almanhaj.or.id news feed  [Valid RSS]

Antara Tragedi Raji, Bi'r Maunah Dan Qunut Nazilah

Minggu, 20 April 2014 12:11:07 WIB
Kategori : Bahasan : Sirah Nabi

Pada waktu yang telah ditentukan oleh Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , para shahabat ini bertolak menuju Najd meninggalkan Madinah. Ketika tiba di Bi`r Ma’unah sebuah daerah yang terletak antara wilayah Bani ‘Amir dan wilayah Bani Sulaim, para shahabat Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini mengutus Haram bin Milhan Radhiyallahu anhu saudara Ummu Sulaim bintu Milhan untuk mengantarkan surat Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada ‘Amir bin Thufail, sepupu Abu Bara' 'Amir bin Malik. Namun ‘Amir bin Thufail tidak menghiraukan surat itu bahkan ia memberi isyarat kepada seseorang pengikutnya untuk menikam Haram Radhiyallahu anhu dengan tombak dari belakang. Orang itu melaksanakan apa yang diisyaratkan 'Amir. Haram Radhiyallahu anhu ditikam. Sesaat setelah ditikam dan Haram Radhiyallahu anhu melihat darah segar mengalir dari lukanya, beliau Radhiyallahu anhu mengatakan, "Allahu Akbar, Demi Rabb Ka’bah, aku telah beruntung.
 

Pasca Perang Uhud

Sabtu, 19 April 2014 10:56:57 WIB
Kategori : Bahasan : Sirah Nabi

Berita tentang perang Uhud telah tersebar dan terdengar oleh kaum musyrik yang tinggal di sekitar Madinah. Ini mendorong Thulaihah al Asadi dan saudaranya Salamah memobilisasi Bani Asad bin Khuzaimah untuk melakukan penyerangan ke Madinah. Mereka ingin menguasai dan merebut kekayaan Madinah serta menampakkan dukungan mereka kepada Quraisy dalam memusuhi kaum Muslimin. Untuk memuluskan ambisi ini, mereka melakukan berbagai persiapan. Namun sebelum bergerak melakukan penyerangan, rencana busuk mereka ini sudah terdengar oleh Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau Shallalahu ‘alaihi wa sallam segera memberikan respon dengan mengirim seratus lima puluh pasukan gabungan dari kaum Muhâjirîn dan Anshâr dibawah pimpinan Abu Salamah bin Abdul Asad Radhiyallahu anhu. Pasukan ini segera bergerak melakukan penyerangan ke daerah Qathan, tempat pasukan Thulaihah.
 

Akhir Perang Uhud

Jumat, 18 April 2014 19:18:24 WIB
Kategori : Bahasan : Sirah Nabi

Babak kedua perang Uhud, kaum kuffâr Quraisy terus berusaha menyerang Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dilindungi mati-matian oleh para shahabatnya Radhiyallahu anhum. Seiring dengan peperangan yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, para shahabat yang benar-benar beriman dengan kerasulan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai gelisah dan mengkhawatirkan keselamatan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Dalam kondisi seperti ini, Allâh Azza wa Jalla menganugerahkan nikmat yang teramat besar kepada mereka yaitu rasa aman dalam wujud rasa ngantuk. Kantuk berat yang tiba-tiba menerpa membuat para shahabat yang sedang membela Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini tertidur sejenak dan pedang-pedang mereka berjatuhan lalu tersadar kembali. Setelah itu, rasa khawatir yang mendera mereka sirna berganti dengan keyakinan dan semangat membela Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam semakin berkobar.
 

Kisah-Kisah Heroik Dalam Perang Uhud

Kamis, 17 April 2014 12:09:13 WIB
Kategori : Bahasan : Sirah Nabi

Perang Uhud terus berkobar. Kaum kuffâr Quraisy seolah mendapatkan semangat baru. Kondisi ini jelas berbeda dengan kondisi kaum Muslimin, terutama setelah psywar yang dilancarkan kaum Quraisy. Mereka memunculkan berita bohong yaitu Rasûlullâh telah berhasil mereka bunuh, padahal beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup. Psywar ini semakin memperparah dan melucuti semangat sebagian kaum Muslimin. sehingga sebagian dari mereka melarikan diri, sementara yang lain terus bertempur sampai akhirnya wafat sebagai syahîd. Shahabat yang pertama kali melihat Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan masih hidup adalah Ka’ab bin Mâlik Radhiyallahu anhu. Tak terbilang kegembiraan yang dirasakan Ka’ab Radhiyallahu anhu melihat Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan masih hidup. Saking gembiranya, beliau Radhiyallahu anhu berteriak memberitahukan kondisi Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang masih hidup.
 

Perang Uhud (3)

Rabu, 16 April 2014 09:41:49 WIB
Kategori : Bahasan : Sirah Nabi

Para Sahabat bertempur dengan penuh kesatria. Telah tercatat dalam lembaran sejarah keberanian yang ditunjukkan oleh Hamzah bin ‘Abdul Muththalib Radhiyallahu anhu juga para Sahabat yang lain. Ketika beliau Radhiyallahu anhu mendengar tantangan dari salah seorang kafir Quraisy yang bernama Sibâ’ bin ‘Abdil Uzzâ, beliau Radhiyallahu anhu bergegas menyambut tantangan tersebut. Beliau Radhiyallahu anhu berhasil mengalahkan orang kafir tersebut. Sementara di tempat lain, ada Wahsyi, budak hitam milik Jubair bin Muth’im yang selalu mengintai kesempatan untuk menyerang Hamzah Radhiyallahu anhu. Oleh tuannya, Wahsyi dijanjikan merdeka jika berhasil menghabisi Hamzah Radhiyallahu anhu , sebagai pembalasan terhadap Hamzah Radhiyallahu anhu yang telah membunuh Thu’aimah bin ‘Adi dalam perang Badar. Dia mengendap-ngendap berusaha mendekati Hamzah Radhiyallahu anhu , ketika melihat Hamzah Radhiyallahu anhu berada dalam jangkauan serangannya, dia mulai membidik Hamzah Radhiyallahu anhu dengan tombaknya dan melemparnya.
 

Perang Uhud (2)

Selasa, 15 April 2014 04:11:10 WIB
Kategori : Bahasan : Sirah Nabi

Rasulullah beserta kaum Muslimin terus melanjutkan perjalanan. Ketika tiba di daerah Syaikhân , mereka beristirahat dan bermalam disana. Disinilah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada beberapa pemuda untuk kembali dan tidak memperkenankan mereka ikut terjun ke medan tempur. Hal ini disebabkan karena usia mereka yang masih terlalu muda, yaitu masih berusia empat belas tahun kebawah. Diantara mereka yang disuruh pulang adalah Abdullah bin Umar, Zaid bin Tsâbit, Usâmah bin Zaid, Nu’mân bin Basyîr, Zaid bin Arqam, Barrâ’ bin ‘âzib dan lain-lain, termasuk diantara yang ditolak oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma. Jumlah anak-anak muda yang diperintahkan oleh Rasulullah untuk kembali ini sekitar 14 orang. Pada saat yang sama, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan ijin kepada Raafi’ bin Khadiij Radhiyallahu anhu karena dia ahli memanah juga memberikan ijin kepada Samurah bin Jundub karena dia lebih kuat dibandingkan Raafi’. Saat itu, usia keduanya juga sudah lima belas tahun.
 

First  Prev  1  2  3  4  5  6  Next  Last

Bismillaahirrahmaanirrahiim Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga dicurahkan kepada Rasul termulia, juga kepada seluruh keluarga dan shahabatnya. Amma ba'du. Website almanhaj.or.id adalah sebuah media dakwah sangat ringkas dan sederhana, yang diupayakan untuk ikut serta dalam tasfiyah (membersihkan) umat dari syirik, bid'ah, serta gerakan pemikiran yang merusak ajaran Islam dan tarbiyah (mendidik) kaum muslimin berdasarkan ajaran Islam yang murni dan mengajak mereka kepada pola pikir ilmiah berdasarkan al-Qur'an dan as-Sunnah dengan pemahaman Salafush Shalih. Kebenaran dan kebaikan yang anda dapatkan dari website ini datangnya dari Allah Ta'ala, adapun yang berupa kesalahan datangnya dari syaithan, dan kami berlepas diri dari kesalahan tersebut ketika kami masih hidup ataupun ketika sudah mati. Semua tulisan atau kitab selain Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahihah dan maqbul, mempunyai celah untuk dikritik, disalahkan dan dibenarkan. Barangsiapa yang melihat adanya kesalahan hendaknya meluruskannya. Hati kami lapang dan telinga kami mendengar serta bersedia menerima. Semoga Allah menjadikan upaya ini sebagai amalan shalih yang bermanfaat pada hari yang tidak lagi bermanfaat harta dan anak-anak, melainkan orang yang menemui Rabb-nya dengan amalan shalih. Jazaakumullahu khairan almanhaj.or.id Abu Harits Abdillah - Redaktur Abu Khaulah al-Palimbani - Web Admin