Hadits Lemah Tentang Keutamaan Surat Az-Zalzalah

HADITS LEMAH TENTANG KEUTAMAAN SURAT AZ-ZALZALAH Oleh Ustadz Kholid Syamhudi Lc عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا زُلْزِلَتْ تَعْدِلُ نِصْفَ القُرْآنِ  Dari Ibnu Abbâs Radhiyallahu anhu beliau berkata : Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa salam telah bersabda : Surat az-Zalzalah setara dengan setengah al-Qur`ân. TAKHRIJ HADITS. Hadits ini dikeluarkan oleh

Kebaikan Adalah Akhlak Yang Baik

KEBAIKAN ADALAH AKHLAK YANG BAIK Oleh Ustadz Kholid Syamhudi Lc عَنِ النَّوَّاسِ بْنِ سَمْعَانَ الْأَنْصَارِيِّ، قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَنِ الْبِرِّ وَالْإِثْمِ فَقَالَ: «الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ، وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ، وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ Dari an-Nawwâs bin Sam’ân Radhiyallahu anhu berkata: Aku bertanya kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa salam

Ulama Su’ (Orang Berilmu Yang Buruk)

ULAMA SÛ’ (ORANG BERILMU YANG BURUK)[1] Dalam al-Qur’an, Allâh Azza wa Jalla menyebutkan kisah seorang yang berilmu namun digelari buruk. Allâh Azza wa Jalla berfirman dalam surat al A’raf ayat ke-175 sampai dengan ayat ke-177. وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ ﴿١٧٥﴾ وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُ أَخْلَدَ

Pemimpin Yang Menyesatkan

PEMIMPIN YANG MENYESATKAN Oleh Ustadz Kholid Syamhudi Lc Kita hidup di zaman yang penuh fitnah dan keguncangan, banyak kaum Muslimin yang menyimpang dari kebenaran. Sebenarnya itu kembali kepada realita adanya orang-orang yang ditokohkan sebagai ulama namun tidak komitmen dalam melaksanakan dan berpegang teguh kepada al-Qur`an dan as-Sunnah serta mengajarkannya kepada masyarakat.  Padahal para ulama adalah

Tokoh-Tokoh Pengusung Kesesatan Eksistensi Dan Bahaya Mereka Bagi Umat

TOKOH-TOKOH PENGUSUNG KESESATAN EKSISTENSI DAN BAHAYA MEREKA BAGI UMAT Oleh Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni MA Di dalam al-Qur’an, Allâh Azza wa Jalla menyatakan keberadaan para tokoh penyeru kesesatan dan para tokoh penyeru kepada petunjuk kebaikan. Allâh Azza wa Jalla berfirman: وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يُنْصَرُونَ Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Akan Datang Memutuskan Keadilan

ALLÂH SUBHANAHU WA TA’ALA AKAN DATANG MEMUTUSKAN KEADILAN Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Banyak ayat al-Qur’an memberitakan kepada kita tentang kedatangan Allâh Subhanahu wa Ta’ala  pada hari Kiamat nanti untuk memutuskan hukum di antara para hamba-Nya. Ayat Pertama: Firman Allâh Azza wa Jalla : كَلَّا إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا ﴿٢١﴾ وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ

Menghindari Penisbatan Pendapat Kepada Ulama Yang Tidak Benar

MENGHINDARI PENISBATAN PENDAPAT KEPADA ULAMA YANG TIDAK BENAR Oleh Ustadz Abu Minhal Lc Seseorang tidak boleh menisbatkan sebuah pendapat salah kepada Ulama tertentu, padahal penisbatan pendapat tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sebab, melalui kajian komprehensif, pendapat tersebut tidak benar dari mereka. Maka, kewajiban para Ulama untuk berhati-hati dalam mmengutip pendapat-pendapat Ulama dan memastikan dengan baik

Termasuk Dosa Besar, Suka Mencela!

TERMASUK DOSA BESAR, SUKA MENCELA! Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Lidah merupakan salah satu kenikmatan Allâh Azza wa Jalla yang besar bagi manusia. Dengannya manusia dapat merasakan makanan lezat, berkomunikasi, dan sebagainya. Lidah juga sebagai alat untuk beribadah kepada Allâh Azza wa Jalla , dengan berdzikir, membaca al-Qur’an, berbicara yang baik, dan lain-lain. Namun

Tokoh Yang Baik Atau Yang Buruk

TOKOH YANG BAIK ATAU YANG BURUK Semua orang pasti ingin terhindar dari segala yang tidak menyenangkan, di dunia apalagi di akhirat kelak. Namun tidak semua orang memiliki kemampuan yang cukup untuk mengetahui cara menghindarkan diri atau menyelamatnya. Akhirnya, ia memilih untuk mengikuti orang yang dipandang bisa menuntunnya. Di sini, saat seseorang menentukan panutan dia harus

Membeberkan Dosa

MEMBEBERKAN DOSA Seorang penanya bertanya: Bila seseorang melakukan suatu dosa pada masa awal hidupnya, dan Allâh Azza wa Jalla  telah menutupi aib dosa tersebut, di mana tidak ada yang tahu selain Dia Subhanahu wa Ta’ala ; dan ia telah bertaubat kepada-Nya, lalu apakah boleh baginya untuk menceritakan perihal dosa tersebut kepada orang-orang? Ditambah lagi, ada