Dialog Ketiga Bersama Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Ghanim As-Sadlan

DIALOG POLITIK DAN PEMIKIRAN SYAIKH SHALIH BIN GHANIM AS-SADLAN

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan adalah sebagai berikut :

  1. Saatnya ahlul haq berlaku jujur!
  2. Masyarakat muslim yang masih ditegakkan shalat dan syiar agama tidak boleh disifati sebagai masyarakat jahiliyah
  3. Menjauhkan diri dari masyarakat muslim bukan cara-cara yang islami
  4. Hukum orang yang tidak berhukum dengan hukum Allah
  5. Hukum pemerintahnan yang ada sekarang
  6. Demi menjaga kemaslahatan umat tidak dibenarkan memberontak penguasa yang tidak berhukum dengan hukum syar’i
  7. Batasan nasihat dan batasan-batasannya
  8. Pembangkangan itu tidak hanya dengan senjata bahkan dapat juga dilakukan dengan lisan
  9. Hukum orang yang menumbuhkan keraguan terhadap kelayakan manhaj ahlus sunnah wal jamaah
  10. Pedoman dalam menghadapi orang-orang kafir

Syaikh Shalih bin Ghanim As-Sadlan –beliau adalah guru besar di kuliah Syariat di Riyadh- menegaskan bahwa pergulatan antara haq dan batil adalah sunnah kauniyah yang akan tetap berlangsung hingga akhir zaman. Beliau menjelaskan bahwa orang-orang yang berada di atas kebenaran akan mendapat pertolongan dari Allah jika mereka senantiasa bersikap jujur dan mengikhlaskan niat. Akan tetapi jika di antara sesama mereka saling berlepas diri dan berpecah belah serta tidak saling memahami, sudah pasti perpecahan akan bertambah melebar dan perselisihan akan semakin meruncing di antara mereka maka kekalahan segera menunggu mereka. Dari sisi ini Fadhilatusy Syaikh memandang bahwa siapa saja yang berhasrat melihat masyarakat yang bersih dari kesalahan dan kerusakan, masyarakat yang berada di atas satu kebenaran maka ia telah keliru karena perkara tersebut sangat mustahil dan bertentangan dengan sunnatullah yaitu peperangan antara haq dan batil akan terus berlangsung.

Baca Juga  Dialog Politik Dan Pemikiran Syaikh Shalih Bin Ghanim As-Sadlan