Perubahan Arah Kiblat

PERUBAHAN ARAH KIBLAT Pada bulan Rajab tahun kedua hijrah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, telah terjadi pertempuran kecil antara utusan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dipimpin oleh Abdullah bin Jahsy dengan kelompok dagang kaum Quraisy. Pada bulan ini juga terjadi peristiwa penting yaitu perubahan arah kiblat kaum Muslimin dari masjid al-Aqsha ke arah Ka’bah.

Kegiatan Politik Dan Militer Menjelang Perang Badar Kubra

KEGIATAN POLITIK DAN MILITER MENJELANG PERANG BADAR KUBRA Setelah Allah Azza wa Jalla mengizinkan Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berperang, kaum muslimin mulai mempersiapkan kekuatan untuk menghadapi kekuatan musuh dari kalangan Quraisy dan yang selainnya. Kaum muslimin berusaha menunjukkan bahwa mereka mampu menghadapi ancaman dan blokade ekonomi maupun politik dari kaum Quraisy serta mampu

Ancaman Kaum Quraisy Dan Izin Perang

ANCAMAN KAUM QURAISY DAN IZIN PERANG ‘Abdullah bin Ubay bin Salul adalah salah satu tokoh Madinah yang paling berpengaruh. Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah, penduduk kota itu sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk menobatkannya sebagai penguasa di kota yang sebelumnya dikenal dengan Yatsrib. Namun, rencana ini gagal total, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi

Piagam Madinah

PIAGAM MADINAH Saat sudah menetap di Madinah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai mengatur hubungan antar individu di Madinah. Berkait tujuan ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menulis sebuah peraturan yang dikenal dengan sebutan Shahîfah atau kitâb atau lebih dikenal sekarang dengan sebutan watsîqah (piagam). Mengingat betapa penting piagam ini dalam menata masyarakat Madinah yang

Penghuni Shuffah

PENGHUNI SHUFFAH Kaum muslimin yang telah menempuh perjalanan hijrah dari Mekkah menuju Madinah menghadapi beberapa permasalahan sosial. Kedatangan mereka yang tanpa perbekalan memadai ke suatu daerah agraris yang sangat berbeda dengan daerah asal yang gersang menjadi faktor pemicu. Intinya, mereka membutuhkan bantuan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan pemukiman. Persaudaraan (almuâkhâh) yang dijalin oleh Rasulullah

Terjalinnya Persaudaraan Antara Kaum Muhajirin Dengan Kaum Anshâr

TERJADINYA PERSAUDARAAN ANTARA KAUM MUHAJIRIN DENGAN KAUM ANSHAR Secara umum, Islam menyatakan seluruh kaum muslimin adalah bersaudara sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Azza wa Jalla surat al-Hujurât/49 ayat 10, yang artinya: Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara. Konsekwensi dari persaudaraan itu, maka Islam mewajibkan kepada umatnya untuk saling tolong-menolong dalam al-haq. Namun yang menjadi fokus pembicaraan

Pembangunan Masjid Nabawi, Pondasi Masyarakat Islam

PEMBANGUNAN MASJID NABAWI, PONDASI MASYARAKAT ISLAM Telah dikisahkan pada edisi terdahulu, setelah unta tunggangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berhenti di suatu tempat di Madinah, maka kaum muslimin menjadikannya sebagai tempat untuk menunaikan shalat. Tempat itu merupakan tempat penjemuran kurma milik Suhail dan Sahl, dua anak yatim dari Bani Najjâr yang berada dalam pemeliharaan As’ad

Kedatangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Di Madinah

KEDATANGAN RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM DI MADINAH Begitu terdengar keberangkatan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berhijrah dari Makkah menuju Madinah, maka kaum Anshâr keluar dari rumah-rumahnya untuk menunggu kedatangan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Mereka menunggu kedatangan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap hari pada hari masih pagi. Jika panas sudah terik, mereka

Perjalanan Menuju Madinah Dan Kisah Suraqah

PERJALANAN MENUJU MADINAH DAN KISAH SURAQAH Setelah berdiam diri di gua Tsûr selama tiga hari, penunjuk jalan yang disewa Abu Bakar Radhiyallahu anhu datang menyusul mereka sembari membawa dua tunggangan yang telah dipersiapkan Abu Bakar Radhiyallahu anhu. Bersama mereka, ikut juga seorang budak milik Abu Bakar yang bernama Amir bin Fuhairah. Kemudian, empat orang ini

Meraih Doa Mustajab

MERAIH DOA MUSTAJAB[1] Doa, di dalam Islam memiliki kedudukan sangat agung. Doa merupakan ibadah yang sangat dicintai oleh Allah. Doa merupakan bukti ketergantungan seorang hamba kepada Rabb Subhanahu wa Ta’ala dalam meraih apa-apa yang bermanfaat dan menolak apa-apa yang membawa mudharat baginya. Doa merupakan bukti keterkaitan seorang manusia kepada Rabb-nya, dan kecondongannya kepada Allah Subhanahu