Tinjauan Kritis Terhadap Beberapa Pemikiran Imam Al-Ghazali Rahimahullah Dalam Ihya Ulumiddin

TINJAUAN KRITIS TERHADAP BEBERAPA PEMIKIRAN IMAM AL GHAZALI RAHIMAHULLAH DALAM IHYÂ ULÛMIDDÎN PENDAHULUAN Abu Hâmid Muhammad bin Muhammad al-Ghazâli ath-Thûsi asy-Syâfi’i yang lebih dikenal dengan sebutan Imam al-Ghazâli dilahirkan di kota Thûs pada tahun 450 H (1058 M) dan meninggal di Thûs pada tahun 505 H (1111 M). Dikenal di dunia Barat pada abad pertengahan

Kehebatan Tauhid, Menghapus Semua Dosa

KEHEBATAN TAUHID, MENGHAPUS SEMUA DOSA Oleh Ustadz Ahmas Faiz Asifuddin Apa rahasia kehebatan tauhid, sehingga mampu menghapus segala dosa, sebesar apapun ? Seorang Umar bin Khathab Radhiyallahu anhu misalnya, tokoh yang sebelum masuk Islam terkenal paling menentang ajaran Islam dan terkenal dengan kekafirannya serta pernah mengubur putrinya hidup-hidup. Namun dengan masuk Islam, mentauhidkan peribadatan hanya

Dakwah Tidak Hanya Dengan Ceramah

DAKWAH TIDAK HANYA DENGAN CERAMAH Oleh Syaikh Abdul Muhsin al-Qasim Allâh Azza wa Jalla telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar kepada seluruh umat manusia. Risalah yang beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bawa ini akan kekal sampai hari kiamat. Risalah ini diturunkan oleh Allâh Azza wa Jalla agar menjadi petunjuk bagi seluruh

Pujian Ulama Terhadap Imam Al-Bukhari Dan Kitab Shahihnya

PUJIAN ULAMA TERHADAP IMAM AL-BUKHARI DAN KITAB SHAHIHNYA Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas NAMA BELIAU Nama beliau adalah Abu ‘Abdillah Muhammad bin Ismâ’îl bin Ibrâhîm bin al-Mughîrah bin Bardizbah al-Ju’fi al-Bukhâri rahimahullah (wafat th. 256 H). Beliau rahimahullah adalah Imam, Syaikhul Islam, al-Hâfizh, Amîrul Mukminin dalam hadits. Beliau rahimahullah memiliki banyak karya tulis

Imam Al-Bukhâri Rahimahullah, Satu Tanda Kekuasaan Allâh Subhanahu Wa Ta’ala

IMAM AL-BUKHARI RAHIMAHULLAH, SATU TANDA KEKUASAAN ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA Oleh Ustadz Abu Minhal Lc Allâh Azza wa Jalla memelihara dan menjaga agama ini dengan memunculkan orang-orang yang mentajdid agama-Nya dan menjaga atsar-atsar Rasul-Nya serta mengibarkan panji-panji Sunnah. Dia telah menentukan insan-insan terpilih yang ‘uduul, yang menghidupkan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , membela

Yang Ma’shum Hanya Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam

YANG MA’SHUM HANYA NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Allâh Azza wa Jalla telah mengutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, agar beliau mengeluarkan manusia dari berbagai kegelapapan menuju cahaya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaksanakan kewajiban ini dengan sebaik-baiknya, menunaikan amanah, menyampaikan risalah, dan menasehati umat. Dan kedudukan

Imam Ke Dua Belas Syiah, Manusia Fiktif

IMAM KEDUA BELAS SYIAH, MANUSIA FIKTIF Oleh Ustadz Abu Minhal Lc KAUM SYIAH MENUNGGU KEDATANGAN IMAM KE DUA BELAS MEREKA Mahdi Muntazhar (Imam Mahdi Syiah yang ditunggu-tunggu kedatangannya) termasuk pembahasan yang sering dibicarakan dalam buku-buku referensi Syiah. Yang mereka maksud dengan sebutan itu dalam pandangan Syiah adalah imam kedua belas yang bernama Muhammad bin Hasan

Curang Dalam Timbangan Dan Takaran, Mengundang Kerusakan Di Dunia Dan Celaka di Akherat

CURANG DALAM TIMBANGAN DAN TAKARAN MENGUNDANG KERUSAKAN DI DUNIA DAN CELAKA DI AHERAT Oleh Ustadz Abu Minhal, Lc وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ﴿١﴾الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ﴿٢﴾وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ﴿٣﴾أَلَا يَظُنُّ أُولَٰئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ﴿٤﴾لِيَوْمٍ عَظِيمٍ﴿٥﴾يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Jadikan Sebab/Prantara Sebagai Kabar Gembira

ALLÂH SUBHANAHU WA TA’ALA JADIKAN SEBAB/PRANTARA SEBAGAI KABAR GEMBIRA جَعَلَ اللهُ الأَسْبَابَ لِلْمَطَالِبِ الْعَالِيَةِ مُبَشِّرَاتٍ لِتَطْمِيْنِ الْقُلُوْبِ وَزِيَادَةِ الإِيْمَانِ Allâh menjadikan prantara bagi semua tujuan yang tinggi sebagai mubassyirat (pembawa kabar gembira) agar hati menjadi tenang dan iman bertambah Allâh Azza wa Jalla Mahakuasa untuk mewujudkan semua tujuan dan maksud yang diinginkan oleh para hamba-Nya

Membuang Ma’mul Menyebabkan Maknanya Menjadi Umum

MEMBUANG MA’MUL[1] MENYEBABKAN MAKNANYA MENJADI UMUM Kaidah ini merupakan salah satu dari kaidah yang sangat bermanfaat. Ketika kaidah ini diterapkan oleh seorang dalam memahami ayat-ayat al-Qur’ân, maka dia akan memetik banyak manfaat. Karena sebuah kata kerja atau yang semisal dengannya, jika sudah dikaitkan dengan sesuatu, maka makna kata kerja itu terikat dengan sesuatu itu. Namun