Bahagia Dengan Husnul Khatimah, Sengsara Dengan Su’ul Khatimah

BAHAGIA DENGAN HUSNUL KHATIMAH, SENGSARA DENGAN SU’UL KHATIMAH Oleh Khalid bin ‘Abdurrahman asy Syayi’ Keadaan seseorang saat tutup usia memiliki nilai tersendiri, karena balasan baik dan buruk yang akan diterimanya tergantung pada kondisinya saat tutup usia. Sebagaimana dalam hadits yang shahih : إنَّمَا الأَعْمَالُ بِالخَـوَاتِيْمُ رواه البخاري وغَيْرُهُ. “Sesungguhnya amalan itu (tergantung) dengan penutupnya”. [HR

Mengapa Tidak Semakin Mendekat Kepada Allah?

MENGAPA TIDAK SEMAKIN MENDEKAT KEPADA ALLAH? Oleh Ustadz Ahmas Faiz bin Asifuddin Ketika bencana terjadi secara beruntun, mengapa banyak manusia semakin merendahkan diri dan semakin mengagungkan para pembesar jin yang diyakini sebagai penguasa laut, gunung-gunung, hutan-hutan atau tempat-tempat tertentu lainnya? Mengapa Allah sebagai Pencipta dan Penguasa alam semesta sesungguhnya, sekaligus sebagai pembuat bencana, justeru ditinggalkan,

Bahaya Ambisi Terhadap Harta Dan Kehormatan

BAHAYA AMBISI TERHADAP HARTA DAN KEHORMATAN Dari Ka’ab bin Malik Al-Anshari Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلاَ فِي غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ “Dua ekor serigala yang lapar kemudian dilepas, menuju seekor kambing, (maka kerusakan yang terjadi

Pentingnya Keikhlasan Dalam Seluruh Amal Ibadah

PENTINGNYA KEIKHLASAN DALAM SELURUH AMAL IBADAH ومَا أُمِرُوْا إِلاَّلِيَعْبُدُاللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ حُنَفَاءَ Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus…[Al-Bayyinah/98 : 5] Segala Puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala Rabb semesta alam Shalawat dam salam kita sampaikan kepada Nabi Muhammad Shalalllahu ‘alaihi wa sallam Pembawa

Kemaksiatan Dan Dampak Negatifnya Terhadap Individu Dan Masyarakat

KEMAKSIATAN DAN DAMPAK NEGATIFNYA TERHADAP INDIVIDU DAN MASYARAKAT Oleh Syaikh Raid bin Shabri Abu ‘Ulfah Perbuatan dosa dan maksiat memberi pengaruh yang besar serta efek yang sangat berbahaya bagi masyarakat dan individu. Allah telah menerangkan dengan sejelas-jelasnya pengaruh perbuatan ini sejak perbuatan maksiat dilakukan pertama kali. Marilah kita mengambil beberapa nash Al Qur’an dan hadits,

Kewajiban Bertaubat Dan Tunduk Merendahkan Diri Kepada Allah Pada Waktu Terkena Musibah

KEWAJIBAN BERTAUBAT DAN TUNDUK MERENDAHKAN DIRI KEPADA ALLAH PADA WAKTU TERKENA MUSIBAH Dari Abdul Aziz bin Baz kepada orang-orang muslim yang mau mengetahuinya. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan mereka ingat, mengambil pelajaran serta nasehat akan ketentuan-ketentuan yang terjadi dan segera bertaubat dengan taubat yang sebesar-besarnya dari kesalahan-kesalahan dan dosa. Amiin. السلام عليكم و رحمة

Waspadalah Terhadap Perangkap Riya..!

WASPADALAH TERHADAP PERANGKAP RIYA..! Oleh Syaikh Husain bin Audah Al-Awayisyah IKHLAS UNTUK ALLAH TA’ALA[1] Apa Syarat Diterimanya Amal? Sebelum anda melangkah satu langkah –wahai saudaraku muslim- hendaklah anda mengetahui jalan untuk merengkuh keselamatanmu. Janganlah anda memberati diri dengan amalan-amalan yang banyak,. Karena, alangkah banyak orang yang memperbanyak amalan, namun hal itu tidak memberikan manfaat kepadanya

Makna Ikhlas

MAKNA IKHLAS Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa makna Al-Ikhlas? Dan, bila seorang hamba menginginkan melalui ibadahnya sesuatu yang lain, apa hukumnya? Jawaban Ikhlas kepada Allah Ta’ala maknanya seseorang bermaksud melalui ibadahnya tersebut untuk bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah Ta’ala dan mendapatkan keridhaan-Nya. Bila seorang hamba

Tidak Sepantasnya Manusia Menyombongkan Diri

TIDAK SEPANTASNYA MANUSIA MENYOMBONGKAN DIRI[1] APAKAH KESOMBONGAN ITU? Kesombongan (takabbur) atau dikenal dalam bahasa syariat dengan sebutan al-kibr yaitu melihat diri sendiri lebih besar dari yang lain. Orang sombong itu memandang dirinya lebih sempurna dibandingkan siapapun. Dia memandang orang lain hina, rendah dan lain sebagainya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan hakikat kesombongan dalam

Lalai Dari Memohon Petunjuk

LALAI DARI MEMOHON PETUNJUK Jika seseorang berpikir tentang orang-orang yang tersesat, baik orang yang telah mendahuluinya maupun yang semasa dengannya, maka dia akan mendapati banyak di antara mereka itu ternyata orang-orang yang cerdas. Kecerdasan semata tidaklah menjamin pemiliknya untuk meraih petunjuk dan kebenaran, akan tetapi Allâh Azza wa Jalla lah yang memberikan petunjuk kepada orang