Monthly Archives: April 2026

Pengertian Antara Ijtihad dan Taqlid

DAFTAR ISI

  1. Antara Ijtihad dan Taqlid
  2. Orang Awam Antara Taqlid dan Ijtihad
  3. Ijtihad dan Pemberian Fatwa
  4. Sikap Penuntut Ilmu Terhadap Taqlid dan Ijtihad

Talfiq Dalam Pandangan Ulama

  1. Bagaimana Ulama Berijtihad
  2. Hukum Ijtihad Dalam Islam dan Syarat-Syarat Mujtahid
  3. Siapa yang Mengikuti Ulama Dalam Suatu Masalah Ijtihad, Tindakannya Benar
  4. Apakah Masalah-masalah Ijtihad Tidak Boleh Diingkari?

Pengertian Ijtihad, menurut makna leksikal berarti mencurahkan semua kemampuan untuk menghasilkan perkara yang besar. Adapun menurut istilah, ijtihad ialah, mencurahkan semua kemampuan untuk mengetahui hukum syar’i. Adapun seorang yang mencurahkan semua kemampuannya untuk mengetahui hukum syar’i, disebut mujtahid.

Dengan demikian, seorang yang mengambil sebuah kitab, melihat kandungannya, dan menghukumi dengan hukum yang sesuai dengan kitab tersebut, maka dia tidak bisa dikatakan sebagai mujtahid, karena dia hanya mengikuti penulis kitab. Adapun orang yang meruju‘ kepada kitab-kitab dan mengkajinya bersama ulama untuk merumuskan hukum dalam suatu masalah sehingga berhasil menyimpulkan suatu hukum tertentu, maka orang ini dinamakan mujtahid, karena telah mencurahkan semua kemampuan untuk mengetahuinya.

Pengertian Antara Taqlid dan Ittiba

DAFTAR ISI

  1. Antara Taqlid dan Ittiba’
  2. Taqlid yang Diharamkan
  3. Taqlid yang Wajib

Larangan dari Fanatisme dan Taqlid

  1. Taklid Dapat Menghambat Hidayah
  2. Bertaklid Kepada Seorang Ulama yang Dikenal Ilmu dan Amanahnya
  3. Kewajiban Seseorang Awam Untuk Taklid Kepada Ulama Negerinya

Ittiba’ adalah menempuh jalan orang yang (wajib) diikuti dan melakukan apa yang dia lakukan.

Seorang muslim wajib ittiba’ kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dengan menempuh jalan yang beliau tempuh dan melakukan apa yang beliau lakukan. Begitu banyak ayat Al-Qur’an yang memerintahkan setiap muslim agar selalu ittiba’ kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam di antaranya firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ

Katakanlah: “Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir” [Ali lmran/3 : 32]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” [Al-Hujurat/49:1]

Imam Asy-Syâfi’i Adalah Ulama Besar Fikih

DAFTAR ISI

  1. Imam Asy-Syâfi’i Seorang Ulama Besar Fikih
  2. Pernyataan Imam Syafi’i Dalam Masalah ‘Aqidah
  3. Aqidah Iman Syâfi’i Tentang Asmȃ’ dan Sifat Allah

Imam Asy Syafi’i : Ilmu Kedokteran Ilmu yang Dilalaikan Umat

  1. Aqidah Imam Syâfi’i, Allah Subhanahu wa Ta’ala Ada Di Atas
  2. Imam Asy-Syâfi’i dan Komitmennya Terhadap Sunnah Rasulullah
  3. Aliran Sufi Diingkari Imam Syâfi’i Rahimahullah

Salah satu imam besar dunia dalam fiqih yang dapat menggabungkan antara madrasah al-hadîts dan madrasah ar-ra’yu adalah Imam Abu Abdillâh Muhammad bin Idris bin al-‘Abbas bin Utsmân bin Syâfi’ al-Muthalibi al-Qurasyi. Seorang imam yang dilahirkan di Gaza, Palestina dan mengambil ilmu dari para Ulama dua madrasah tersebut.

Imam asy-Syâfi’i rahimahullah mengambil dari para Ulama dua madrasah hadits dan mengetahui betul hakikat dan fiqih khilaf mereka, kemudian beliau berijtihad serta membangun pondasi dan kaidah dalm konsep fiqih yang menggabungkan kedua konsep fiqih dua madrasah tersebut.  Oleh karena itu Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah pernah berkata: “Kami terus menyalahkan ahlu ra’yi dan mereka pun menyalahkan kami hingga datang asy-Syafi’i dan menggabungkan kami semua”

Kesamaan Aqidah Empat Imam Madzhab

DAFTAR ISI

  1. Aqidah Imam Empat
  2. Kesamaan Aqidah Imam Empat

Mengenal Madzhab Fiqih yang Empat

  1. Biografi Imam Abu Hanifah
  2. Sekilas Tentang Biografi Imam Malik
  3. Sejarah Imam asy-Syafi’i
  4. Imam Ahmad Sosok  Ulama yang Teguh Diatas Kebenaran

Aqidah imam empat, Abu Hanifah, Malik, Syafi’i, dan Ahmad. Adalah yang dituturkan oleh Al-Qur’an dan Sunnah Nabi, sesuai dengan apa yang menjadi pegangan para sahabat dan tabi’in. Tidak ada perbedaan di antara mereka dalam masalah ushuluddin. Mereka justru sepakat untuk beriman kepada sifat-sifat Allah, bahwa Al-Qur’an itu dalam Kalam Allah, bukan makhluk dan bahwa iman itu memerlukan pembenaran dalam hati dan lisan.

Mereka juga mengingkari para ahli kalam, seperti kelompok Jahmiyyah dan lain-lain yang terpengaruh dengan filsafat Yunani dan aliran-aliran kalam. Syaikhul Islam Imam Ibnu Taimiyyah menuturkan, “… Namun rahmat Allah kepada hamba-Nya menghendaki, bahwa para imam yang menjadi panutan umat, seperti imam madzhab empat dan lain-lain, mereka mengingkari para ahli kalam seperti kelompok Jahmiyyah dalam masalah Al-Qur’an, dan tentang beriman kepada sifat-sifat Allah.

Madzhab Empat Manakah yang Paling Benar?

DAFTAR ISI

  1. Perbedaan Antara Ahlus Sunnah wal Jamaah dan Madzhab Fikih?
  2. Bagaimana Kalau Ditanya Tentang Madzhab?
  3. Sikap Seorang Muslim Terhadap Perbedaan Madzhab
  4. Mengikuti Madzhab yang Empat

Madzhab Empat Manakah yang Benar?

  1. Imam Abu Hanifah
  2. Imam Malik bin Anas
  3. Imam Syafi’i
  4. Imam Ahmad bin Hanbal

 

Di antara para imam yang diakui kejujuran, keadilan dan kepemimpinan dalam agama, ilmu, keutamaan, kebaikan dan keshalihannya adalah imam yang empat, para pemimpin madzhab fikih, yaitu Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad Rahimahumullah. Mereka semua adalah para pengikut Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang sangat setia dalam masalah itu.

Adapun kesalahan itu suatu yang biasa terjadi, bahkan pada diri para sahabat. Masalah-masalah syariat agama yang harus diikuti adalah yang dilandasi dalil. Terkadang dalil tersebut samar bagi sebagian ulama, tetapi dalil-dalil lainnya jelas bagi ulama lain. Hal ini tidak mencederai keadilan mereka. Mereka semua mencari kebenaran dan menyebarkannya.

Fanatik Terhadap Salah Satu Imam Madzhab

DAFTAR ISI

  1. Madzhab dan Perkembangannya
  2. Belajar Fiqih Harus Mengikuti Salah Satu Dari Empat Madzhab?
  3. Seruan Kepada Madzhab Dalam Pembelajaran Fiqih

Sikap Fanatik Terhadap Salah Satu Imam Madzhab

  1. Apakah Diwajibkan Untuk Mengikuti Salah Satu Madzhab?
  2. Berafiliasi Mazhab Fiqih Tidak Dengan Sendirinya Perpecahan
  3. Bertaqlid Kepada Madzhab dan Menolak Untuk Belajar

Para Ulama dan imam madzhab telah berjasa mendekatkan ilmu agama kepada umat. Semoga Allâh Azza wa Jalla merahmati dan membalas jasa mereka. Kita boleh mengikuti salah satu madzhab itu, tetapi tidak wajib. Bahkan madzhab empat yang terkenal belum ada di generasi awal umat Islam yang merupakan generasi terbaik. Bermadzhab tidaklah tercela, sebagaimana tidak bermadzhab juga bukan merupakan kesalahan. Yang salah adalah fanatik kepada madzhab atau imam tertentu dengan terus mengikuti pendapatnya meskipun pendapatnya itu jelas menyelisihi dalil. Padahal sikap seperti ini dilarang oleh para imam itu sendiri. Seluruh imam madzhab yang empat diriwayatkan mengatakan demikian. Imam Syâfi’i rahimahullah –misalnya- mengatakan, “Jika haditsnya shahîh, maka ambillah dan campakkanlah pendapatku (yang menyelisihinya) ke dinding.”

Wahabi Antara Tuduhan dan Fakta

DAFTAR ISI

  1. Apa dan Siapakah Wahhabi?
  2. Seputar Kata Wahabi
  3. Wahabi Antara Dogma dan Fakta
  4. Wahhabi, Antara Tuduhan dan Fakta
  5. Hakikat Wahhabiyah dan Klaim Wahhabi

Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Sosok Pembaharu

  1. Soal Jawab Seputar Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab
  2. Menjawab Tuduhan Dusta Terhadap Dakwah Syaikh Muhammad bin Abdil-Wahhab
  3. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Sebab Keruntuhan Khilafah Utsmaniyah?
  4. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Suka Mengkafirkan Orang?
  5. Menjawab Tuduhan Batil Terhadap Dakwah Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah adalah salah seorang ulama yang diakui banyak pihak sebagai mujaddid (pembaharu agama) di abad 12 hijriyah. Karena banyak sekali dampak kebaikan yang dihasilkan oleh dakwah beliau rahimahullah. Dakwah beliau adalah dakwah yang berlandaskan kitab suci al-Qur’ân, Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan mengikuti  Salaf (para pendahulu) yang shalih.

Namun, ada sebagian orang yang tidak mengerti dakwah beliau rahimahullah berani mencela beliau rahimahullah ,  bahkan berusaha menjauhkan manusia dari dakwah beliau rahimahullah . Mereka menuduh syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dengan berbagai macam tuduhan, diantara beliau rahimahullah dituding suka mengkafirkan kaum Muslimin secara membabi buta. Mereka juga menuduh bahwa tindakan terorisme di zaman ini, termasuk berbagai pengeboman dan pengrusakan, adalah buah dari ajaran Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah

Apa yang Mereka Dendam Terhadap Saudi Arabia?

DAFTAR ISI

  1. Relevansi Manhaj Salaf Sebagai Solusi Berbagai Problem
  2. Saudi Di Mata Seorang Ulama Sunnah
  3. Praktek Keagamaan di Saudi Arabia
  4. Dakwah Salafiyyah dan Daulah Su’udiyyah
  5. Biografi Penjaga Dua Kota Suci (Khadim al-Haramain asy-Syarifain)

Apa yang Mereka Dendam Terhadap Negeri Haramain (Saudi Arabia)?

  1. Menimba Pelajaran Dari Revolusi Arab
  2. Arab Saudi dan Terorisme
  3. Penjara Teroris Di Arab Saudi
  4. Juhayman, Sang Pembajak Masjid al-Haram
  5. Muhammad bin Abdul Wahhab dan Arab Saudi

Sesungguhnya orang-orang yang dhalim itu, yang berusaha membuat kerusakan di negeri Al-Haramain (Saudi Arabia) dan negeri Islam lainnya, pada hakikatnya mereka itu adalah orang-orang yang berkhidmat (pada) musuh-musuh Islam dari kalangan Yahudi dan Nashara serta seluruh musuh-musuh Islam, karena musuh-musuh Islam itu bergembira dan menabuh genderang bahkan menari-nari ketika gangguan menimpa negeri Islam, khususnya negeri Islam yang memelihara dan menjaga Makkah dan Madinah, negara yang menyebarkan aqidah Tauhid di negeri Arab dan selain negeri Arab.

Permusuhan Yahudi Terhadap Islam

DAFTAR ISI

  1. Permusuhan Yahudi Terhadap Islam (Tinjauan Historis)
  2. Permusuhan Antara Umat Islam Dengan Bangsa Yahudi
  3. Mengapa Kaum Muslimin Tidak Bisa Hidup Damai Bersama Yahudi?
  4. Peperangan Melawan Orang Yahudi
  5. Hukum Menamai Negeri Yahudi Dengan Israel
  6. Di Antara Sifat-Sifat Yahudi

Yahudi Musuh Agama!!!

  1. Kekejian Yahudi
  2. Apakah Yahudi Berhak Atas Palestina?
  3. Rezim Apartheid Zionis di Palestina
  4. Mandat Britania di Palestina, Awal Mula Konflik Israel-Palestina
  5. Peristiwa Nakba, Ketika Warga Palestina Terusir dari Tanahnya Sendiri
  6. Yahudi Akan Terbasmi, Insya Allah

Permusuhan Yahudi terhadap Islam sudah dikenal dan sudah ada semenjak dahulu, ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai sejak dakwahnya. Bahkan sebelum beliau lahir, kaum Yahudi sudah menampakkan permusuhannya tersebut. Mereka merasa khawatir, pengaruh dakwah Islam ini dapat menghancurkan impian dan rencana mereka.

Substansi permusuhan Yahudi terhadap Islam adalah masalah agama, bukan permusuhan yang menyangkut perebutan tanah, wilayah ataupun perbatasan, sebagaimana opini yang berkembang di khalayak. Bukan masalah tersebut, tetapi karena persoalan yang menyangkut aqidah dan Islam.