Al-Quran Pedoman Hidup

AL-QURAN PEDOMAN HIDUP

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam merasa ajalnya sudah dekat. Ketika haji beliau pun berkhutbah bahwa mungkin beliau tidak akan berjumpa lagi dengan para Sahabat tahun depan.

Di Ghadir Khum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat kepada para Sahabat dan kepada kita agar berpegang teguh dengan Al-Quran yang merupakan petunjuk dan cahaya bagi manusia. Al-Quran merupakan penjelas atas petunjuk dan pembeda antara hak dan batil. Al-Quran merupakan rahmat dan obat, jangan sampai umat sepeninggal beliau menyia-nyiakan Al-Quran dengan tidak membacanya, tidak mempelajari isinya dan tidak mengamalkannya.

Jika seseorang menjauh dari Al-Quran maka Allah akan menjadikan kehidupannya sempit dan di akhirat menjadi buta. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ

“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit dan Kami akan mengumpulkannya di hari kiamat dalam keadaan buta.” (Surat Thâha: 124)

Orang yang menjauh dari Al-Quran akan disesatkan dan semakin jauh dari kebenaran. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا

“Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu (Al-Qur’an) dan kepada apa yang diturunkan sebelummu? Tetapi mereka masih menginginkan ketetapan hukum kepada thaghut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari thaghut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya.”(Surat An-Nisâ’: 60)

Mereka yang menjauh dari Al-Quran akan menjadi teman setan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

Baca Juga  Wasiat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam

وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

“Dan barang siapa berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pengasih (yaitu Al-Qur’an), Kami biarkan setan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya.” (Surat Az-Zukhrûf: 36)

Mereka yang berpegang teguh dengan Al-Quran akan taat kepada Allah yang memerintahkan untuk taat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang yang berpegang teguh dengan Al-Quran dia akan mencintai Sahabat dan memuliakan Ahlu Bait Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah orang-orang yang mendengarkan perkataan dan mengikuti yang terbaik.

Orang yang mengikuti Al-Quran akan bertutur kata yang santun, tidak berdusta, apalagi berdusta atas nama Allah, RasulNya dan Ahlu Baitnya. Orang yang mengikuti Al-Quran tidak memiliki sifat hasad bahkan hatinya bersih dan bening sehingga mudah mendapatkan hidayahNya.

Ya Allah jadikanlah kami sebagai ahli Al-Quran dan rahmatilah kami dengan Al-Quran.

[Disalin dari Buku WASIAT NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM DI GHADIR KHUM, Penulis Fariq Gasim Anuz]