Kezhaliman Dan Kekikiran Akan Membinasakan Manusia

Hak yang paling besar dan paling wajib yaitu hak Allâh atas hamba-Nya. Seorang hamba harus mengenal Allâh Azza wa Jalla dan beribadah hanya kepada-Nya, tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun. Lalu mengerjakan pokok-pokok iman, syari’at-syari’at Islam seperti mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, haji ke Baitullah, jihad di jalan Allâh dengan perkataan maupun perbuatan, saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Tidak melakukan salah satu dari yang disyari’atkan adalah sebentuk kezhaliman. Termasuk perbuatan adil yaitu menunaikan hak-hak Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam diantaranya mengimani dan mencintainya, lebih mencintai beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam daripada semua makhluk, mentaatinya, menghormatinya, memuliakannya, serta mendahulukan perintah dan perkataannya di atas perintah dan perkataan orang lain.
 

Syubhat-Syubhat Tentang Abu Bakar Radhiyallahu Anhu

Abu Bakar ash-Shiddîq Radhiyallahu anhu adalah orang yang pertama kali masuk Islam dari kalangan laki-laki. Beliau Radhiyallahu anhu adalah manusia paling utama setelah para nabi dan rasul. Beliau Radhiyallahu anhu membenarkan dan mengimani Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam saat manusia mendustakannya, yakin tentang kebenaran apa yang dibawa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika manusia meragukannya. Berbagai gangguan di jalan Allâh beliau hadapi bersama dengan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Banyak orang yang masuk Islam dengan sebab beliau Radhiyallahu anhu. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengabarkan bahwa laki-laki yang paling beliau cintai adalah Abu Bakar Radhiyallahu anhu. Meski demikian, sebagian orang telah berani mencela dan menuduh Abu Bakr Radhiyallahu anhu dengan tuduhan-tuduhan yang tidak benar, mereka mendatangkan syubhat-syubhat tentang beliau Radhiyallahu anhu
 

Abu Bakar Radhiyallahu 'Anhu Umat Terbaik Setelah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

Banyak sekali hadist-hadist dan dalil dalil lainnya yang membuat kita harus mengakui bahwa Abu Bakar Radhiyallahu anhu merupakan shahabat yang paling dicintai oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau Radhiyallahu anhu , disisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lebih baik daripada Umar bin Khattab Radhiyallahu anhu , Ustmân bin ‘Affan Radhiyallahu anhu, Ali bin Abu Thalib dan para shahabat lainnya. Semua orang yang memahami tentang sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan juga keadaan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, pasti mengetahui fakta tentang Abu Bakar Radhiyallahu anhu ini. Semakin banyak ilmunya tentang sunnah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka dia akan semakin mengerti keutamaan Abu Bakar Radhiyallahu anhu . Yang masih ragu akan keutamaan beliau hanyalah orang yang tidak bisa membedakan antara hadist shahih dan hadits lemah.
 

Keistimewaan Abu Bakar Radhiyallahu Anhu Dalam Al-Qur’an Dan Al-Hadits

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahulah menegaskan dalam sebuah kitab karyanya: Kita harus mengetahui bahwa sifat "lebih istimewa" hanyalah diberikan kepada seseorang jika ia memiliki kelebihan-kelebihan khusus yang tidak dimiliki oleh orang yang sedang diperbandingkan dengannya. Jika keduanya sama dalam salah satu sebab, namun seorang diantara keduanya memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh satu orang lainnya, maka pantas jika ia dikatakan "lebih istimewa". Lebih jelas beliau rahimahullah menyebutkan: Jika demikian, maka kelebihan-kelebihan yang dimiliki Abu Bakar adalah keistimewaan-keistimewaan yang tidak dimiliki oleh sahabat yang lain. Kemudian beliau rahimahullah menyebutkan banyak nash yang menjelaskan keistimewaan sahabat Abu Bakar. Berikut ini merupakan keistimewaan yang dimiliki oleh sahabat Abu Bakar Radhiyallahu anhu yang tercantum dalam al-Qur'ân maupun Hadits Nabi yang shahîh.
 

Hadits Lemah Tentang Janji Adalah Utang

Cukuplah hadits shahih dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan keutamaan usaha berdagang, sehingga kita tidak perlu menjadikan hadits lemah di atas sebagai sandaran. Misalnya hadits riwayat istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Ummu Salamah Radhiyallahu anha bahwa para Shahabat Rdhiyallahu anhum menyukai dan mencintai usaha berdagang, demikian juga Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyukai dan mencintainya. Tentu saja usaha berdagang yang dicintai Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang dilakukan dengan jujur dan amanah, karena inilah sebab yang menjadikan keberkahan dan kebaikan dalam perdagangan dan jual beli, sebagaimana sabda Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
 

Nikmat Lautan Dalam Perspektif Fikih

Lautan memiliki urgensi dalam kehidupan manusia, dimana menjadi sarana berlayarnya kapal-kapal yang membawa manfaat bagi mereka. Juga dalam lautan berisi kekayaan yang tak ternilai berupa barang tambang, hewan-hewan laut dan bebatuan berharga serta yang lainnya yang menjadi kebutuhan manusia. Apalagi dimasa kini semakin terasa urgensi lautan dengan banyaknya orang yang beralih kelautan dalam menggali dan mengeksploitasi kekayaan yang terkandung didalamnya. Demikian banyaknya keterikatan manusia dengan lautan dewasa ini mendorong setiap Muslim untuk mengetahui hukum dan pandangan Islam terhadap lautan. Lautan termasuk tanda kebesaran Allâh Subhanahu wa Ta’ala dan keajaiban ciptaan-Nya. Lautan berisi manfaat yang besar yang bermanfaat bagi makhluk sebagai bentuk anugerah Allâh Subhanahu wa Ta’ala kepada mereka.
 
BAHASAN :