Hubungan As-Sunnah Dengan Al-Qur’an

HUBUNGAN AS-SUNNAH DENGAN AL-QUR-AN Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas حفظه الله Ditinjau dari hukum yang ada maka hubungan As-Sunnah dengan Al-Qur-an, sebagai berikut: 1. As-Sunnah berfungsi sebagai penguat hukum yang sudah ada di dalam Al-Qur-an. Dengan demikian hukum tersebut mempunyai dua sumber dan terdapat pula dua dalil. Yaitu dalil-dalil yang tersebut di dalam

Janganlah Berbuat Kerusakan di Muka Bumi

JANGANLAH BERBUAT KERUSAKAN DI MUKA BUMI Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas حفظه الله  وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi, setelah (diciptakan) dengan baik. Berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allâh sangat dekat kepada

Ahlus Sunnah Menyuruh Yang Ma’ruf Dan Mencegah Yang Munkar Menurut Ketentuan Syari’at

AHLUS SUNNAH MENYURUH YANG MA’RUF DAN MENCEGAH YANG MUNKAR MENURUT KETENTUAN SYARI’AT Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas حفظه الله Definisi ma’ruf menurut penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, yaitu suatu nama yang mencakup apa-apa yang dicintai Allah dari iman dan amal shalih. Adapun munkar yaitu, suatu nama yang mencakup bagi setiap apa-apa yang tidak disukai

Prinsip Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Dalam Masalah Dien Dan Iman

PRINSIP AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH DALAM MASALAH DIEN DAN IMAN Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas حفظه الله Prinsip Ahlus Sunnah tentang iman adalah sebagai berikut:[1] 1. Iman adalah meyakini dengan hati, mengucapkannya dengan lisan dan mengamalkannya dengan anggota badan. 2. Amal perbuatan – dengan seluruh jenisnya yang meliputi amalan hati dan anggota badanadalah

Syarat Dan Kaidah Dalam Dakwah (Mengajak) Manusia Kepada Agama Islam Yang Benar

SYARAT DAN KAIDAH DALAM DAKWAH (MENGAJAK) MANUSIA KEPADA AGAMA ISLAM YANG BENAR Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas حفظه الله Berdakwah mengajak manusia kepada Islam yang benar, yaitu mengajak manusia kepada cara beragama yang benar, baik tentang ‘aqidah, manhaj, ibadah, akhlak, dan yang lainnya menurut pemahaman Salafush Shalih. Dakwah ini harus memenuhi tiga syarat:

Mengenal Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

MENGENAL NABI NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM Oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Beliau adalah Muhammad bin ‘Abdullah, bin ‘Abdul Muthallib, bin Hasyim. Hasyim adalah termasuk suku Quraisy, suku Quraisy termasuk bangsa Arab, sedang bangsa Arab adalah termasuk keturunan Nabi Isma’il, putera Nabi Ibrahim Al-Khalil. Semoga Allah melimpahkan kepadanya dan kepada Nabi kita sebaik-baik

Larangan Ghuluw Dan Berlebih-Lebihan Dalam Memuji Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

LARANGAN GHULUW DAN BERLEBIH-LEBIHAN DALAM MEMUJI NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM. Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas حفظه الله Ghuluw artinya melampaui batas. Dikatakan: “ غَلاَ يَغْلُو غُلُوًّا ,” jika ia melampaui batas dalam ukuran. Allah berfirman: لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ “Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu.” [An-Nisaa’/4: 171] Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Anjuran Bershalawat Kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

ANJURAN BERSHALAWAT KEPADA NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM[1]. Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas حفظه الله Di antara hak Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disyari’atkan Allah Subhanahu wa Ta’ala atas ummatnya adalah agar mereka mengucapkan shalawat dan salam untuk beliau. Allah Subhanahu wa Ta’ala dan para Malaikat-Nya telah bershalawat kepada beliau Shallallahu ‘alaihi

Wajibnya Mentaati Dan Meneladani Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

WAJIBNYA MENTAATI DAN MENELADANI NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM[1] Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas حفظه الله Kita wajib mentaati Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan menjalankan apa yang diperintahkannya dan meninggalkan apa yang dilarangnya. Hal ini merupakan konsekuensi dari syahadat (kesaksian) bahwa beliau adalah Rasul (utusan) Allah. Dalam banyak ayat Al-Qur-an, Allah Subhanahu wa

Wajibnya Mencintai Dan Mengagungkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

WAJIBNYA MENCINTAI DAN MENGAGUNGKAN NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM SERTA LARANGAN GHULUW (BERLEBIH-LEBIHAN)[1] Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas حفظه الله Ahlus Sunnah wal Jama’ah sepakat tentang wajibnya mencintai dan mengagungkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi kecintaan dan pengagungan terhadap seluruh makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Akan tetapi dalam mencintai dan mengagungkan