Siapakah yang Disebut Penguasa dan Bagaimana Menyikapinya

DAFTAR ISI

  1. Siapakah yang Disebut Penguasa?
  2. Bagaimana Menyikapi Penguasa?
  3. Manhaj Ahli Sunnah Terhadap Penguasa

Bagaimana Cara Menyampaikan Nasehat Kepada Penguasa

  1. Dalil-Dalil Wajibnya Taat Pada Penguasa
  2. Empat Prinsip Menjalin Hubungan Dengan Penguasa
  3. Keberkahan Taat Kepada Pemimpin (Penguasa)

Menurut para fuqaha kaum Muslimin, al hakim (penguasa) adalah, orang yang (dengannya terjaga) stabilitas sosial di suatu negeri, baik ia mencapai kekuasaan dengan cara yang disyariatkan atau tidak, baik kekuasaan hukumnya menyeluruh semua negara kaum Muslimin, atau terbatas pada satu negeri saja.

Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,”Para fuqaha bersepakat atas wajibnya taat kepada imam yang mutaghallib (berkuasa melalui peperangan, kudeta atau cara represif lainnya, pent.)”. Artinya, para fuqaha telah bersepakat, bila seorang imam berhasil mencapai puncak kekuasaan dengan saif (kekerasan) dan mampu mengendalikan negara dengan kekuatannya, lantas kondisi masyarakat menjadi stabil, maka ia wajib ditaati, karena ia adalah imam dan penguasa bagi kaum Muslimin.

Dan sudah diketahui, bahwa para ulama telah bersepakat wajibnya taat kepada penguasa yang ada, baik jumlah imam satu (yang menguasai seluruh negeri kaum Muslimin atau banyak (yang menguasai negeri-negeri tertentu).

  1. Home
  2. /
  3. A1. Headline Almanhaj
  4. /
  5. Siapakah yang Disebut Penguasa...
Baca Juga  Menikahkan Orang yang Sendirian