Kitaabul Ikhlaash (Membahas Tuntas Tentang Ikhlas)

DAFTAR ISI
Muqaddimah

  1. Syarat Suatu Amal Diterima Oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala
  2. Perintah Untuk Ikhlas dan Peringatan Agar Menjauhi Riya’ dan Syirik
  3. Peringatan agar Menjauhi Syaitan dan Segala Macam Tipu Dayanya
  4. Bertawassul dengan Keikhlasan kepada Allah di Dalam Amal Perbuatan
  5. Nabi Yusuf  Selamat dengan Sebab Keikhlasannya
  6. Seorang Pemuda yang Beriman
  7. Kisah Nabi Ibrahim dan Isterinya di Baitullah
  8. Termasuk Keikhlasan adalah Melaksanakan Amal Shalih Disertai Rasa Takut Akan Adzab pada Hari Akhir
  9. Dikabulkannya Do’a Orang yang Dizhalimi dan Dalam Kesulitan Serta Makna Mengosongkan Hati Untuk Allah?
  10. Bergaul dengan Orang-Orang yang Ikhlas dan Mengambil Manfaat dari Keikhlasan Mereka
  11. Macam-Macam Riya’
  12. Yang Dianggap Sebagai Perbuatan Riya’ dan Syirik Padahal Bukanlah Demikian
  13. Keutamaan Ikhlas Dalam Beramal (1/5)
  14. Mengobati Penyakit Riya’ dan Berlepas Diri darinya (1/6)
  15. Hal-Hal yang Dapat Mengusir Syaitan
  16. Buah yang Dihasilkan dari Sikap Ikhlas Kepada Allah
  17. Akibat Buruk yang Disebabkan Oleh Riya’
  18. Yang Dianggap Sebagai Perbuatan Ikhlas Akan Tetapi Tidaklah Demikian
  19. Hadits di Dalam Kitab at-Targhiib wat Tarhiib yang Membahas Ikhlas dan Perhatian Atas Sikap Riya’
  20. Kata-Kata Mutiara Tentang Keikhlasan
  21. Kata-Kata Mutiara Para Salaf dan Orang Shalih Tentang Niat, Ikhlas dan Peringatan Sikap Riya’
  22. Buku-Buku yang Disarankan untuk Dibaca

Ketahuilah wahai saudaraku sesama muslim, sesungguhnya amal perbuatan itu sangat tergantung kepada niat. Dalam hal ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى.

“Sesungguhnya amal-amal itu tergantung dengan niat, dan sesungguhnya setiap orang itu mendapatkan balasan sesuai dengan yang diniatkannya.”

Baca Juga  Umrah di Bulan Ramadhan Menyamai Pahala Haji

Dan niat itu sangat tergantung dengan keikhlasan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus.” [Al-Bayyinah/98: 5]