَهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجًا، فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا.

Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka janganlah dia menyakiti tetangganya. Dan sampaikanlah pesan kebaikan kepada kaum wanita, karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk. Dan sesungguhnya bagian paling bengkok pada tulang rusuk adalah bagian atasnya. Jika engkau meluruskannya, maka engkau akan mematahkannya dan jika engkau biarkan, maka dia akan tetap terus bengkok. Oleh karena itu, sampaikanlah pesan kebaikan kepada kaum wanita.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim].

Sebagai penutup, dapat saya ungkapkan:

بِاللهِ يَا نَاظِرًا فِيْهِ وَمُنْتَفِعًا مِنْهُ              سَـلِ اللهِ تَـوْفِيْـقًا لِجَامِـعِهِ
وَقُـلْ أَنَّلَهُ إِلهِ الْعَرْشِ مَغْفِرَةً         وَاقْبِلْ دَعَاهُ وَجَنَّبَ عَنْ مَوَانِعِهِ

Wahai orang yang menunggu (pertolongan) Allah dan mengambil manfaat dari-Nya,
Mohonlah kepada Allah taufiq bagi keseluruhannya.
Dan katakanlah bahwa baginya ampunan, wahai Ilah ‘Arsy
Dan terimalah do’anya serta hindarkanlah dari rintangannya.

Oleh karena itu, saya memohon kepada Allah Yang Mahaagung anugerah dan kemuliaan-Nya agar menjadikan amalku ini tulus ikhlas karena-Nya serta memberikan manfaat kepada Islam dan kaum muslimin melalui amalku ini.

Dan ungkapan terakhir kami, segala puji hanya bagi Allah, Rabb seru sekalian alam.

Ditulis oleh yang mengharap ampunan-Nya
Ummu Salamah binti ‘Ali al-‘Abbasi
5 Jumadil Akhir 1418 H

[Disalin dari buku Al-Intishaar li Huquuqil Mu’minaat, Edisi Indonesia Dapatkan Hak-Hakmu Wahai Muslimah, Penulis Ummu Salamah As-Salafiyyah, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir, Penerjemah Abdul Ghoffar EM]
______
Footnote
ΠHal ini bukanlah khulwah dengan wanita yang belum mahram karena hal ini terjadi di jalan yang biasa dilalui manusia. Dan yang menyaksikan mereka (banyak) tapi tidak mendengarkan perkataannya karena masalahnya termasuk hal-hal yang tidak ditampakkan (diperdengarkan). Lihat Syarh Shahiih Mus-lim (no. 5098).-ed