Category Archives: A8. Ringkasan Fiqih Islam 02 Al-Qur’an Adab Dzikir

Ringkasan Fiqih Islam Bab Al-Qur’an dan Sunnah

RINGKASAN FIQIH ISLAM

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

BAB FIQIH AL-QUR’AN DAN SUNNAH

  1. Fadhilah Amal
  2. Akhlak
  3. Adab
  4. Dzikir
  5. Doa

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًاۙ وَّاَنَّ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ اَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا اَلِيْمًا

“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih”.  [Al Israa/17: 9-10].

[Disalin dari مختصر الفقه الإسلامي   (Ringkasan Fiqih Islam Bab :  Fiqih Al-Qur’an dan Sunnah (Keutamaan Amal, Adab, Dzikir dan Doa-Doa) فقه القرآن والسنة في الفضائل والأخلاق والآداب والأذكار والأدعية ). Penulis Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri  Penerjemah Team Indonesia islamhouse.com : Eko Haryanto Abu Ziyad dan Mohammad Latif Lc. Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah. IslamHouse.com 2012 – 1433]

Fadhilah Amal

BAB FADHAIL AMAL

Dalam bab ini penulis akan mengetengahkan sebagian ayat-ayat Al Qur’an dan hadist shahih tentang fadhail amal yang mendekat diri kepada Allah, sebagai pendorong (agar seseorang) giat beramal, memperbanyak amal shaleh, berlomba-lomba dalam beramal dan merasakan nikmatnya beramal.

Penjelasan tentang keutamaan suatu amal akan membangkitkan semangat serta kerinduan untuk beramal, dapat menciptakan kekutan rohani dan jasmani, mengusir rasa malas dan keengganan, juga dapat menggerakkan anggota tubuh untuk melakukan ketaatan dan ibadah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قال الله تعالى وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا قَالُوا هَذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ [البقرة/ 25]

Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya“.[Al Baqarah/2: 25].

Keutamaan Ikhlas Dan Berniat Yang Baik.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قال الله تعالى: وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ  [البينة/5]

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus [Al Bayyinah/98: 5].

قال الله تعالى: إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (30) نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ (31) نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ  [فصلت/30- 32]

Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian tetap (dalam pendiriannya), akan turun malaikat-malaikat kepada mereka (seraya berkata), “Janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.” Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat. Di dalamnya (surga) kamu akan memperoleh apa yang kamu sukai dan apa yang kamu minta. (Semua itu) sebagai karunia (penghormatan bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” {Fusilat/41: 30-32]

Hadist Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه أن رسول الله- صلى الله عليه وسلم- قال: «إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَإِنَّمَا لِامْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ». متفق عليه

Dari Amirul Mukminin Abi Hafsh Umar bin Khatab Radhiyallahu anhu, dia berkata: “Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung niatnya, dan sesungguhnya seseorang  akan mendapatkan apa yang ia niatkan, jika ia berniat hijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya, dan siapa yang hijrah karena dunia (harta, dan lain-lain …) atau karena wanita yang akan dinikahinya maka hijrahnya untuk apa yang ia niatkan” Muttafaq ’alaih. [1]

Hadist Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَنْ أبي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمنِ بْنِ صَخْرٍ رضي الله عنه قاَلَ: قَالَ رَسُول اللَّه – صلى الله عليه وسلم-: ((إِنَّ اللَّهَ تَعَالىَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَلا إِلَ أَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وأَعْمَالِكُمْ )) رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  “Sesungguhnya Allah I tidak memandang kepada rupa kalian dan tidak pula kepada harta kalian tetapi Allah memandang kepada hati dan amal kalian” . HR. Muslim. [2]

Keutamaan orang yang bercita-cita melakukan kebajikan

عَنْ أبي العباس عبد اللَّه بْنِ عَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطًّلِبِ عَنْ رَسُول اللَّهِ عن ابن عباس رضي الله عنهما عن رسول الله- صلى الله عليه وسلم- فيما يروي عن ربه تبارك وتعالى، قال: «إنَّ الله كَتَبَ الحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ، فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا الله عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا الله عَزَّ وَجَلَّ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ، إلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ، وَإنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا الله عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً وَإنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا الله سَيِّئَةً وَاحِدَةً». متفق عليه فيما يروى عَنْ ربه -تَبَارَك وَتَعَالَى- قال:   ((إنَّ اللَّهَ تَعَالىَ كَتَبَ الحَسَنَاتِ والسيِّئاتِ، ثُمَّ بيَّن ذَلكَ، فَمَنْ همَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبهَا اللَّه تَعَالىَ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإنْ همَّ بِهَا فعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّه عَشَرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةٍ ضِعْفٍ إِلَى أضْعَافٍ كَثِيْرَةٍ، وَإنْ همَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإنْ همَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّه سيِّئةً وَاحِدَةً )) مُتَّفّقٌ عَلَيْهِ.

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau meriwayatkan dari Rabbnya, Allah berfirman: “Sungguh Allah mencatat setiap kebaikan dan keburukan maka barangsiapa yang ingin melaksanakan suatu kebaikan namun tidak jadi melakukannya, maka pasti Allah mencatat di sisiNya sebagai sebuah kebaikan yang sempurna, dan jika ia ingin melakukanya (kebaikan)  kemudian melaksanakannya, maka Allah menuliskan untuknya sepuluh kebaikan hingga digandakan menjadi tujuratus kali kebaikan dan bahkan lebih banyak dari itu, dan jika ia ingin melakukan amal keburukan dan tidak jadi melaksanakannya, Allah menuliskan baginya suatu kebaikan yang sempurna, dan jika ia melakukannya Allah menuliskan satu dosa untuknya”. Muttafaq ’alaih. [3]

Fadhilah Ibadah

[Disalin dari مختصر الفقه الإسلامي   (Ringkasan Fiqih Islam Bab :  Fiqih Al-Qur’an dan Sunnah (Keutamaan Amal, Adab, Dzikir dan Doa-Doa) فقه القرآن والسنة في الفضائل والأخلاق والآداب والأذكار والأدعية ). Penulis Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri  Penerjemah Team Indonesia islamhouse.com : Eko Haryanto Abu Ziyad dan Mohammad Latif Lc. Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah. IslamHouse.com 2012 – 1433]
_______
Footnote

[1] Diriwayatkan oleh Bukhari no hadist: 54 dan Muslim no hadist: 1907.
[2] Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 2564.
[3] Diriwayatkan oleh Bukhari no hadist: 6491 dan Muslim no hadist: 131.

Fadhilah Iman

FADHILAH IMAN

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قال الله تعالى: سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ  [الحديد/21]

Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar” [Al Hadid/57:21].

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

قال الله تعالى: وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ  [التوبة/72]

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, surga-surga yang sungai-sungai mengalir di bawahnya, mereka kekal di dalamnya, dan tempat-tempat yang baik di surga ‘Adn. Rida Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung” [At-Taubah/9:72]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

قال الله تعالى: إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا  [الكهف/107]

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal” [Al Kahfi/18: 107].

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

قال الله تعالى: الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ  [الأنعام/82]

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), merekalah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mendapat petunjuk“. [Al-An’am/6:82]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

قال الله تعالى: مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ  [التغابن/11]

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah. Siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” [At-Tagabun/64:11]

Hadist Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عن أبي هريرة رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ الله- صلى الله عليه وسلم- سُئِلَ أَيُّ العَمَلِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «إيْمَانٌ بِالله وَرَسُولِهِ» قِيْلَ ثُمَّ مَاذَا؟ قَالَ: «الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ» قِيلَ: ثُمَّ مَاذَا؟ قَالَ: «حَجٌ مَبْرُورٌ». متفق عليه

Dari Abu Huraira Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya: “Amalan Apakah yang paling afdhal?” beliau bersabda: “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya”, lalu amalan apa lagi?  “Berjihad fi sabilillah”, Jawab Rasulullah. Kemudian ada yang bertanya: “Kemudian amalan apa lagi?”, beliau bersabda:  “Haji mabrur”. Muttafaq ’alaih. [1]

Hadist Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عن عثمان رضي الله عنه قال: قال رسول الله- صلى الله عليه وسلم-: «مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّه لا إلَهَ إلَّا الله دَخَلَ الجَنَّةَ». أخرجه مسلم

Dari Utsman Radhiyallahu anhu, ia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mati dan dia mengetahui bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah niscaya dia masuk surga“. H.R. Muslim. [2]

[Disalin dari مختصر الفقه الإسلامي   (Ringkasan Fiqih Islam Bab :  Fiqih Al-Qur’an dan Sunnah (Keutamaan Amal, Adab, Dzikir dan Doa-Doa) فقه القرآن والسنة في الفضائل والأخلاق والآداب والأذكار والأدعية ). Penulis Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri  Penerjemah Team Indonesia islamhouse.com : Eko Haryanto Abu Ziyad dan Mohammad Latif Lc. Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah. IslamHouse.com 2012 – 1433]
_______
Footnote

[1] Diriwayatkan oleh Bukhari no hadist: 26 dan Muslim no hadist: 83.
[2] Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 26.

Fadhilah Ibadah

FADHILAH IBADAH

Fadhilah Wudhu’

عن عثمان بن عفان رضي الله عنه قال: قال رسول الله- صلى الله عليه وسلم-: «مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الوُضُوءَ خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ جَسَدِهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِهِ». أخرجه مسلم

Dari Utsman bin Afan Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya maka keluarlah dosa-dosanya dari tubuhnya bahkan dosa-dosa itu keluar dari  bawah kukunya juga keluar”. HR. Muslim.[1]

Fadhilah Mendahulukan yang Kanan

عن عائشة رضي الله عنها قالت: كَانَ النَّبِيُّ- صلى الله عليه وسلم- يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ، وَتَرَجُّلِهِ، وَطُهُورِهِ، وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ. متفق عليه

Dari `Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menyukai memulai dari kanan dalam setiap pekerjaannya; bersuci, menyisir rambut dan memakai sandal”. Muttafaq ’alaih. [2]

Fadhilah Shalat Sunat Wudhu’

عن عقبة بن عامر رضي الله عنه أنه سمع النبي- صلى الله عليه وسلم- يقول: «مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهُ، ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَينِ مُقْبِلٌ عَلَيْهِمَا بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ، إلَّا وَجَبَتْ لَهُ الجَنَّةُ». أخرجه مسلم

Dari Uqbah bin ‘Amir Radhiyallahu anhu bahwa dia mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang muslim berwudhu dengan sempurna kemudian mendirikan shalat dua rakaat dengan hati dan wajah yang penuh kekhusyuan niscaya wajib baginya mendapatkan balasan surga“. H.R. Muslim.[3]

Fadhilah Dzikir Setelah Wudhu

عن عمررضي الله عنه قال: قال رسول الله- صلى الله عليه وسلم-: «مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلِغُ أَوْ فَيُسْبِغُ الْوَضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا الله وَأَنَّ مَحمَّدًا عَبْدُ الله وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ». أخرجه مسلم

Dari Umar Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudlu, lalu menyampaikan wudlunya atau menyempurnakan wudlunya kemudian dia bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya melainkan pintu surga yang delapan akan dibukakan untuknya. Dia masuk dari pintu manapun yang dia kehendaki’.” H.R Muslim

Fadhilah Adzan
Hadist Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَنْ َعبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمنِ أَنَّ أَبَا سَعِيْدٍ الْخُدْرِي رضي الله عنه قَالَ لَهُ: إِنِّي أَرَاكَ تُحِبُّ اْلغَنَمَ وَاْلبَادِيَةَ؛ فَإِذَا كُنْتَ فِي غَنَمِكَ أَوْ بَادِيْتَكَ؛ فَأَذِنْتَ ِللصَّلاَةِ؛ فَارْفَعْ صَوْتَكَ بِالنِّدَاءَ؛ فَإِنَّهُ لاَ يَسْمَعُ مَدَى صَوْتَ اْلمُؤَذِّنِ، جِنٌّ وَلاَ إِنْسٌ، وَلاَ شَيْءٌ، إِلاَّ شَهِدَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ أَبُوْ سَعِيْدٌ: سَمِعْتُهُ مِن ْرَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم-. رَوَاهُ البُخَارِيُّ.

Dari Abdullah bin Abdurrahman bahwa Abu Sa’id Al Khudri Radhiyallahu anhu, berkata kepadanya: “Sesungguhnya aku melihat engkau menyukai kambing dan padang, maka bila engkau berada di tempat pengembala atau di padang kumandangkanlah azan shalat, angkat suaramu ketika mengumandangkannya karena sesungguhnya setiap jin, manusia dan sesuatu yang mendengar suara orang yang azan, ia akan menjadi saksi untuknya di hari kiamat”. Abu Sa’id Al Khudri Radhiyallahu anhu berkata: “Aku mendengarnya dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam”. HR. Bukhari [4]

Hadist Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله- صلى الله عليه وسلم- قال: «لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاسْتَهَمُوا..». متفق عليه

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jikalau manusia mengetahui apa yang mereka dapatkan pada azan dan shaf yang pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan cara diundi niscaya mereka akan minta diundi”. Muttafaq ’alaih. [5]

Hadist Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عن معاوية رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله- صلى الله عليه وسلم- يقول: «المُؤَذِّنُونَ أَطْوَلُ النَّاسِ أَعْنَاقاً يَومَ القِيَامَةِ». أخرجه مسلم

Dari Muawiyah Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Para muazin di hari kiamat adalah orang  yang paling panjang lehernya”. HR. Muslim. [6]

[Disalin dari مختصر الفقه الإسلامي   (Ringkasan Fiqih Islam Bab :  Fiqih Al-Qur’an dan Sunnah (Keutamaan Amal, Adab, Dzikir dan Doa-Doa) فقه القرآن والسنة في الفضائل والأخلاق والآداب والأذكار والأدعية ). Penulis Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri  Penerjemah Team Indonesia islamhouse.com : Eko Haryanto Abu Ziyad dan Mohammad Latif Lc. Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah. IslamHouse.com 2012 – 1433]
_______
Footnote

[1] Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 245.
[2] Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :168 dan  Muslim no hadist: 268.
[3] Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 234.
[4] Diriwayatkan oleh Bukhari no hadist: 609.
[5] Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :615 dan  Muslim no hadist: 437.
[6] Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 387.

Fadhilah Shalat

FADHILAH SHALAT

Fadhilah berjalan menuju masjid serta shalat berjamaah di masjid.
Hadist Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قاَلَ: قَالَ رَسُول اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم-: (صَلاَةُ الْحَمِيْعِ تَزِيْدُ عَلىَ صَلاَتِهِ فِي بَيْتِهِ وَ صَلاَتِهَ فِي سُوْقِهِ خَمْساً وَعِشْرِيْنَ دَرَجَةً؛ فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا تَوَضَّأَ، فَأَحْسَنَ، وَأَتَى الْمَسْجِدَ لاَ يُرِيْدُ إِلاَّ الصَّلاَةَ، لَمْ يَخْطُ خُطْوَةً إِلاَّ رَفَعَ اللهُ بِهَا دَرَجَةٌ، وَحُطَّ عَنْهُ خَطِيْئَةٌ، حَتىَّ يَدْخُلَ الْمَسْجِدَ، وَإِذَا دَخَلَ اْلمَسْجِدَ كَانَ فِي الصَّلاَةِ مَا كَانَتِ تَحْبِسُهُ ، وَتُصَليِّ عَلَيْهِ اْلمَلاَئِكَةُ مَادَامَ فِي مَجْلِسِهِ الَّذِي يُصَليِّ فِيْهِ: اَللّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللّهُمَّ اْرحَمْهُ! مَا لَمْ يُحْدِثْ ِفيْهِ) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

Dari Abu Huraira Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalat yang dilakukan oleh seseorang secara berjamaah dilipatgandakan baginya  dari shalat yang dia lakukan  di rumahnya dan di pasar sebanyak dua puluh lima kali lipat, karena sesungguhnya ketika dia berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya kemudian keluar menuju masjid dengan tujuan hanya untuk melaksanakan shalat, maka  tidaklah satu langkah yang ia langkahkan melainkan diangkat baginya satu derajat dan dihapuskan baginya  satu kesalahan hingga dia memasuki masjid, dan apabila dia telah masuk masjid, maka dia dianggap sedang dalam shalat selama dirinya menunggu shalat, malaikatpun berdo’a baignya selama dia menetap di tempat tersebut: “Ya Allah ampunilah dia, ya Allah berikanlah  rahmat kepadanya” selama dia tidak berhadas. Muttafaq ’alaih. [1]

Hadist Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم- قَالَ: (صَلاَةُ اْلجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ دَرَجَةً) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendiri sebanyak dua puluh tujuh derajat”. Muttafaq’alaih. [2]

Fadhilah orang yang datang ke masjid do’a pagi dan petang.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ – صلى الله عليه وسلم- قَالَ: (مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ أَوْ رَاحَ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُ فِي اْلجَنَّةِ نُزُلاً كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Abu Huraira Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ia berkata: “Siapa yang berangkat ke masjid di waktu pagi atau sore, Allah menyediakan baginya hidangan baginya di surga ketika ia berada di waktu pagi atau sore” Muttafaq ’alaih. [3]

Fadhilah datang menuju masjid dengan tenang dan khusyu’.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ رَسُول اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم- يَقُوْلُ: (إِذَا ثوب ِللصَّلاَةِ فَلاَ تَأْتُوْهَا وَأَنْتُمْ تَسْعَوْنَ، وَأْتُوْهَا وَعَلَيْكُمُ السَّكِيْنَةُ، فَمَا َأدْرَكْتُمْ َفَصَلُّوْا وَما فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوْا ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا كَانَ يَعْمِدُ إِلَّى الصَّلاَةِ ، فَهُوَ فِي صَلاَةٍ) . مُتَّفَقٌ عَلَيهِ

Dari Abu Huraira Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bila iqamat untuk shalat telah dikumandangkan, janganlah mendatanginya dengan berlari tapi datangilah dengan berjala, dan tetaplah tenang, maka ikutilah shalat pada raka’at yang kalian dapatkan sedangkan raka’at yang tertinggal sempurnakanlah karena  sesungguhnya salah seorang kamu bila menunju shalat (masjid) berarti ia telah berada dalam keadaan shalat”. Muttafaq ’alaih.[4]

Fadhilah mengucapkan “Aamiin”

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُول اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم- قَالَ: إِذَا قَالَ أَحَدُكُمْ آمِيْن وَقَالَتِ اْلَملاَئِكَةُ فِي السَّمَاءِ: آمِيْن فَوَافَقَتْ إِحْدَاهُمَا اْلأُخْرَى غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ . متفق عليه

Dari Abu Huraira Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila salah seorang kalian mengucapkan “Aamiin” dan para malaikatpun di langit mengucapkan “Aamiin”, ternyata kedua Aamiin tersebut dalam waktu yang bersamaan maka diampuni dosa orang yang mengucapkanya“. Muttafaq alaih. [5]

Fadhilah shalat di awal waktu

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رضي الله عنه قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم-: أَيُّ اْلأَعْمَالِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: (اَلصَّلاَةُ عَلىَ وَقْتِهَا) قلت: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: (بِرُّ اْلوَالِدَيْنِ) قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: (اَلْجِهاَدُ فِي سَبِيْلِ اللَّهِ) قَالَ حَدَّثَنِي بِهِنَّ رَسُوْلُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم- وَلَوِ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي  مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

Dari Ibnu Mas`ud Radhiyallahu anhu berkata : “Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Apakah amalan yang paling afdhal?”, beliau bersabda:  “Shalat pada waktunya”, aku berkata kembali: “Kemudian apa?”, beliau bersabda:  “Berbakti kepada kedua orang tua”, kemudian apa?”, beliau bersabda:  “Berjihad fi sabilillah”. Ibnu Mas’ud berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyampaikannya kepadaku secara langsung, jikalau aku meminta tambahan nasehat lagi niscaya beliau menambahnya. Muttafaq ’alaih. [6]

Fadhilah Shalat Shubuh, Ashar, Isya dan Jum’at

[Disalin dari مختصر الفقه الإسلامي   (Ringkasan Fiqih Islam Bab :  Fiqih Al-Qur’an dan Sunnah (Keutamaan Amal, Adab, Dzikir dan Doa-Doa) فقه القرآن والسنة في الفضائل والأخلاق والآداب والأذكار والأدعية ). Penulis Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri  Penerjemah Team Indonesia islamhouse.com : Eko Haryanto Abu Ziyad dan Mohammad Latif Lc. Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah. IslamHouse.com 2012 – 1433]
_______
Footnote

[1] Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :477 dan  Muslim no hadist: 649.
[2] Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :645 dan  Muslim no hadist: 650.
[3] Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :662 dan  Muslim no hadist: 669.
[4] Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :636 dan  Muslim no hadist: 602.
[5] Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :781 dan  Muslim no hadist: 410.
[6] Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :527 dan  Muslim no hadist: 85.

Fadhilah Shalat Shubuh, Ashar, Isya dan Jum’at

FADHILAH SHALAT

Fadhilah shalat Shubuh dan Ashar.
Hadist Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه أن رسول الله- صلى الله عليه وسلم- قال: «مَنْ صَلَّى البَرْدَيْنِ دَخَلَ الجَنَّةَ». متفق عليه

Dari Abu Musa Al Asy’ari Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang melakukan shalat Shubuh dan Ashar (berjamaah) dia akan masuk surga”. Muttafaq ’alaih.[1]

Hadist Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عن أبي بَصرة رضي الله عنه قال: صلى بنا رسول الله- صلى الله عليه وسلم- العصر بالمخمَّص فقال: «إنَّ هَذِهِ الصَّلاةَ عُرِضَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَضَيَّعُوها، فَمَنْ حَافَظَ عَلَيهَا كَانَ لَهُ أَجْرُهُ مَرَّتَيْنِ..». أخرجه مسلم.

Dari Abu Bashrah Radhiyallahu anhu dia berkata: “Kami shalat ashar bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Makhmash, lalu beliau bersabda: shalat ini difardhukan kepada umat sebelum kalian akan tetapi mereka melalaikannya. Maka siapa yang menjaganya untuk dua pahala” H.R. Muslim.[2]

Fadhilah shalat ‘Isya dan Shubuh berjamaah.

عن عثمان بن عفان رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله- صلى الله عليه وسلم- يقول: «مَنْ صَلَّى العِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ، وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى الَّليلَ كُلَّهُ». أخرجه مسلم.

Dari ‘Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah r bersabda: “Barangsiapa yang mendirikan shalat isya secara  berjamaah seolah-olah ia telah melakukan shalat setengh malam, dan barangsiapa yang melakukan shalat shubuh secara berjamaah maka seolah-olah ia telah melakukan shalat sepanjang malam”. HR. Muslim. [3]

Fadhilah menunggu shalat setelah selesai melakukan shalat

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله- صلى الله عليه وسلم- قال: «أَلا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللهَ بِهِ الخَطَايَا، وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟» قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ الله، قَالَ: «إسْبَاغُ الوُضُوءِ عَلَى المكَارِهِ، وَكَثْرَةُ الخُطَا إلَى المسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلاةِ بَعْدَ الصَّلاةِ فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ». أخرجه مسلم

Dari Abu Huraira Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maukah kalian aku beritahu sesuatu yang dapat menghapuskan dosa dan mengangkat derajat?”, para sahabat menjawab: “Tentu (wahai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam), beliau bersabda: “Menyempurnakan wudhu pada anggota wudhu yang sulit (disentuh air) dan memperbanyak langkah menuju masjid (untuk shalat jamaah) dan menunggu (masuk) waktu shalat setelah melakukan shalat (fardhu), maka itulah ribath (jihad pada posisi garis yang berbatasan dengan daerah musuh)”.HR. Muslim. [4]

Fadhilah menetap di masjid setelah shalat Shubuh.

عن سماك بن حرب قال: قلت لجابر بن سمرة: أَكُنْتَ تُجَالِسُ رَسُولَ الله- صلى الله عليه وسلم-؟ قَالَ: نَعَمْ كَثِيراً، كَانَ لا يَقُومُ مِنْ مُصَلَّاهُ الَّذِي يُصَلِّي فِيهِ الصُّبْحَ أَوِ الغَدَاةَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، فَإذَا طَلَعَتِ الشَّمْسُ قَامَ. أخرجه مسلم.

Dari Samak bin Harb ia berkata: “Aku bertanya kepada Jabir bin Samurah: “Apakah engkau pernah duduk bersama rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam?” dia menjawab: “Ya, sering”. Beliau setelah shalat shubuh selalu menatap di masjid hingga matahari terbit. Dan apabila matahari telah terbit maka beliaupun keluar“. H.R. Muslim. [5]

Fadhilah hari Jum’at

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي- صلى الله عليه وسلم- قال: «خَيْرُ يَومٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَومُ الجُمُعَةِ، فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ أُدْخِلَ الجَنَّةَ، وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَلا تَقُومُ السَّاعَةُ إلَّا فِي يَومِ الجُمُعَةِ». أخرجه مسل

Dari Abu Huraira Radhiyallahu anhu, ia berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sebaik-baik hari di mana  matahari terbit padanya adalah hari Jum’at, di hari itu Adam dimasukan ke dalam surga dan pada  hari itu Adam dikeluarkan dari surga dan hari kiamat akan terjadi pada hari Jum’at”. HR. Muslim. [6]

Fadhilah mandi Jumat, mendengarkan khutbah dan shalat Jum’at

عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي- صلى الله عليه وسلم- قال: «مَنْ اغْتَسَلَ، ثُمَّ أَتَى الجُمُعَةَ، فَصَلَّى مَا قُدِّرَ لَهُ، ثُمَّ أَنْصَتَ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ خُطْبَتِهِ، ثُمَّ يُصَلِّي مَعَهُ، غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الجُمُعَةِ الأُخْرَى وَفَضْلُ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ». أخرجه مسلم.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: Barang siapa mandi kemudian pergi Jum’at lalu melakukan shalat sunat semampunya dan diam hingga selesai khutbah kemudian shalat Jum’at bersama imam niscaya Allah akan mengampuni dosanya pada hari itu hingga Jum’at yang akan datang ditambah tiga hari. H.R. Muslim.[7]

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله- صلى الله عليه وسلم- ذكر يوم الجمعة فقال: «فِيْهِ سَاعَةٌ لا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ يُصَلِّي، يَسْأَلُ الله شَيْئاً إلَّا أَعْطَاهُ إيَّاهُ» زاد قتيبة في روايته: وأشار بيده يقللها. متفق عليه

Dari Abu Huraira Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang hari jum’at lalu bersabda: “Di hari itu ada saat tertentu, di mana tidaklah seorang muslim mendapatkannya sementara dia berdiri shalat lalu meminta sesuatu kepada Allah, melainkan Allah mengbabulkan permintaan tersebut baginya”, beliau mengisyaratkan dengan tangannya yang berarti sedikit .” Muttafaq Alaih [8]

Fadhilah Shalat Dhuha, Rawatib dan Qiyamullail

[Disalin dari مختصر الفقه الإسلامي   (Ringkasan Fiqih Islam Bab :  Fiqih Al-Qur’an dan Sunnah (Keutamaan Amal, Adab, Dzikir dan Doa-Doa) فقه القرآن والسنة في الفضائل والأخلاق والآداب والأذكار والأدعية ). Penulis Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri  Penerjemah Team Indonesia islamhouse.com : Eko Haryanto Abu Ziyad dan Mohammad Latif Lc. Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah. IslamHouse.com 2012 – 1433]
_______
Footnote

[1] Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :574 dan  Muslim no hadist: 635.
[2] Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 830.
[3] Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 656.
[4] Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 251.
[5] Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 670.
[6] Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 854.
[7] Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 857.
[8] Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :935 dan  Muslim no hadist: 852.

Fadhilah Shalat Dhuha, Rawatib dan Qiyamullail

FADHILAH SHALAT

Fadhilah Sunat Rawatib.

عن أم المؤمنين أم حبيبة رملة بنت أبي سفيان رضي الله عنها قالت: سمعت رَسُول اللَّهِ صلّى الله عليه وسلّم يقول: (مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي للهِ تعالى كُلَّ يَومٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً؛ تَطَوُّعاً غَيْرَ الفريضة؛ إلَّا بَنَى الله لَه بَيْتاً فِي الجَنَّةِ، –أَوْ إلَّا بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الجَنَّةِ-) قالت أم حبيبة: فما بَرِحْتُ أُصَلِّيهنَّ بَعْدُ  رَوَاهُ مُسلِمٌ

Dari Ummul Mukminin, Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan Radhiyallahu anhu ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda: “Tidak seorangpun hamba muslim melakukan shalat sunat karena Allah Ta’ala setiap hari 12 rakaat melainkan Allah dirikan rumah untuknya di surga (atau “melainkan dirikan untuknya rumah di surga”) Ummu Habibah berkata: “Semenjak itu saya selalu melakukannya”. HR. Muslim. [1]

Fadhilah Tahajud dan Qiyamullail.
Allah Taala berfirman:

قال الله تعالى في صفة المؤمنين: تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (16) فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ  [السجدة/16- 17]

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan penuh harap, serta mereka menafkahkan apa pun rejeki yang Kami berikan. Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.  [As Sajdah/32: 16-17] .

Hadis Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله- صلى الله عليه وسلم-: «أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ الله المُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاةِ بَعْدَ الفَرِيضَةِ صَلاةُ اللَّيْلِ». أخرجه مسلم

Dari Abu Huraira Radhiyallahu anhu ia berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda : “Puasa yang paling afdol setelah puasa Ramadhan adalah puasa di Bulan Muharram, dan shalat yang paling afdol setelah shalat fardu adalah shalat malam”. HR. Muslim. [2]

Fadhilah Witir di akhir malam.

عن جابر رضي الله عنه قال: قال رسول الله- صلى الله عليه وسلم-: «مَنْ خَافَ أَنْ لا يَقُومَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوْتِرْ أَوَّلَهُ، وَمَنْ طَمِعَ أَنْ يَقُومَ آخِرَهُ فَلْيُوْتِرْ آخِرَ اللَّيْلِ؛ فَإنَّ صَلاةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَشْهُودَةٌ وَذَلِكَ أَفْضَلُ». أخرجه مسلم

Dari Jabir Radhiyallahu anhu ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang khawatir tidak bangun di akhir malam maka lakukanlah shalat witir di awal malam, dan siapa yang yakin akan bangun di akhir malam maka lakukanlah shalat witir di akhir malam, karena sesungguhnya shalat di akhir malam disaksikan (oleh para malaikat) dan itu lebih afdol”. HR. Muslim. [3]

Fadhilah Doa, Shalat, dan Zikir di malam hari.
Hadis Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله- صلى الله عليه وسلم- قال: «يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ؟ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ؟ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ». متفق عليه

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda: ”Allah Tabaraka wa Ta’ala setiap malam turun ke langit dunia saat malam tinggal sepertiga, lalu berfirman: “siapa yang berdoa kepada-Ku pasti aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku pasti Aku beri, siapa yang meminta ampunan-Ku, pasti Aku ampuni” . Muttafaq alaih . [4]

Hadis Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

عن جابر رضي الله عنه قال: سمعت النبي- صلى الله عليه وسلم- يقول: «إنَّ فِي اللَّيلِ لَسَاعَةً، لا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ الله خَيراً مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، إلَّا أَعْطَاهُ إيَّاهُ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ». أخرجه مسلم

Dari Jabir Radhiyallahu anhu ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya dalam satu malam ada satu waktu yang bila seorang lelaki muslim mendapatkannya lalu memohon kepada Allah Ta’ala kebaikan urusan dunia dan akhirat melainkan Allah mengabulkannya, ini pada setiap malam”. HR. Muslim. [5]

Fadhilah Shalat Dhuha dan waktu utamanya.
Hadis Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

عن أبي ذر رضي الله عنه عن النبي- صلى الله عليه وسلم- أنه قال: «يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بِالمعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ المُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى». أخرجه مسلم

Dari Abu Dzar Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Setiap persendian kalian bisa bersedekah, setiap ucapan tasbih adalah sedekah, setiap ucapan tahmid adalah sedekah, setiap ucapan tahlil adalah sedekah, dan setiap ucapan takbir adalah sedekah, serta menganjurkan berbuat kebajikan adalah sedekah,  mencegah perbuatan munkar adalah sedekah, dan ganjaran yang setimpal dengan amalan di atas adalah melaksanakan shalat dhuha dua rakaat”. HR. Muslim [6]

Hadis Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

عن زيد بن أرقم رضي الله عنه أن رسول الله- صلى الله عليه وسلم- قال: «صَلاةُ الأَوَّابِينَ حِيْنَ تَرْمَضُ الفِصَالُ». أخرجه مسلم

Dari Zaid bin Arqom Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalatnya orang-orang yang bertaubat ketika unta kecil kepanasan”. HR. Muslim. [7]

Fadhilah Sering Sujud dan Do’a

[Disalin dari مختصر الفقه الإسلامي   (Ringkasan Fiqih Islam Bab :  Fiqih Al-Qur’an dan Sunnah (Keutamaan Amal, Adab, Dzikir dan Doa-Doa) فقه القرآن والسنة في الفضائل والأخلاق والآداب والأذكار والأدعية ). Penulis Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri  Penerjemah Team Indonesia islamhouse.com : Eko Haryanto Abu Ziyad dan Mohammad Latif Lc. Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah. IslamHouse.com 2012 – 1433]
_______
Footnote

[1] Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 728.
[2] Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 1163.
[3] Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 755.
[4] Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :1145 dan  Muslim no hadist: 758.
[5] Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 757.
[6] Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 720.
[7] Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 748.

Fadhilah Sering Sujud dan Do’a

FADHILAH SHALAT

Fadilah sering sujud dan berdoa
Hadis Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

عن ربيعة بن كعب الأسلمي رضي الله عنه قال: كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ الله- صلى الله عليه وسلم- فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ فَقَالَ لِي: «سَلْ» فَقُلْتُ أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الجَنَّةِ قَالَ: «أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ» قُلْتُ: هُوَ ذَاكَ. قَالَ: «فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ». أخرجه مسلم.

Dari Rabiah bin Ka’ab Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Aku pernah bermalam bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  kemudian aku membawa kepadanya air untuk beliau berwudhu dan buang hajat, lalu beliau bersabda: “Mintalah dariku”, aku berkata: “Aku meminta menjadi pendampingmu di syurga”, ia bersabda: “Mintalah selain itu”, aku berkata: “Aku hanya meminta menjadi pendampingmu di syurga”, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Mintalah selain itu”, aku berkata: “Itu permintaanku”, ia bersabda: “Bantulah aku mewujudkan permintaanmu dengan banyak engkau bersujud (shalat)”. HR. Muslim [1]

Hadis Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

عن ثوبان رَضي الله عنه قال: قَالَ رَسُولُ الله- صلى الله عليه وسلم-: «عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ للهِ، فَإنَّكَ لا تَسْجُدُ للهِ سَجْدَةً إلا رَفَعَكَ الله بِهَا دَرَجَةً، وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً». أخرجه مسلم.

Dari Tsauban Radhiyallahu anhu ia berkata: “Aku mendegar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perbanyaklah bersujud sesungguhnya engkau tidak melakukan satu sujudpun karena Allah, melainkan Allah mengangkatkan engkau dengan sujud tersebut satu derajat dan Allah menghapuskan darimu satu kesalahan”. HR. Muslim [2]

Fadilah Shalat Sunat di rumah.

عن زيد بن ثابت رضي الله عنه أن النبي- صلى الله عليه وسلم- قال: «… فَعَلَيْكُمْ بِالصَّلاةِ فِي بُيُوتِكُمْ فَإنَّ خَيْرَ صَلاةِ المرءِ فِي بَيْتِهِ إلَّا الصَّلاةَ المكْتُوبَةَ». متفق عليه

Dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu, bahwa  Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalatlah wahai manusia di rumah kalian, karena sesungguhnya shalat yang paling afdol adalah shalatnya seorang lelaki di rumahnya kecuali shalat fardu”. Muttafaq ’alaih. [3]

Fadilah melakukan amalan Fardhu dan Sunnah.

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله- صلى الله عليه وسلم-: «إنَّ الله تَعَالَى قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيّاً فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيهِ وَمَا زَالَ عَبْدِي يَتَقَّرَبُ إلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أَحْبَبْتُهُ، فَكُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَإنْ سَأَلَنِي لأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ، وَمَا تَرَدَّدتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ المؤمِنِ يَكْرَهُ الموتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ». أخرجه البخاري

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah berfirman: “Barang siapa yang memusuhi wali-Ku berarti ia menyatakan perang dengan-Ku, dan tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Kucintai daripada perbuatan yang telah Kuwajibkan dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan melaksanakan amalan-amalan sunat hingga Aku mencintainya, maka apabila Aku telah mencintainya Aku menjadi pendengarannya yang ia mendengar dengan pendengaran tersebut, Aku penglihatannya yang ia melihat dengan penglihatan tersebut, Aku menjadi tangannya yang ia bergerak dengan tangan tersebut, dan Aku menjadi kakinya yang ia berjalan dengan kaki tersebut. Andai ia minta kepada-Ku niscaya Aku beri, dan andai ia minta perlindungan-Ku, akan Kuberi, Aku tak pernah ragu melakukan sesuatu seperti keraguan saat seorang mukmin membenci kematian sedangkan AKu tak ingin menyakitinya ”. HR. Bukhari. [4]

Fadilah Zikir setelah melaksanakan Shalat Fardhu.

عن أبي هريرة رضي الله عنه عن رسول الله- صلى الله عليه وسلم-: «مَنْ سَبَّحَ الله فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاةٍ ثَلاثاً وَثَلاثِينَ، وَحَمِدَ الله ثَلاثاً وَثَلاثِينَ، وَكَبَّرَ الله ثَلاثاً وَثَلاثِينَ، فَتِلْكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ، وَقَالَ تَمَامَ المِائَةِ: لا إلَهَ إلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الملْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَديرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ البَحْرِ». أخرجه مسلم

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia bersabda:  “Siapa yang bertasbih setiap selesai shalat sebanyak 33x dan bertahmid 33x, dan bertakbir 33x, dan menggenapkan seratus dengan ucapan:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

(Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, semua kerajaan adalah milik-Nya, dan bagi-Nya segala pujian dan Dia berkuasa terhadap segala sesuatu). Maka diampunkan seluruh kesalahannya sekalipun seperti buih di lautan”. HR. Muslim.

Fadilah Shalat Jenazah, mengiringinya serta menghadiri pemakamannya.

[Disalin dari مختصر الفقه الإسلامي   (Ringkasan Fiqih Islam Bab :  Fiqih Al-Qur’an dan Sunnah (Keutamaan Amal, Adab, Dzikir dan Doa-Doa) فقه القرآن والسنة في الفضائل والأخلاق والآداب والأذكار والأدعية ). Penulis Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri  Penerjemah Team Indonesia islamhouse.com : Eko Haryanto Abu Ziyad dan Mohammad Latif Lc. Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah. IslamHouse.com 2012 – 1433]
_______
Footnote

[1] Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 489.
[2] Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 488.
[3] Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :731 dan  Muslim no hadist: 781.
[4] Diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6502.

Fadhilah Shalat Jenazah

FADHILAH SHALAT

Fadilah Shalat Jenazah, mengiringinya ke pemakaman serta menghadiri pemakamannya.

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله- صلى الله عليه وسلم- قال: «مَنِ اتَّبَعَ جَنَازَةَ مُسْلِمٍ إيمَاناً وَاحْتِسَاباً، وَكَانَ مَعَهُ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا وَيُفْرَغَ مِنْ دَفْنِهَا، فَإنَّهُ يَرْجِعُ مِنَ الأَجْرِ بِقِيرَاطَينِ، كُلُّ قِيرَاطٍ مِثلُ أُحُدٍ، وَمَنْ صَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ رَجَعَ قَبْلَ أَنْ تُدْفَنَ فَإنَّهُ يَرْجِعُ بِقِيرَاطٍ». متفق عليه

Dari Abu Huraira Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang ikut menyelenggarakan jenazah seorang muslim dengan penuh keimanan dan keikhlasan, ia ikut menshalatkannya dan memakamkannya maka ia pulang dengan membawa pahala sebanyak dua qirath, satu qirathnya seperti Bukit Uhud, siapa yang ikut menshalatkan kemudian kembali sebelum dimakamkan maka ia pulang dengan pahala satu qirat”. HR. Bukhari. [1]

Fadilah Jenazah yang dishalatkan oleh kaum muslimin.

Hadis Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

عن عائشة رضي الله عنها عن النبي- صلى الله عليه وسلم- قال: «مَا مِنْ مَيِّتٍ يُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنَ المسْلِمينَ يَبْلُغُونَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَه إلا شُفِّعُوا فِيهِ». أخرجه مسلم.

Dari `Aisyah Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak seorang mayat pun yang dishalatkan kaum muslimin jumlah mereka sampai seratus, masing-masing mereka memberikan syafaat untuknya melainkan si mayat mendapat syafaat”. HR. Muslim. [2]

Hadis Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: سمعت رسول الله- صلى الله عليه وسلم- يقول: «مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلاً، لا يُشْركُونَ بِالله شَيئاً إلَّا شَفَّعَهُمُ الله فِيهِ». أخرجه مسلم

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda: “Tidak seorang muslimpun yang meninggal lalu ada 40 orang lelaki yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun, menshalatinya melainkan Allah memberi syafaat untuknya”. HR. Muslim. [3]

Fadilah kematian orang yang dicintai dan mengikhlaskannya kepada Allah.

عن أبي هريرة رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ الله- صلى الله عليه وسلم- قَالَ: «يَقُولُ الله تَعَالَى: مَا لِعَبْدِي المُؤْمِنِ عِنْدِي جَزَاءٌ إذَا قَبَضْتُ صَفِيَّهُ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا ثُمَّ احْتَسَبَهُ إلَّا الجَنَّةَ». أخرجه البخاري

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah Ta’ala berfirman (hadis Qudsi): “Aku tidak mempunyai balasan bagi hamba-Ku yang beriman apabila Kuambil kekasihnya dari penduduk dunia kemudian ia mengikhlaskannya kecuali balasannya adalah syurga” HR. Bukhari. [4]

Fadilah Shalat di masjid Mekkah dan Madinah

[Disalin dari مختصر الفقه الإسلامي   (Ringkasan Fiqih Islam Bab :  Fiqih Al-Qur’an dan Sunnah (Keutamaan Amal, Adab, Dzikir dan Doa-Doa) فقه القرآن والسنة في الفضائل والأخلاق والآداب والأذكار والأدعية ). Penulis Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri  Penerjemah Team Indonesia islamhouse.com : Eko Haryanto Abu Ziyad dan Mohammad Latif Lc. Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah. IslamHouse.com 2012 – 1433]
_______
Footnote

[1] Diriwayatkan oleh Bukhari no hadist: 47, ini adalah lafadznya dan Muslim no hadist: 945
[2] Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 947.
[3] Diriwayatkan oleh Muslim no hadist: 948.
[4] Diriwayatkan oleh Bukhari no hadist: 6424.

Fadilah Shalat di masjid Mekkah dan Madinah

FADHILAH SHALAT

Fadilah Shalat di masjid Mekkah dan Madinah.
Hadis Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله- صلى الله عليه وسلم- قال: «صَلاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إلَّا المَسْجِدَ الحَرَامَ». متفق عليه

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalat di masjidku ini lebih baik dari pada shalat di masjid lain seribu kali, kecuali Masjidil Haram”. Muttafaq alaih. [1]

Hadis Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

عن جابر رضي الله عنه أن رسول الله- صلى الله عليه وسلم- قال: «صَلاةٌ فِي مَسْجِدِي أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إلَّا المَسْجِدَ الحَرَامَ، وَصَلاةٌ فِي المَسْجِدِ الحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاةٍ فِيمَا سِوَاهُ». أخرجه أحمد وابن ماجه

Dari Jabir Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Satu shalat di masjidku ini lebih utama dari seribu shalat di tempat lain, kecuali Masjidil Haram, dan satu shalat di Masjidil Haram lebih utama  dari seratus ribu shalat di tempat lain“. H.R. Ahmad dan Ibnu Majah. [2]

Fadilah Shalat di Baitul Maqdis.

عن أبي ذر رضي الله عنه قال: تَذاكَرْنا ونحن عند رسول الله- صلى الله عليه وسلم- أيُّهما أفضل: مسجد رسول الله- صلى الله عليه وسلم-؟ أم مسجد بيت المقدس؟ فقال رسول الله- صلى الله عليه وسلم-: «صَلاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذا أفْضَلُ مِنْ أرْبَعِ صَلَواتٍ فِيهِ وَلَنِعْمَ المُصَلَّى..». أخرجه الحاكم

Dari Abu Dzar Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Kami berdiskusi di hadapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang mana yang lebih utama Masjid Rasulullah atau Masjid Baitul Maqdis, maka beliau bersabda: “satu kali shalat di masjidku lebih baik dari empat kali shalat di Baitul Maqdis, sungguh ini adalah sebaik-baik tempat shalat .. “. H.R. Hakim. [3]

Fadilah Shalat di Masjid Quba’.

عن سهل بن حنيف رضي الله عنه قال: قال رسول الله- صلى الله عليه وسلم-: «مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ، ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاءٍ، فَصَلَّى فِيهِ صَلاةً، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَةٍ». أخرجه النسائي وابن ماجه.

Diriwayatkan dari Sahal bin Hunaif Radhiyallahu anhu ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang berwudhu di rumahnya lalu  mendatangi masjid Quba) dan shalat di dalamnya, maka  pahalanya seperti umrah“. H.R. Nasa’i dan Ibnu Majah [4]

[Disalin dari مختصر الفقه الإسلامي   (Ringkasan Fiqih Islam Bab :  Fiqih Al-Qur’an dan Sunnah (Keutamaan Amal, Adab, Dzikir dan Doa-Doa) فقه القرآن والسنة في الفضائل والأخلاق والآداب والأذكار والأدعية ). Penulis Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri  Penerjemah Team Indonesia islamhouse.com : Eko Haryanto Abu Ziyad dan Mohammad Latif Lc. Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah. IslamHouse.com 2012 – 1433]
_______
Footnote

[1] Muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :1190, ini adalah lafadznya dan  Muslim no hadist: 1394.
[2] Shahih diriwayatkan oleh Ahmad no hadist :14750, lihat Irwa’ al-Ghalil no hadist: 1129  dan  Ibnu Majah no hadist:  1406, ini adalah lafadznya, Shahih Sunan Ibnu Majah no hadist: 1155
[3] Shahih diriwayatkan oleh Hakim no hadist :8553, lihat Al-Silsilah Al-Shahihah no hadist: 2902
[4] Shahih diriwayatkan oleh Nasa’i  no hadist :699, Shahih Sunan Nasa’I no hadist: 675 dan Ibnu Majah no hadist : 1412, Shahih Sunan Ibnu Majah no hadist: 1160