Cara Meraih Cinta Allâh : Mengkaji Dan Menghayati Nama-Nama Serta Sifat-Sifat Allâh Tabaraka Wa Ta’ala

CARA MERAIH CINTA ALLAH : MENGKAJI DAN MENGHAYATI NAMA-NAMA SERTA SIFAT-SIFAT ALLAH TABARAKA WA TA’ALA Di sini Ibnul Qayim rahimahullah menjelaskan tentang hakikat ma’rifah, salah satu derajat tinggi yang menghantarkan seorang Mukmin menuju surga. Ma’rifah secara etimologi artinya pengetahuan yang dihasilkan dari sebuah proses tafakur dan tadabbur. Berdasarkan ini, ma’rifah memiliki makna lebih dalam dibandingkan

Cara Meraih Cinta Allâh : Mendahulukan Kecintaan-Nya Daripada Kecintaanmu Saat Hawa Nafsu Mendominasi, Dan Mendaki Menuju Kecintaan

CARA MERAIH CINTA : MENDAHULUKAN KECINTAAN-NYA DARIPADA KECINTAANMU SAAT HAWA NAFSU MENDOMINASI. DAN MENDAKI MENUJU KECINTAAN Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Madârij as-Sâlikîn memaparkan tingkatan kedua dari berbagai tingkatan îtsâr yaitu: lebih mendahulukan ridha Allâh daripada ridha selain-nya; meskipun harus menghadapi ujian yang dahsyat, beban yang berat, serta meski fisik begitu lemah. Pengaruh dari perbuatan

Cara Meraih Cinta Allâh : Bertaqarrub Kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala Dengan Amalan Sunnah Setelah Yang Wajib

CARA MERAIH CINTA ALLAH : BERTAQARRUB KEPADA ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA DENGAN AMALAN SUNNAH SETELAH YANG WAJIB Menunaikan yang wajib adalah taqarrub kepada Allâh Azza wa Jalla yang paling utama. Bila hamba menunaikannya dengan sempurna, ia akan mendapatkan keberuntungan, pun akan menggapai surga dan selamat dari neraka. Pernah seorang dari Najd datang kepada Nabi Shallallahu

Cara Meraih Cinta Allâh : Membaca Al-Qur`an Dengan Khusyu’ Dan Berusaha Memahami Maknanya

CARA MERAIH CINTA ALLAH : MEMBACA AL-QUR’AN DENGAN KHUSYU’ DAN BERUSAHA MEMAHAMI MAKNANYA Al-Qur’an adalah kalamullah yang diucapkan untuk manusia. Dengannya Allâh Azza wa Jalla menyampaikan semua yang ingin disampaikan berupa perintah, larangan, hikmah dan lain sebagainya. Dan ini sebuah penghormatan yang teramat tinggi untuk manusia. Bagaimana tidak? Allâh Azza wa Jalla Yang Maha Agung,

Menggapai Cinta Ilahi

MENGGAPAI CINTA ILAHI. Semua orang merasa mencintai Allâh Azza wa Jalla , tidak terkecuali pengikut agama apa saja baik Yahudi ataupun Nashrani. Semua merasa telah mencintai Allâh Azza wa Jalla dan beragama pun karena ingin mencintai Allâh Azza wa Jalla . Orang Nashrani ingin menciptakan kecintaan kepada Allâh Azza wa Jalla kadang ada dengan sesuai kehendak

Mutiara Dari Pedoman Kembali Kepada Allâh Dan Rasul-Nya Dalam Perselisihan Pendapat

MUTIARA DARI PEDOMAN KEMBALI KEPADA ALLAH DAN RASUL-NYA DALAM PERSELISIHAN PENDAPAT[1] Perbedaan pendapat dalam agama telah terjadi di tengah umat Islam, baik dalam persoalan ushuluddin dan perkara cabang-cabangnya, sebagaimana terjadi pada umat beragama sebelumnya, dari umat Yahudi dan Nasrani. Fakta tersebut, berjalan sesuai dengan berita yang berasal dari wahyu Allâh Azza wa Jalla dalam firman-Nya.

Akibat Mengikuti Pembesar Kaum Yang Sesat

AKIBAT MENGIKUTI PEMBESAR KAUM YANG SESAT Oleh Ustadz Said Yai Ardiansyah, M.A.* يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا﴿٦٦﴾وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا﴿٦٧﴾رَبَّنَا آتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيرًا Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata, ‘Alangkah baiknya, andaikata kami dulu taat kepada

Orang Beriman Akan Melihat Ar-Rahman

ORANG BERIMAN AKAN MELIHAT AR-RAHMAN Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini kebenaran semua berita dari Allâh Azza wa Jalla dan Rasul-Nya. Mereka tidak menolaknya dengan akal atau perasaan. Mereka menetapkan apa yang ditetapkan oleh Allâh Azza wa Jalla dan Rasul-Nya, dan mereka menolak apa yang ditolak oleh Allâh Azza wa

Menjaga Kebersihan Masjid

MENJAGA KEBERSIHAN MASJID Oleh Ustadz Kholid Syamhudi Lc  عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه، قَالَ: جَاءَ أَعْرَابيٌّ فَبَالَ في طَائِفَةِ الْمَسْجِد، فَزَجَرَهُ النَّاسُ، فَنَهَاهُمُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا قَضَى بَوْلَهُ أَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَنُوْبٍ مِنْ مَاءٍ؛ فَأُهْرِيْقَ عَلَيْهِ : مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ Dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu beliau berkata,