Lihat Apa Yang Dia Katakan!

LIHAT APA YANG DIA KATAKAN! Pertanyaan. Bismillah. Haditskah ? atau ungkapan? “undzur ma qola walaa tandzu man qola“. Kalau hadits shahihkah? Syukron. Jawaban. Kalimat  “ أُنْظُرْ مَا قَالَ وَلاَ تَنْظُرْ مَنْ قَالَ ”  artinya: “Lihatlah apa yang dia katakan, dan janganlah engkau melihat orang yang mengatakan”.  Kalimat ini bukan ayat dan bukan hadits Nabi Shallallahu

Meniti As-Shirât Al-Mustaqîm

MENITI AS-SHIRAT AL-MUSTAQIM Allâh Azza wa Jalla berfirman: اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ﴿٦﴾صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ Tunjukilah kami jalan yang lurus,  (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. [Al-Fâtihah/1:6-7] Itulah diantara permohonan yang selalu diucapkan oleh setiap

Apa Yang Dimaksud As-Shirât Al-Mustaqîm Itu?

MENITI AS-SHIRAT AL-MUSTAQIM 2. Apa Yang Dimaksud As-Shirât Al-Mustaqîm Itu? As-Shirât al-mustaqîm (jalan lurus) adalah jalan yang tidak berkelok, tidak miring, tidak menyimpang ke kiri maupun ke kanan. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: قَدْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى الْبَيْضَاءِ، لَيْلُهَا كَنَهَارِهَا، لَا يَزِيغُ عَنْهَا بَعْدِي إِلَّا هَالِكٌ Saya telah tinggalkan kalian di atas al-baidha’ (agama dan

Halangan Dan Rintangan Dalam Menyusuri As-Shirât Al-Mustaqîm (Jalan Yang Lurus)

MENITI AS-SHIRAT AL-MUSTAQIM 3. Halangan Dan Rintangan Dalam Menyusuri As-Shirât Al-Mustaqîm (Jalan Yang Lurus) Wahai orang yang menempuh jalan lurus ini! Seyogyanya Anda tahu bahwa di hadapan saudara ada rintangan yang siap menghalangi perjalanan saudara dan berupaya menghentikannya. Rintangan tersebut ada tiga yang di dalam surat al-Fâtihah (yang selalu kita baca-red) itu ada petunjuk yang

Siapakah Orang Yang Berjalan Di Atas Ash-Shirât Al-Mustaqîm?

MENITI AS-SHIRAT AL-MUSTAQIM 4. Siapakah Orang Yang Berjalan Di Atas Ash-Shirât Al-Mustaqîm? Orang-orang yang berjalan di atas ash-shirât yang mendapatkan anugerah kenikmatan yaitu orang-orang yang disebutkan dalam firman Allâh Azza wa Jalla : وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا Dan barangsiapa yang mentaati

Larangan Shurah

LARANGAN SHURAH Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Sesama umat Islam wajib saling menasehati di dalam kebenaran dan kesabaran. Maka di sini kami ingin menyampaikan sedikit nasehat tentang suatu perkara yang banyak dilalaikan oleh kebanyakan orang. Sesungguhnya membuat shurah (bentuk patung atau gambar makhluk bernyawa) dilarang di dalam agama Islam berdasarkan banyak hadits-hadits yang shahih.

Akhir Tragis Sang Penguasa Tiran

AKHIR TRAGIS SANG PENGUASA TIRAN Penguasa yang ingkar kepada Allâh, lagi menyandang gelar sebagai seorang tiran dalam memerintah, maka cepat atau lambat, kebinasaan akan menghantamnya. Hal ini bisa kita baca dari lembaran hidup para penguasa tiran sepanjang sejarah manusia. Juga secara umum bisa kita perhatikan dari sejarah umat terdahulu, terutama yang telah diangkat dalam al-Quranul

Mari Bersungguh-Sungguh Qiyâmullail

MARI BERSUNGGUH-SUNGGUH QIYAMULLAIL Diantara sebab yang bisa mendatangkan kecintaan kepada Allâh Azza wa Jalla yaitu menyendiri diwaktu Allâh Azza wa Jalla turun ke langit dunia untuk bermunajat kepada-Nya, membaca firman-firman-Nya, menghadirkan hati dan beradab dengan adab seorang hamba dihadapan Allâh Azza wa Jalla kemudian diakhiri dengan istighfar dan taubat. Ini termasuk sebab atau faktor yang

Awal Petaka Kesesatan

AWAL PETAKA KESESATAN Oleh Ustadz Abu Minhal Lc Kebaikan yang murni, petunjuk yang benar-benar lurus, dan kebahagiaan hakiki tidak bisa diketahui seorang manusia melalui pandangan mata,  ketajaman akal-pikiran dan kejernihan hatinya semata. Kemampuan jarak pandang manusia sangat terbatas. Ketajaman akal-pikirannya pun dapat disanggah oleh orang-orang yang lebih pandai darinya. Dari sini, manusia memerlukan wahyu demi

Sifat Qudrah (Berkuasa) Allah Subhanahu Wa Ta’ala

SIFAT QUDRAH (BERKUASA) ALLÂH SUBHANAHU WA TA’ALA Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Allâh Azza wa Jalla memiliki sifat-sifat kesempurnaan dan suci bersih dari segala sifat kekurangan. Di antara sifat kesempurnaan Allâh adalah sifat qudrah (berkuasa), yaitu Allâh Azza wa Jalla berkuasa atas segala sesuatu. Allâh Azza wa Jalla  memberitahukan tentang ini dalam banyak tempat