Perintah Berlaku Jujur dan Larangan Berbuat Dusta (Bohong)

DAFTAR ISIBerkata Benar (Jujur) dan Jangan Dusta (Bohong) Perintah Berlaku Jujur dan Larangan Berbuat Dusta Pengaruh Kejujuran Dalam Kehidupan Pribadi dan BermasyarakatJujur Hati, Lisan dan PerbuatanOrang Jujur Hebat Di Dunia dan Akhirat Bersama Orang yang Jujur Pentingnya Kejujuran Demi Tegaknya Dunia dan AgamaDalam sepanjang sejarah [...]

Read more

Hadits Dhaif (Lemah) Tentang Tahlilan Untuk Orang Mati

HADITS DHA'IF (LEMAH) TENTANG TAHLILAN UNTUK ORANG MATIOleh Ustadz  Abdullah bin Taslim al-Buthoniعَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ [...]

Kaidah Ke-58 : Kebiasaan Berubah Menjadi Ibadah Dengan Niat Yang Shalih

QAWA’ID FIQHIYAH Kaidah Kelima Puluh Delapanالْعَادَاتُ تَنْقَلِبُ عِبَادَاتٍ بِالنِّيَّاتِ الصَّالِحَاتِ [...]

Kaidah Ke-57 : Segala Sesuatu Yang Tidak Mungkin Terhindar Darinya Maka Dimaafkan

QAWA’ID FIQHIYAH Kaidah Kelima Puluh Tujuhكُلُّ مَا لاَ يُمْكِنُ اْلاِحْتِرَازُ عَنْ مُلاَبَسَتِهِ مَعْفُوٌّ [...]

Kaidah Ke-56 : Pahala Tergantung Pada Besarnya Manfaat Bukan Kadar Kesulitan

QAWA’ID FIQHIYAH Kaidah Kelima Puluh Enamعَلَى قَدْرِ الْمَنْفَعَةِ لاَ الْمَشَقَّةِPahala tergantung pada besarnya manfaat bukan [...]

Kaidah Ke-55 : Perintah Lebih Besar Daripada Larangan

QAWA’ID FIQHIYAH Kaidah Kelima Puluh Limaالْمَأْمُوْرُ بِهِ أَعْظَمُ مِنَ الْمَنْهِيِّ عَنْهُPerintah lebih besar daripada [...]

Kaidah Ke-54 : Hukum Asal Benda-Benda Adalah Suci Dan Boleh Dimanfaatkan

QAWA’ID FIQHIYAH Kaidah Kelima Puluh Empatاْلأَصْلُ فِي اْلأَعْيَانِ اْلإِبَاحَةُ وَالطَّهَارَةُHukum asal benda-benda [...]

Kaidah Ke-53 : Hukum Suatu Perkara Dikaitkan Dengan Sebab Yang Sudah Diketahui

QAWA’ID FIQHIYAH Kaidah Kelima Puluh Tigaالْحُكْمُ الْحَادِثُ يُضَافُ إِلَى السَّبَبِ الْمَعْلُوْمِ لاَ إِلَى [...]

Kaidah Ke-52 : Tidak Ada Taklif Kecuali Dengan Ilmu Dan Tidak Ada Hukuman Kecuali Setelah Datang Peringatan

QAWA’ID FIQHIYAH Kaidah Kelima Puluh Duaلاَ تَكْلِيْفَ إِلاَّ بِعِلْمٍ وَلاَ عِقَابَ إِلاَّ بَعْدَ [...]

Kaidah Ke-51: Barangsiapa Bersungguh-Sungguh, Dianggap Mengerjakan Amalan Secara Sempurna

QAWA’ID FIQHIYAH Kaidah Kelima Puluh Satuمَنِ اجْتَهَدَ وَبَذَلَ مَا فِي وُسْعِهِ فَلاَ ضَمَانَ عَلَيْهِ [...]

Kaidah Ke-50 : Hukum Asal Mu’âmalah Adalah Halal Kecuali Ada Dalil yang Melarangnya

QAWA’ID FIQHIYAH Kaidah Kelima Puluhاْلأَصْلُ فِي الشُّرُوْطِ فِي الْمُعَامَلاَتِ الْحِلُّ وَالْإِبَاحَةُ [...]