almanhaj.or.id news feed  [Valid RSS]

Metode al-Qur’ân Dalam Menyeru Kaum Mukminin Kepada Hukum-Hukum Syari'at

Rabu, 19 Juni 2013 12:24:14 WIB
Kategori : Al-Qur'an : Ilmu

Sering kali Allah Azza wa Jalla menyeru kaum Mukminin untuk melakukan kebaikan atau melarang dari keburukan dengan menggunakan gelar iman yang Allah Azza wa Jalla anugerahkan kepada mereka. Misalnya, Allah Azza wa Jalla berfirman : ” Wahai orang-orang yang beriman, lakukanlah hal ini atau tinggalkanlah perkara ini...” Seruan gaya ini berisi dua seruan sekaligus yaitu : Pertama : seruan agar mereka melaksanakan apa yang menjadi konsekuensi keimanan, syarat-syarat dan hal-hal yang dapat menyempurnakan keimanan mereka, berupa seluruh syariat agama. Oleh karena itu itu para ulama salaf sepakat bahwa iman itu bisa bertambah dan berkurang dan seluruh syari’at agama ini merupakan bagian dari iman. Salah satu buktinya yaitu Allah Azza wa Jalla memulai perintah-Nya kepada kaum Mukminin dengan mengggunakan kata-kata iman. Misalnya, "Wahai orang-orang yang beriman…". Kedua : seruan agar mereka mensyukuri karunia keimanan yang Allah Azza wa Jalla anugerahkan, dengan menjelaskan cara bersyukur secara terperinci yaitu tunduk secara mutlak terhadap segala perintah dan larangan-Nya.
 

Metode al-Qur’ân Dalam Menetapkan Kenabian Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam

Selasa, 18 Juni 2013 11:09:50 WIB
Kategori : Al-Qur'an : Ilmu

Allah Azza wa Jalla mengabarkan bahwasanya beliau sama dengan para rasul lainnya. Beliau menyeru apa yang mereka seru. Semua kebaikan yang ada pada diri para rasul juga ada pada diri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Keburukan apapun yang ditiadakan dari para rasul maka Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih pantas berlepas diri darinya. Syariat agama beliau (Islam) menjadi acuan kebenaran syariat-syariat yang lain. Begitu pula, kitab beliau (al-Qur’ân) menjadi barometer kebenaran bagi kitab-kitab sebelumnya. Segala kebaikan yang terdapat pada kitab-kitab dan agama-agama sebelumnya, telah terhimpun pada agama dan kitab Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Bahkan terdapat sisi-sisi keindahan dan keunggulan yang tidak ada di ajaran dan kitab terdahulu. Al-Qur’ân menetapkan kenabian Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan menyebutkan bahwasanya beliau adalah seorang ummi (buta huruf) yang tidak bisa membaca ataupun menulis. Tidak pula pernah duduk belajar bersama seseorang yang mengetahui kandungan kitab-kitab terdahulu. Beliau pun tidak pernah mengumpulkan orang untuk menyusun al-Qur’ân.
 

Orang Yang Hendak Menafsirkan Al-Qur’ân

Senin, 17 Juni 2013 10:55:43 WIB
Kategori : Al-Qur'an : Ilmu

Contoh yang lain adalah perintah Allah Azza wa Jalla untuk menyampaikan hukum-hukum syariat, mengingatkan manusia serta perintah agar mengajarkan hukum syari'at kepada manusia. Maka segala hal yang menjadi sarana untuk melaksanakan perintah ini yaitu menyampaikan hukum-hukum syariat kepada para mukallaf masuk dalam perintah Allah Azza wa Jalla di atas. Seperti perintah agar menyampaikan tentang hilâl untuk penetapan puasa, hari raya dan haji. Maka perintah menyampaikan di sini meliputi perintah menyampaikan dengan suara, atau tembakan atau cara yang lebih cepat seperti mesin faksimile dan lain-lain. Demikian juga perintah menyampaikan ini mencakup perintah terhadap setiap sarana pendukung untuk menyampaikan suara kepada pendengar, seperti berbagai perangkat modern saat ini. Tidak adanya berbagai perangkat ini pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , tidak menjadikan perangkat-perangkat ini terlarang dalam Islam. Al-Qur’ân tidak melarang penggunaan sesuatu, selama bermanfaat bahkan bagi orang bisa memahami al-Qur’ân dengan baik; sehingga dia akan mendapati bahwa al-Qur'an menganjurkan penggunaannya.
 

Ayat-Ayat Al-Qur’an Yang Zhahirnya Terkesan Bertentangan

Minggu, 16 Juni 2013 10:48:33 WIB
Kategori : Al-Qur'an : Ilmu

Dalam sebagian ayat, kaum Muslimin dilarang berwalâ’ (loyal) kepada orang-orang kafir. Juga dilarang mencintai atau menjalin hubungan dengan mereka. Sementara di tempat lain, kaum Muslimin diperintahkan berbuat baik kepada yang memiliki hak dan mempergauli mereka dengan baik seperti orang tua yang kafir atau yang semisalnya. Berikut ini adalah ayat Allah Azza wa Jalla yang menjelaskan dengan gamblang kedua hal di atas. Allah Azza wa Jalla berfirman: "Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu". Jadi yang dilarang adalah berwalâ’ atau mencintai orang kafir karena agama, sementara perbuatan baik yang diperintahkan yaitu perbuatan baik karena ada hubungan kerabat atau untuk tujuan sosial, dengan catatan tidak menodai agama si pelaku.
 

Dunia Diciptakan Karena Nur (Cahaya) Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam?

Sabtu, 15 Juni 2013 12:44:20 WIB
Kategori : Bahasan : Aqidah

Di antara keyakinan keliru yang digagas oleh aqthâb (tokoh) Sufi, disebarkan dan dibela oleh mereka, aqidah Nur Muhammad. Mereka pun membakukan ushul (landasan-landasan) untuk membenarkan aqidah ini dalam kitab-kitab yang mereka tulis dan dalam syair-syair mereka susun. Hanya, meski cukup terkenal aqidah ini, namun para Ulama mereka belum satu kata dalam mendefinisikannya secara detail dan jelas. Masing-masing menyampaikannya sesuai dengan perasaan dan apa yang terbetik pada firasatnya (?!). Mereka mengatakan, “(Yang dimaksud Nur Muhammad) bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam diciptakan dari cahaya, dan yang pertama kali diciptakan oleh Allâh Azza wa Jalla adalah cahaya Muhammad; dan bumi seisinya diciptakan karena Rasûlullâh, kalaulah tidak ada beliau, maka bumi tidak akan pernah ada dan diciptakan” Yûsuf Ismâil an-Nabhâni salah satu pembela ideologi ini menjelaskan makna istilah yang aneh ini dengan berkata, “Ketahuilah, bahwasannya tatkala kehendak al-Haq (Allâh) berhubungan dengan penciptaan para makhluk-Nya, Allâh Azza wa Jalla telah menampakkan haqiqat Muhammad dari cahaya-cahaya-Nya, kemudian dengan sebabnya tersingkaplah seluruh alam dari atas hingga bawahnya ……
 

Pengeboman Dan Pengrusakan Bukan Jihad!

Jumat, 7 Juni 2013 06:20:57 WIB
Kategori : Al-Masaa'il : Terorisme

Alangkah serupanya hari ini dengan hari kemarin! Peristiwa pengeboman dan pengrusakan yang terjadi di kota Riyadh di awal tahun ini (1424 H) adalah buah dari usaha setan dalam menyesatkan dan menghiasi sikap ghuluw (melewati batas) dalam beragama. Ini termasuk kejahatan dan pengrusakan di muka bumi yang paling keji. Parahnya lagi, setan menghiasi bagi pelakunya bahwa itu merupakan jihad. Dengan akal dan agama mana (pengeboman dan pengrusakan) itu sebagai jihad ?! Membunuh jiwa kaum muslimin dan orang-orang kafir mu'ahad (dalam perjanjian damai), menjadikan orang-orang yang aman menjadi takut, menjadikan wanita-wanita menjadi janda, menjadikan anak-anak menjadi yatim, dan menghancurkan bangunan-bangunan beserta para penghuninya ?! Saya merasa perlu membawakan nash-nash al-Quran dan as-Sunnah tentang besarnya urusan (dosa) pembunuhan dan bahayanya, tentang bunuh diri, membunuh seorang Muslim, membunuh kafir mu'ahad, baik sengaja atau tidak sengaja. Tujuannya yaitu untuk menegakkan hujjah dan menjelaskan jalan yang lurus. Saya mohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar memberi petunjuk kepada orang-orang yang sesat menuju kebenaran dan mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan menuju cahaya, dan semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjaga kaum Muslimin dari keburukan pelaku kejahatan. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Mengabulkan doa.
 

First  Prev  1  2  3  4  5  6  Next  Last

Bismillaahirrahmaanirrahiim Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga dicurahkan kepada Rasul termulia, juga kepada seluruh keluarga dan shahabatnya. Amma ba'du. Website almanhaj.or.id adalah sebuah media dakwah sangat ringkas dan sederhana, yang diupayakan untuk ikut serta dalam tasfiyah (membersihkan) umat dari syirik, bid'ah, serta gerakan pemikiran yang merusak ajaran Islam dan tarbiyah (mendidik) kaum muslimin berdasarkan ajaran Islam yang murni dan mengajak mereka kepada pola pikir ilmiah berdasarkan al-Qur'an dan as-Sunnah dengan pemahaman Salafush Shalih. Kebenaran dan kebaikan yang anda dapatkan dari website ini datangnya dari Allah Ta'ala, adapun yang berupa kesalahan datangnya dari syaithan, dan kami berlepas diri dari kesalahan tersebut ketika kami masih hidup ataupun ketika sudah mati. Semua tulisan atau kitab selain Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahihah dan maqbul, mempunyai celah untuk dikritik, disalahkan dan dibenarkan. Barangsiapa yang melihat adanya kesalahan hendaknya meluruskannya. Hati kami lapang dan telinga kami mendengar serta bersedia menerima. Semoga Allah menjadikan upaya ini sebagai amalan shalih yang bermanfaat pada hari yang tidak lagi bermanfaat harta dan anak-anak, melainkan orang yang menemui Rabb-nya dengan amalan shalih. Jazaakumullahu khairan almanhaj.or.id Abu Harits Abdillah - Redaktur Abu Khaulah al-Palimbani - Web Admin