Bekerja Sama Dalam Perkara Yang Disepakati Saling Memperingatkan Dalam Perkara Yang Diperselisihkan

SALING BEKERJA SAMA DI DALAM PERKARA YANG DISEPAKATI DAN SALING MEMPERINGATKAN DI DALAM PERKARA YANG DIPERSELISIHKAN Oleh Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Bazz Berkata Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Bazz –rahimahullahu- di dalam Majmu’ Fatawa III/58-59 mengomentari kaidah ‘saling bekerjasama dalam perkara yang disepakati dan saling memaklumi terhadap perkara yang diperselisihkan sebagai berikut

Hukum Mengikir Gigi, Meluruskan Dan Mendekatkan Antara Gigi, Hukum Memakai Soft Lens

HUKUM MENGIKIR GIGI Oleh Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan Pertanyaan Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya : Hukum mengikir gigi Jawaban Perbuatan ini diharamkan, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Artinya : Para wanita yang mengikir gigi untuk berhias dan yang merubah ciptaan Allah” Mengikir gigi merupakan perbuatan yang merubah ciptaan Allah Subhanahu wa

Mahrom Bagi Wanita

MAHROM BAGI WANITA Oleh Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Mahrom merupakan masalah yang penting dalam Islam karena ia memiliki beberapa fungsi yang penting dalam tingkah laku, hukum-hukum halal/haram. Selain itu juga, Mahrom merupakan kebijaksanaan Allah dan kesempurnaan agama-Nya yang mengatur segala kehidupan. Untuk itu, seharusnya kita mengetahui siapa-siapa saja yang termasuk mahrom dan hal-hal

Yang Dianggap Mahrom Padahal Bukan

YANG DIANGGAP MAHROM PADAHAL BUKAN Oleh Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Latif Disebabkan keengganannya dalam mendalami ilmu agama Islam, maka banyak kita jumpai adanya beberapa anggapan keliru dalam mahrom. Otomatis berakibat fatal, orang-orang yang sebenarnya bukan mahrom dianggap sebagai mahromnya. Sangat ironis memang, tapi demikianlah kenyataannya. Oleh karena itu dibutuhkan pembenahan secepatnya. Berikut beberapa orang

Hizbiyyah Bukan Hizbullah

HIZBIYYAH BUKAN HIZBULLAH DEFINISI HIZBIYYAH Al-Hizbu secara bahasa adalah kelompok atau kumpulan manusia. (Al-Qomus Al-Muhith, Fairuz Abadi hal. 94). Dia berkata dalam Bashoir Dzawi Tamyiz 2/457: “Bashirotun fi Hizbi adalah kumpulan yang di dalamnya ada permusuhan”.Dan dikatakan bahwa Al-Hizbu adalah kelompok-kelompok yang berkumpul untuk memerangi para Nabi. Dan firman Allah Ta’ala: فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ

Nasehat Dalam Menghadapi Ikhtilaf Di Antara Ikhwah Salafiyyin

NASEHAT DALAM MENGHADAPI IKHTILAF DI ANTARA IKHWAH SALAFIYYIN Oleh Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad hafidzohullah Syaikh Dr.Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily hafidzohullah Bagian Pertama dari Tiga Tulisan [1/3] [I]. Nasehat Fadhilatus Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr, [Ulama besar dan Muhaddits Madinah Nabawiyah] Pertanyaan. Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad ditanya : Apakah batasan-batasan atau kriteria dalam suatu ikhtilaf (perbedaan

Tidak Memperhatikan Isteri

TIDAK MEMPERHATIKAN ISTERI Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Suami saya –semoga Allah memaafkannya- walaupun berakhlak baik dan takut kepada Allah, ia sama sekali tidak punya perhatian terhadap saya di rumah. Ia selalu bermuka masam dan mudah sekali tersinggung, bahkan saya sering dituduh sebagai penyebabnya. Tapi Allah

Majalah Porno Dan Bahayanya

MAJALAH-MAJALAH PORNO DAN BAHAYA-BAHAYANYA Oleh Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta Segala puji bagi Allah, Dia Maha Esa, serta shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam , keluarga serta para sahabatnya. Sesungguhnya kaum muslimin pada zaman ini berhadapan dengan banyak cobaan yang besar, fitnah yang banyakpun mengelilingi mereka

Tujuan Yang Diharapkan Dari Olah Raga

TUJUAN YANG DIHARAPKAN DARI OLAH RAGA Oleh Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri Tujuan dari seluruh olah raga ini yang telah diketahui pada masa awal kelahiran Islam dengan nama furusiyah, yakni kepandaian menunggang kuda, adalah untuk memelihara hak, mempertahankannya dan membelanya. Tujuannya sama sekali bukan untuk mendapatkan harta dan mengumpulkannya, bukan pula untuk popularitas dan kecintaan

Hukum Wudhunya Orang Yang Berkutek, Memakai Inai (Pacar), Mengusap Kepala Yang Berminyak Rambut

HUKUM WUDHUNYA ORANG YANG BERKUTEK Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah hukum wudhunya orang yang menggunakan kutek pada kuku-kukunya ? Jawaban. Sesungguhnya kutek itu tidak boleh dipergunakan wanita jika ia hendak shalat, karena kutek tersebut akan menghalangi mengalirnya air dalam bersuci (pada bagian kuku yang tertutup