Wajibnya Taubat Nashuha

WAJIBNYA TAUBAT NASHUHA

Ketahuilah wahai hamba yang bertaubat -semoga Allah memberikan taufiq kepadamu untuk melakukan taubat yang akan menghapus dosa sebelumnya dan semoga Allah membekalimu dengan takwa- bahwa taubat nashuha adalah fardhu ‘ain atas setiap muslim.

Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang berfirman:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“…Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” [An-Nuur/24: 31]

Dzat Yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang juga berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya … .” [At-Tahriim/66: 8]

Allah Yang Maha Penyayang telah berfirman melalui lisan Nabi Syu’aib Alaihissallam:

وَاسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّي رَحِيمٌ وَدُودٌ

Dan mohon ampunlah kepada Rabb-mu, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Rabb-ku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.” [Huud/11: 90]

Ayat-ayat yang mulia lagi tegas ini, sesuai dengan hadits-hadits yang mulia dan shahih.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ تُوْبُوْا إِلَى اللهِ، فَإِنِّي أَتُوْبُ إِلَى اللهِ فِي اْليَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ.

Wahai sekalian manusia bertaubatlah kalian kepada Allah, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah seratus kali dalam sehari.”1

Karena itulah umat Islam –semoga Allah menambahkan kemuliaan kepada umat ini– telah sepakat akan wajibnya melakukan taubat.

Imam al-Qurthubi rahimahullah berkata dalam kitab al-Jaami’ li Ahkaamil Qur-aan (V/90), “Umat telah sepakat bahwa taubat adalah kewajiban (fardhu) atas orang-orang mukmin.”

Dalam kitab Mukhtashar Minhaajul Qaashidiin, hal. 322, Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahullah berkata, “Umat telah ijma’ (sepakat) akan wajibnya taubat.”

Maka bersegeralah kalian wahai para hamba Allah untuk menuju kepada-Nya, niscaya kalian akan mendapatkannya sebagai Dzat Yang Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang serta berjalanlah di atas jalan orang-orang mukmin yang bertaubat, niscaya Rabb kalian akan membangkitkan kalian pada kedudukan yang mulia lagi terhormat.

[Disalin dari buku Luasnya Ampunan Allah”  Terjemahan dari kitab at-Taubah an-Nashuuh fii Dhau-il Qur-aan al-Kariim wal Ahaa-diits ash-Shahiihah,  Ditulis oleh Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali hafizhahullaah, Penerjemah Ruslan Nurhadi, Lc. Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]
______
Footnote
1  HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad, hal. 92, dan Muslim, (XVII/24 -an-Nawawi) dari hadits ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu anhuma.