Islam Padukan Ilmu Syar'i Dan Dunia

Banyak orang yang salah kaprah tentang hakikat ilmu yang shahih, yaitu ilmu yang harus dipelajari dan dicari. Mereka berselisih menjadi dua pendapat, yang saling bersebrangan dan ekstrim. Salah satunya lebih berbahaya daripada yang lainnya. Pendapat pertama, pendapat yang mengatakan bahwa ilmu yang shahih hanya terbatas pada sebagian ilmu syar’i yang hanya berkaitan dengan perbaikan akidah, akhlak dan ibadah, bukan semua ilmu yang ditunjukkan oleh al-Qur’ân dan as-Sunnah yang mencakup ilmu syar'i dan semua ilmu yang menjadi perantaranya dan ilmu pengetahuan tentang alam semesta. Pendapat ini bersumber dari mereka yang tidak memahami syari’at dengan benar. Namun, sekarang mulai mencari cara tatkala melihat banyaknya maslahah dan manfaat ilmu pengetahuan tentang alam semesta, juga ketika sebagian besar mereka menyadari adanya petunjuk dari nash-nash agama tentang ilmu tersebut.
 

Islam Dan Problematika Ekonomi

Dalam permasalahan ekonomi, manusia memiliki tujuan dan cara yang berbeda-beda, tergantung tujuan masing-masing individu, bukan tergantung pada kebenaran yang ingin mereka ikuti dan kemaslahatan umum yang ingin mereka realisasikan. Akibatnya, mereka menyimpang dari jalan yang bermanfaat bersama. Karena tidak mau terikat dengan petunjuk-petunjuk agama Islam, sementara cara berfikir manusia itu berbeda-beda, dan amalan pun sesuai dengan cara berfikir itu, maka yang timbul adalah bencana yang merata dan fitnah (perselisihan) sengit antara orang yang mengaku sebagai pembela kaum miskin dan buruh dengan orang-orang yang memiliki harta dan kekayaan. Masing-masing memiliki banyak argumen, akan tetapi semua argumen mereka tidak benar bahkan cendrung menyesatkan.
 

Belajar Dari Tragedi Yaman

Apa yang terjadi saat ini di Yaman merupakan akibat dan kelanjutan dari aktivitas gerakan dakwah Syi’ah di Yaman Utara. Awalnya, dakwah Syi’ah pimpinan Badruddin al-Khutsi ini berpaham Zaidiyyah Jarudiyyah, kemudian setelah pergi ke Iran dan menetap di sana (1994) berubah menjadi Syi’ah Imamiyyah Itsnay Asyariyyah atau Rafidhah. Kemudian berkembang meniru Hizbullah Lebanon, hingga memiliki milisi bersenjata bernama Anshar Allah, yang dibiayai oleh Iran dan dikenal dengan “Hutsiyyin”. Kelompok Syi’ah ini melakukan pemberontakan peperangan, dan kejahatan-kejahatan yang banyak. Kelompok Hutsi akhirnya berhasil menguasai kota Sha’dah pada tanggal 16 Januari 2014. Kemudian berhasil mengkudeta dan menguasai Sanaa, ibu kota Yaman, pada 21 September 2014.
 

Kemuliaan Seorang Hamba Terletak Pada Ibadahnya Kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala

Sesungguhnya kemulian seorang hamba terletak pada ketaatannya menjalankan ibadah kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala ; Kekuatan seorang Muslim, terletak pada rasa tawakkalnya kepada Allâh Azza wa Jalla ; Rasa berkecukupannya, terletak pada keistiqamahannya berdoa memohon semua hajatnya kepada Allâh Azza wa Jalla ; Keselamatannya, terletak pada baiknya kwalitas shalat yang ditunaikan; Bagusnya kesudahan, terletak pada ketaqwaannya kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala ; Kelapangan dada atau kebahagiannya, terletak pada baktinya kepada orang tua, silaturrahmi, dan berbuat baik kepada makhluk. Ketenangan hatinya, terletak pada dzikirnya kepada Allâh Azza wa Jalla yang Maha Pemberi Nikmat.
 

Aqidah Islam, Aqidah Yang Kokoh Dan Bebas Dari Perubahan

Sungguh, aqidah Islam yang shahih, suci dan bersih ini merupakan perkara terpenting dan kewajiban paling urgens. Dan perhatian terhadap aqidah Islam seharusnya lebih didahulukan dari semua perhatian dan kepentingan. Ketika kita memperhatikan sejarah hidup generasi Salaf kita yang terpilih, kita melihat perhatian yang sangat besar dari mereka terhadap urusan aqidah Islam, dan sesungguhnya mereka mendahulukan perkara aqidah Islam dalam perhatian dan penjagaan di atas seluruh perkara, sehingga aqidah menjadi misi, tujuan dan target tertinggi mereka. Perhatian mereka beraneka ragam, diwujudkan dalam banyak media dan usaha-usaha yang bervariasi. Di antara perhatian mereka terhadap aqidah yang termasuk faktor penyebab keterpeliharaan, kekokohan dan kelanggengan aqidah ini adalah karya-karya tulis mereka yang bermanfaat dalam bidang aqidah dan kitab-kitab bagus yang menetapkan, menjelaskan dan menyampaikan bukti-bukti petunjuk dan dalil-dalil aqidah tersebut.
 

Larangan Meminta Jabatan

Terhormat dan disegani adalah keinginan banyak orang. Keduanya sangat identik dengan penguasa. Mungkin karena faktor ini, sehingga banyak orang berlomba dan melakukan berbagai macam cara untuk meraih kekuasaan, tanpa peduli dengan banyaknya pengorbanan materi yang harus dikeluarkan bahkan ada yang nekat melanggar norma agama, dengan melakukan ritual tertentu di kuburan atau tempat-tempat yang dianggap keramat. Terjebak dalam perbuatan bid'ah atau syirik, demi meraih kursi jabatan. Tidakkah mereka khawatir akan beban berat yang akan mereka pikul di dunia ini? Yang lebih berat lagi adalah pertanggungjawaban di hadapan Allah Azza wa Jalla ! Terlebih meminta jabatan itu sendiri adalah hal terlarang dalam Islam. Jika meminta suatu jabatan saja sudah terlarang, lalu bagaimana dengan orang-orang yang berusaha meraih suatu jabatan dengan cara-cara yang melanggar norma-norma agama.
 
BAHASAN :