Membuang Ma’mul Menyebabkan Maknanya Menjadi Umum

MEMBUANG MA’MUL[1] MENYEBABKAN MAKNANYA MENJADI UMUM Kaidah ini merupakan salah satu dari kaidah yang sangat bermanfaat. Ketika kaidah ini diterapkan oleh seorang dalam memahami ayat-ayat al-Qur’ân, maka dia akan memetik banyak manfaat. Karena sebuah kata kerja atau yang semisal dengannya, jika sudah dikaitkan dengan sesuatu, maka makna kata kerja itu terikat dengan sesuatu itu. Namun

Sifat-Sifat Mukmin Sejati Dalam Al-Qur’an

SIFAT-SIFAT MUKMIN SEJATI DALAM AL-QUR`AN Keimanan merupakan kunci kebaikan dan keberuntungan seseorang di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, Allâh Azza wa Jalla sering sekali menyebutkan kata ‘iman’ ini dalam al-Qur’ân, baik dalam konteks perintah, larangan, anjuran, pujian dan lain sebagainya. Jika penyebutan lafazh ‘iman’ itu dalam konteks perintah, larangan atau penetapan hukum di dunia,

Al-Qur’ân Memberikan Pengarahan Agar Tidak Melakukan Perbuatan Yang Mubah

ALQUR’AN MEMBERIKAN PENGARAHAN AGAR TIDAK MELAKUKAN PERBUATAN YANG MUBAH Al-Qur’ân Memberikan Pengarahan Agar Tidak Melakukan Perbuatan Yang Mubah (Bersifat Boleh) Apabila (Hal Tersebut) Dapat Mengantarkan Kepada Perkara Haram Atau Meninggalkan Hal Yang Wajib Kaidah ini telah tercantum dalam banyak ayat dalam al-Qur’ân, dan termasuk dalam kandungan kaidah al-wasâil lahâ ahkâmul maqâshid (sebuah perbuatan dihukumi berbeda

Hukum Bersyarat

HUKUM BERSYARAT Kaidah dasar pada ayat-ayat yang berisi hukum-hukum bersyarat adalah hukum-hukum itu tidak boleh ditetapkan kecuali setelah syarat-syaratnya terpenuhi. Namun hukum asal ini tidak berlaku pada beberapa ayat. Ini merupakan kaidah yang sangat jeli. Ketika Allâh Azza wa Jalla menetapkan hukum pada sesuatu dan juga menetapkan syarat, maka penetapan hukum ini sangat bergantung dengan

Surat Yang Diakhiri Dengan Asmaul Husna

SURAT YANG DIAKHIRI DENGAN ASMAUL HUSNA (NAMA-NAMA-NYA YANG INDAH) MENUNJUKKAN BAHWA HUKUM YANG DISEBUTKAN DALAM AYAT MEMILIKI KETERKAITAN DENGAN NAMA ALLAH AZZA WA JALLA YANG MULIA ITU Ini adalah kaidah yang sangat mendalam dan bermanfaat. Bila ditelusuri pada seluruh ayat yang diakhiri dengan nama-nama Allah Azza wa Jalla , niscaya akan kita dapati adanya kesesuaian

Metode al-Qur’ân Dalam Menetapkan Kenabian Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam

METODE AL-QUR’AN DALAM MENETAPKAN KENABIAN MUHAMMAD SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM Allah Azza wa Jalla telah menetapkan landasan agung ini dalam al-Qur’ân dengan berbagai macam cara sehingga dapat diketahui kesempurnaan kebenaran risalah beliau. 1. Allah Azza wa Jalla mengabarkan bahwasanya beliau sama dengan para rasul lainnya. Beliau menyeru apa yang mereka seru. Semua kebaikan yang ada

Orang Yang Hendak Menafsirkan Al-Qur’ân

ORANG YANG HENDAK MENAFSIRKAN AL-QUR’AN HARUS MEMPERHATIKAN DALALAH MUTHABAQAH, DALALATUT TADHAMMUN DAN DALALAH ILTIZAM. Orang yang hendak menafsirkan al-Qur’ân harus memperhatikan Dalâlah Muthâbaqah [1], Dalâlatut Tadhammun Dan Dalâlah Iltizâm yang ditunjukkan oleh ayat. Sebagaimana juga harus memperhatikan makna lain yang tidak ditunjukkan secara eksplisit oleh ayat Ini merupakan salah satu kaidah terpenting dalam menafsirkan al-Qur’ân,

Ayat-Ayat Al-Qur’an Yang Zhahirnya Terkesan Bertentangan

AYAT-AYAT AL-QUR’AN YANG ZHAHIRNYA TERKESAN BERTENTANGAN, WAJIB DIBAWA PENGERTIAN MASINGG-MASING KEPADA KONDISI DAN KEADAAN YANG SESUAI. Ayat-ayat al-Qur’ân tidak mungkin ada yang bertentangan antara yang satu dengan yang lainnya. Karena al-Qur’ân itu kalamullâh. Allah Azza wa Jalla berfirman : وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا “Kalau sekiranya al-Qur`ân itu bukan dari