Hak-Hak Wanita Atas Laki-Laki Mahramnya

Bab V
HAK-HAK WANITA ATAS LAKI-LAKI MAHRAMNYA

Pasal 1
Silaturahmi
Allah Ta’ala berfirman:

وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ

Dan bertakwalah kepada Allah Yang dengan (mempergunakan) Nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan (peliharalah) hubungan silaturahmi.” [An-Nisaa’/4: 1]

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ

Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan.” [Ar-Ra’d/13: 21]

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata bahwa Rasulullah Shaallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

إِنَّ اللهَ خَلَقَ الْخَلْقَ حَتَّى إِذَا فَرَغَ مِنْهُمْ قَامَتِ الرَّحِمُ، فَقَالَتْ: هَذَا مَقَامُ الْعَائِذِ بِكَ مِنَ الْقَطِيعَةِ. قَالَ: نَعَمْ، أَمَا تَرْضَيْنَ أَنْ
أَصِلَ مَـنْ وَصَلَكِ وَأَقْطَعَ مَـنْ قَطَعَكِ؟ قَالَتْ: بَلَى، قَالَ: فَذَلِكِ لَكِ

Allah Ta’ala telah menciptakan makhluk, sehingga ketika selesai menciptakan mereka, maka ar-rahm (kekerabatan) berdiri, lalu berkata, ‘Ini adalah tempat orang yang berlindung kepada-Mu dari pemutusan silaturahmi.’  Maka Rabb berkata, ‘Benar, apakah kamu rela jika Aku menyambungkan tali sila-turahmi bagi orang yang menyambungmu dan memutuskan tali tersebut bagi orang yang memutuskan hubungan denganmu.’ Ia menjawab, ‘Mau, wahai Rabb-ku.’ Dia berfirman, ‘Yang demikian itu untukmu.‘”

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ﴿٢٢﴾ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَىٰ أَبْصَارَهُمْ  

Jika kalian mau, bacalah ayat: ‘Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.[1]” [HR. Al-Bukhari dan Muslim].

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwasanya ada seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai beberapa kerabat, aku telah menyambung tali silaturahmi dengan mereka, tetapi mereka memutuskannya, dan aku berbuat baik tetapi mereka malah berbuat jahat kepadaku, dan aku bersabar atas mereka, tetapi mereka malah bersikap masa bodoh terhadapku.” Beliau menjawab, “Jika engkau melakukan seperti yang engkau katakan tadi, maka mereka akan dihinggapi kejemuan sementara engkau akan terus mendapatkan pertolongan dari Allah untuk mengalahkan mereka selama engkau masih melakukan hal itu.” [HR. Muslim].

Dari Asma’ binti Abi Bakar ash-Shiddiq Radhiyallahu anhuma, dia berkata:

قَدِمَتْ عَلَيَّ أُمِّي وَهِيَ مُشْرِكَةٌ فِي عَهْدِ رَسُـولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَاسْتَفْتَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ قَدِمَتْ عَلَيَّ أُمِّي وَهِيَ رَاغِبَةٌ، أَفَأَصِلُ أُمِّي؟ قَالَ: نَعَمْ، صِلِي أُمَّكِ.

Ibuku pernah datang mengunjungiku sedang beliau adalah seorang wanita musyrik pada masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu aku meminta fatwa kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya kukatakan, ‘Ibuku pernah datang mengunjungiku sedang beliau sangat berkeinginan untuk berhubungan denganku, apakah aku boleh menyambung hubungan dengan ibuku?’ beliau menjawab, ‘Ya, boleh, sambunglah tali silaturahmi dengan ibumu.’” [HR. Al-Bukhari dan Muslim].

[Disalin dari buku Al-Intishaar li Huquuqil Mu’minaat, Edisi Indonesia Dapatkan Hak-Hakmu Wahai Muslimah, Penulis Ummu Salamah As-Salafiyyah, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir, Penerjemah Abdul Ghoffar EM]
______
Footnote
[1]  QS Muhammad/47: 22-23.