Menyerukan Sunnah Dan Memperingatkan Dari Bid’ah

MENYERUKAN  SUNNAH DAN MEMPERINGATKAN DARI BID’AH Oleh Ustadz Abu Minhal Lc Belakangan ini, sebagian orang dan golongan mempermasalahkan seruan untuk meninggalkan bid’ah, yaitu sesuatu perkara yang berkaiatan dengan yang tidak pernah ada di masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka beralasan bahwa dakwah untuk meyeru umat agar meninggalkan bid’ah; baik dalam aqidah, ibadah atau aspek

Ambillah Pelajaran Dari Kisah Nabi Musa Alaihissallam Dengan Fir’aun!

AMBILLAH PELAJARAN DARI KISAH NABI MUSA ALAIHISSALLAM DENGAN FIR’AUN! Kekuasaan dan kedudukan telah membuat Fir’aun lupa diri sehingga segala cara dilakukan untuk mempertahankannya, tidak peduli meski harus mengorbankan banyak nyawa. Betapa banyak anak laki yang sudah dibunuh atas perintahnya hanya karena khawatir kekuasaannya akan digoyang oleh calon generasi penerus itu. Tidak hanya sampai disitu, bahkan

Dakwah Islam: Kewajiban Mulia Yang Harus Dijaga

DAKWAH ISLAM : KEWAJIBAN MULIA YANG HARUS DIJAGA Tidak diragukan lagi, bahwa dakwah menyeru kepada tauhid, dan membimbing manusia menuju jalan-Nya yang lurus, merupakan media eksisnya agama ini. Maka tak heran bila dakwah ini merupakan di antara kewajiban agama yang paling urgen. Dengan dakwah ini, manusia bisa membedakan antara petunjuk dan kesesatan; bisa memilah mana

Memperbanyak Taubat

MEMPERBANYAK TAUBAT Oleh Ustadz Kholid Syamhudi Lc وَعَنْ الأَغَرِّ بْنِ يَسَارٍ الْمُزَنِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  «يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللهِ، فَإِنِّي أَتُوبُ، فِي الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ»،  رَوَاهُ مُسْلِمٌ Dari al Aghar bin Yasâr Al Muzani beliau berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:Wahai sekalian

Menutup Jalan Menuju Kemaksiatan Dan Kerusakan

MENUTUP JALAN MENUJU KEMAKSIATAN DAN KERUSAKAN Oleh Ustadz Said Yai Ardiansyah, Lc. M.A وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ Dan janganlah kalian mencela sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allâh, karena mereka nanti akan mencela Allâh dengan

Akidah Dan Syariat

AKIDAH DAN SYARI’AT Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim Atsari Sesungguhnya, termasuk perkara yang diketahui secara pasti dalam agama Islam bahwa dien (agama Islam) adalah akidah dan syari’at, ilmu dan amal. Keduanya adalah satu kesatuan, memisahkan antara keduanya merupakan kesesatan yang nyata. MAKNA AKIDAH Secara bahasa akidah berasal dari kata al-‘aqdu, artinya: mengikat, memutuskan, menguatkan, mengokohkan,

Yang Enggan Masuk Surga

YANG ENGGAN MASUK SURGA Oleh Ustadz Muhammad Alif, Lc عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :   كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى ، قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى ؟ قَالَ : مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu

Melakukan Aqiqah Untuk Diri Sendiri?

MELAKUKAN AQIQAH UNTUK DIRI SENDIRI? Pertanyaan. Assalamualaikum. Ustadz mau tanya tentang aqiqah. Saya belum di aqiqah, boleh tidak saya mengaqiqahi diri sendiri sekarang, ada dalilnya tidak ustadz, mohon bantuan dan jawabannya. Terima kasih sebelumnya. Jawaban. Dalam masalah ini, Ulama berselisih menjadi dua pendapat. 1. Orang yang tidak diaqiqahi sewaktu kecil, dianjurkan untuk mengaqiqahi dirinya. Ini

Berdoa Dengan Mengangkat Tangan

BERDOA DENGAN MENGANGKAT TANGAN Pertanyaan. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ustadz, apakah boleh berdoa dengan mengangkat tangan ketika setelah shalat tahajjud (sebelum witir)? Apa kami bisa merutinkan hal tersebut. Terima kasih. Jawaban. Berdoa dengan mengangkat kedua tangan termasuk adab-adab berdoa yang dianjurkan. Sebagaimana disebutkan di dalam hadits yang banyak sekali. Antara lain: عَنْ سَلْمَانَ الفَارِسِيِّ، عَنِ النَّبِيِّ

Amalan Yang Menghilangkan Bencana

AMALAN YANG MENGHILANGKAN BENCANA Perlu kita ketahui, bahwa musibah yang menimpa kita, sejatinya itu adalah karena dosa-dosa kita. Sungguh, telah banyak kita saksikan berbagai bencana dan musibah. Baik di daratan maupun di lautan. Badai dahsyat yang melanda, banjir yang menenggelamkan; tanah longsor, meruginya niaga, tertahannya berkah Allâh, dan lain sebagainya, itu semua kita saksikan dan