Kisah Nabi Musa dan Firaun

DAFTAR ISI

  1. Musa dan Fir’aun
  2. Persiapan Dakwah Nabi Musa Alaihissallam
  3. Nabi Musa Alaihissallam Mendakwahi Fir’aun
  4. Belajar Dari Kesombongan Fir’aun
  5. Lelaki Beriman Dari Keluarga Fir’aun
  6. Wanita Beriman Dari Keluarga Fir’aun
  7. Penyihir Tidak Akan Pernah Beruntung
  8. Akhir Tragis Sang Penguasa Tiran
  9. Kisah Kematian dan Jasad Fir’aun
  10. Pelajaran Dari Kisah Nabi Musa Dengan Fir’aun!

Kekuasaan dan kedudukan telah membuat Fir’aun lupa diri sehingga segala cara dilakukan untuk mempertahankannya, tidak peduli meski harus mengorbankan banyak nyawa. Betapa banyak anak laki yang sudah dibunuh atas perintahnya hanya karena khawatir kekuasaannya akan digoyang oleh calon generasi penerus itu. Tidak hanya sampai disitu, bahkan sampai-sampai dia mengaku dirinya sebagai tuhan yang harus disembah.

فَحَشَرَ فَنَادَىٰ﴿٢٣﴾فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ

Lalu dia mengumpulkan (pembesar-pembesar), lalu berseru memanggil kaumnya. (seraya) berujar, ’Akulah ilahmu (sesembahanmu) yang paling tinggi.’ [An-Nâzi’ât/79:23-24]

Kedatangan nabi Musa Alaihissallam dengan saudaranya nabi Harun Alaihissallam tidak mampu menyadarkan Fir’aun dari kekufuran dan kesombongannya. Padahal, dakwah nabi Musa Alaihissallam dan saudaranya itu sudah dilakukan dengan cara terbaik yaitu dengan lemah lembut, sebagaimana perintah Allâh Azza wa Jalla :

فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ

Berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut. [Thaha/20:44]

Akhir kisah yang menyedihkan. Fir’aun dan bala tentaranya ditenggelamkan oleh Allâh saat berupaya mengejar nabi Musa Alaihissallam dan para pengikutnya yang sedang menyeberangi lautan yang terbelah.