Ghanimah Dan Tawanan Perang Badar

GHANIMAN DAN TAWANAN PERANG BADAR Perang Badar telah usai dengan kemenangan di pihak kaum Muslimin. Sebuah kemenangan karunia Allah Azza wa Jalla yang diberikan sebagai realisasi janji-Nya kepada Rasul-Nya dan kaum Muslimin. Kemenangan dalam peperangan identik dengan ghanîmah (harta rampasan perang). Itu pula lah yang terjadi kala itu. Para Sahabat mendapatkan banyak ghanîmah yang diproleh

Perang Badar Berkecamuk

PERANG BADAR BERKECAMUK Setelah melakukan berbagai persiapan fisik, tepatnya pada hari Jum’at pagi, tanggal 17 Ramadhan, tahun 2 Hijriyah, ketika kedua belah pihak (Muslim dan Quraisy) sudah saling berhadapan dan sedang mengambil ancang-ancang untuk saling menyerbu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a : “Ya Allah Azza wa Jalla, kaum Quraisy telah datang dengan sombong dan

Kisah Perang Badar

KISAH PERANG BADAR Ketika Rasullulah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan pasukannya sampai di dekat Safra` (suatu daerah di dekat Badar); beliau mengutus Basbas dan Ady bin Abi Zaghba` ke Badar. Keduanya disuruh mencari informasi tentang Abu Sufyan dan rombongan dagangnya.[1] Dalam riwayat lainnya disebutkan bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakar Radhiyallahu anhu

Memualiakan Bulan Haram

MEMULIAKAN BULAN HARAM Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Segala puji hanya milik Allah pencipta langit dan bumi, yang telah mengatur alam semesta dengan penuh hikmah, mengatur perjalanan siang dan malam sesaui kehendakNya. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallamyang telah membawa manusia dari gelapnya kesesatan

Perang Badar Kubra

PERANG BADAR KUBRA Kezaliman kaum Quraisy terhadap kaum Muslimin sudah tak terperikan. Termasuk ketika kaum Muslimin berhijrah dari Mekah menuju Madinah. Seluruh harta kaum Muslimin yang masih di sana, mereka rampas. Inilah di antara sebab yang mendorong kaum Muslimin melakukan pencegatan kafilah dagang kaum Quraisy yang melintas di Madinah. Pencegatan-pencegatan yang dilakukan kaum Muslimin atas

Perubahan Arah Kiblat

PERUBAHAN ARAH KIBLAT Pada bulan Rajab tahun kedua hijrah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, telah terjadi pertempuran kecil antara utusan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dipimpin oleh Abdullah bin Jahsy dengan kelompok dagang kaum Quraisy. Pada bulan ini juga terjadi peristiwa penting yaitu perubahan arah kiblat kaum Muslimin dari masjid al-Aqsha ke arah Ka’bah.

Kegiatan Politik Dan Militer Menjelang Perang Badar Kubra

KEGIATAN POLITIK DAN MILITER MENJELANG PERANG BADAR KUBRA Setelah Allah Azza wa Jalla mengizinkan Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berperang, kaum muslimin mulai mempersiapkan kekuatan untuk menghadapi kekuatan musuh dari kalangan Quraisy dan yang selainnya. Kaum muslimin berusaha menunjukkan bahwa mereka mampu menghadapi ancaman dan blokade ekonomi maupun politik dari kaum Quraisy serta mampu

Ancaman Kaum Quraisy Dan Izin Perang

ANCAMAN KAUM QURAISY DAN IZIN PERANG ‘Abdullah bin Ubay bin Salul adalah salah satu tokoh Madinah yang paling berpengaruh. Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah, penduduk kota itu sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk menobatkannya sebagai penguasa di kota yang sebelumnya dikenal dengan Yatsrib. Namun, rencana ini gagal total, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi

Piagam Madinah

PIAGAM MADINAH Saat sudah menetap di Madinah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai mengatur hubungan antar individu di Madinah. Berkait tujuan ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menulis sebuah peraturan yang dikenal dengan sebutan Shahîfah atau kitâb atau lebih dikenal sekarang dengan sebutan watsîqah (piagam). Mengingat betapa penting piagam ini dalam menata masyarakat Madinah yang

Penghuni Shuffah

PENGHUNI SHUFFAH Kaum muslimin yang telah menempuh perjalanan hijrah dari Mekkah menuju Madinah menghadapi beberapa permasalahan sosial. Kedatangan mereka yang tanpa perbekalan memadai ke suatu daerah agraris yang sangat berbeda dengan daerah asal yang gersang menjadi faktor pemicu. Intinya, mereka membutuhkan bantuan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan pemukiman. Persaudaraan (almuâkhâh) yang dijalin oleh Rasulullah