Pembahasan Kedudukan As-Sunnah dalam Syari’at Islam

DAFTAR ISI 

  1. Muqaddimah
  2. As-Sunnah dan Defenisinya
  3. Kedudukan As-Sunnah Dalam Syari’at Islam
  4. Hubungan As-Sunnah Dengan Al-Qur’an
  5. As-Sunnah dan Para Penentangnya di Masa Lalu dan Sekarang
  6. Tanggapan dan Bantahan Bagi Para Penentang As-Sunnah.
  7. Dalil Para Penolak Khabar Ahad
  8. Tanggapan dan Bantahan Atas Penolakan Khabar Ahad
  9. Dalil-Dalil Tentang Wajibnya Berhujjah Dengan Hadits Ahad Dalam Bidang Aqidah
  10. Khatimah dan Maraji’

Pada saat ini banyak aliran-aliran sesat yang berusaha memalingkan ummat Islam dari sumbernya yang asli dan suci, mereka berusaha untuk menghancurkan Islam dengan segenap tenaga mereka dengan berbagai macam cara, dengan lisan, tulisan dan lainnya.

Dalam buku ini penulis membahas tentang Kedudukan As-Sunnah dalam Syari’at Islam, karena adanya orang-orang yang berusaha untuk meragukan kedudukan As-Sunnah. Mereka ingin membatalkan Al-Qur-an dengan cara meragukan As-Sunnah. Karena apabila ummat Islam sudah meninggalkan kedua pedoman hidup ini, niscaya mereka pasti akan sesat.

Mereka berusaha untuk memadamkan cahaya Islam, akan tetapi Allah akan tetap menyempurnakan cahayanya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

“Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahayanya meskipun orang-orang kafir benci.” [Ash-Shaff/61: 8]

Baca Juga  Hibah, Hadiah dan Wasiat