Author Archives: editor

Tata Cara Fidyah Puasa Ramadhan

DAFTAR ISI

  1. Fidyah Di Dalam Puasa
  2. Kewajiban Fidyah Bagi Wanita Hamil dan Wanita Menyusui
  3. Tidak Kuat Puasa Dan Teknis Pembayaran Fidyah
  4. Fidyah Bagi Orang yang Tidak Berpuasa Karena Tua Atau Sakit
  5. Ibu Telah Lanjut Usia, Tidak Sanggup Berpuasa

Fidyah

  1. Fidyah Tidak Bisa Ditunaikan Dalam Bentuk Uang
  2. Siapa Orang Miskin yang (Berhak) Diberi Fidyah?
  3. Fidyah Untuk Anaknya Atau Orang Lain?
  4. Fidyah Diberikan Kepada Satu Orang Miskin
  5. Tidak Mendapatkan Orang Miskin Untuk Fidyah?

Pada zaman sekarang ini, ada sebagian orang yang beranggapan, bahwa seseorang boleh tidak berpuasa meskipun sama sekali tidak ada udzur, asalkan dia mengganti dengan membayar fidyah. Jelas hal ini tidak dibenarkan dalam agama kita.

Untuk memperjelas tentang fidyah, dalam tulisan ini akan kami uraikan beberapa hal berkaitan dengan fidyah tersebut. Semoga Allah memberikan taufikNya kepada kita untuk ilmu yang bermanfa’at, serta amal shalih yang Dia ridhai.

Defenisi Fidyah : Fidyah (فدية) atau fidaa (فدى) atau fida` (فداء) adalah satu makna. Yang artinya, apabila dia memberikan tebusan kepada seseorang, maka orang tersebut akan menyelamatkannya.

Di dalam kitab-kitab fiqih, fidyah, dikenal dengan istilah “ith’am”, yang artinya memberi makan. Adapun fidyah yang akan kita bahas di sini ialah, sesuatu yang harus diberikan kepada orang miskin, berupa makanan, sebagai pengganti karena dia meninggalkan puasa.

Salah Dalam Memaknai Idul Fithri

DAFTAR ISI

  1. Menyambut Hari Raya
  2. Hari Raya dan Maknanya Dalam Islam
  3. Orang yang Berbahagia (Di Hari Raya)
  4. Hari Raya (‘Ied) : Ibadah dan Pengungkapan Rasa Syukur
  5. Bagaimana Merayakan Hari Raya
  6. Salah Memaknai Idul Fithri

Mudik Lebaran dan Tradisi yang Keliru

  1. Kemana Perginya Uang Umat Islam?
  2. Kekeliruan yang Terjadi Pada Hari Raya
  3. Kemungkaran yang Biasa Terjadi Pada Hari Raya
  4. Berpartisipasi Dalam Perayaan Tahunan
  5. Hari-Hari Raya yang Tidak Disyariatkan

Para pedagang, sejak jauh-jauh hari sebelum Ramadhân tiba, mereka sudah bersiap melakukan stock barang sebagai persiapan dagang untuk meraup keuntungan melimpah di bulan suci ini. Bahkan banyak pedagang musiman yakni khusus bulan Ramadhân. Para karyawan, pegawai, pekerja, buruh dan lain-lain yang bekerja diluar kota pun punya harapan untuk cuti menjelang hari raya sampai dengan beberapa hari sesudah hari raya.

Sedikit orang yang benar-benar memanfaatkan bulan Ramadhân sebagai kesempatan emas meraup pahala dan menghapus dosa dengan cara-cara yang benar sesuai tuntunan Nabi Besar Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam .

Begitu pula tentang hari raya. Sudah terbentuk opini di kalangan banyak kaum Muslimin bahwa Idul Fithri adalah saat bersenang-senang, seakan baru lepas dari beban puasa selama satu bulan penuh. Sebagian lagi berdalih menikmati keuntungan melimpah dari hasil dagang selama Ramadhân. Sebagian yang lain mengemukakan alasan-alasan lain sesuai dengan aktifitasnya selama Ramadhân. Yang jelas, menurut anggapan sementara sebagian kaum Muslimin, Idul Fithri adalah hari bersenang-senang sampai puas, seakan tanpa batas.

Dzikir Amalan Terbaik dan Kunci Kebaikan

DAFTAR ISI

  1. Dzikir Kunci Kebaikan
  2. Dzikir Amalan Terbaik Dan Tersuci
  3. Keutamaan Berzdikir Untuk Memohon Perlindungan Allah
  4. Dzikir Pagi Dan Petang
  5. Dzikir Pagi dan Petang Dapat Menjaga Dari Kejahatan
  6. Pagi Hari Antara Tidur dan Dzikir

Hubungan Antara Do’a dan Dzikir

  1. Keutamaan Dzikir Kepada Allah Azza Wa Jalla
  2. Mengharap Berkah Melalui Dzikir Kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
  3. Keberkahan Dzikir Dan Keutamaan-Keutamaannya
  4. Keutamaan dan Bentuk Majelis Dzikir
  5. Dzikir Menghilangkan Kegelisahan

Dzikir dan do’a adalah sebaik-baik amalan yang dapat mendekatkan diri seorang muslim kepada Rabb-nya. Ia merupakan kunci semua kebaikan yang diinginkan seorang hamba di dunia dan akhirat. Kapan saja Alah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kunci ini kepada seorang hamba, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menginginkan ia membukanya. Dan jika Allah menyesatkannya, maka pintu kebaikan terasa jauh darinya, sehingga hatinya gundah gulana, bingung, pikiran kalut, depresi, lemah semangat dan keinginannya. Apabila ia menjaga dzikir dan do’a serta terus berlindung kepada Allah, maka hatinya akan tenang, sebagaimana firman Allah :

الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللهِ أَلاَبِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. [Ar Ra’du/13 :28].

Bulan Ramadhan, Meningkatkan Infak Di Jalan Allah

DAFTAR ISI

  1. Saat Tepat Berinfak
  2. Do’a Para Malaikat Bagi Orang yang Berinfak
  3. Tujuh Golongan yang Dinaungi Allâh Azza Wa Jalla Pada Hari Kiamat
  4. Tangan Di Atas Lebih Baik Dari Tangan Di Bawah

Ramadhan, Meningkatkan Infak Di Jalan Allah

  1. Amalan yang Tetap Menghasilkan Pahala
  2. Amal-Amal yang Dapat Memasukkan Ke Surga Dengan Selamat
  3. Fitnah Wanita dan Anjuran Wanita Untuk Bersedekah dan Beristighfar
  4. Anjuran Bersuci, Berdzikir, Sedekah dan Sabar

Islam telah memerintahkan untuk berderma, memberi dan berinfak di jalan Allah pada setiap saat. Pada bulan Ramadhan, perintah tersebut lebih ditekankan sebagai upaya mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia.

Allah Ta’ala berfirman:

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak…” [Al-Baqarah/2: 245]

Allah juga berfirman:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Mahamengetahui.” [Al-Baqarah/2: 261]

Do’a Adalah Senjata Orang Mukmin

DAFTAR ISI

  1. Doa Senjata Orang Mukmin
  2. Berdo’alah Kepada-Ku Niscaya Akan Aku Kabulkan!
  3. Baik Dan Halal, Adalah Syarat Diterimanya Doa
  4. Raih Keamanan Dengan Iman Dan Do’a
  5. Meminta Kemenangan Dengan Doa

Meraih Do’a Mustajab

  1. Tidak Melampaui Batas Dalam Berdoa
  2. Hukum Mengangkat Tangan Dalam Berdo’a
  3. Mendulang Doa Malaikat
  4. Do’a Para Malaikat Bagi Orang yang Berinfak
  5. Do‘a Para Malaikat Atas Orang yang Pelit/Bakhil

Doa adalah jalan keselamatan, tangga pengantar, sesuatu yang dituntut oleh orang-orang yang berpengetahuan, kendaraan orang-orang shalih, tempat berlindung bagi kaum yang terzalimi dan tertindas, melalui doa  nikmat diturunkan dan melaluinya pula murka dihindarkan. Alangkah besar kebutuhan para hamba Allah akan doa, seorang muslim tidak akan pernah bisa lepas dari kebutuhan akan doa dalam setiap situasi dan kondisinya.

Doa adalah obat yang paling mujarab, ia ibarat musuh bagi penyakit, ia senantiasa melawan, menhilangkan atau meringankanya.

Begitulah kedudukan doa, seyogyanya bagi seorang muslim untuk mengetahui keutamaan-keutamaan dan adab-adab doa, kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar menerima doa dan amal soleh kita.

Tata Cara Mengeluarkan Zakat Fithri

DAFTAR ISI

  1. Zakat Fithri
  2. Zakat Fithrah
  3. Tuntunan Zakat Fithri
  4. Hukum Mengeluarkan Zakat Fithri Dengan Uang?
  5. Bolehkah Mengeluarkan Zakat Fithri Dengan Uang?
  6. Zakat Fithri Mengikuti Orang Dimana Berada
  7. Zakat Fithri Harus Dibagikan Kepada Fakir Miskin Di Negeri Setempat
  8. Hukum Memindahkan Zakat Fithri Ke Negeri Lain

Zakat Fithri

  1. Sebagian Ulama Mengatakan Tidak Boleh Zakat Fithri Berupa Beras?
  2. Bolehkah Panitia Zakat Fithri Menerima Titipan Uang Untuk Beli Beras?
  3. Mengeluarkan Zakat Fithri Oleh Keluarganya
  4. Membayarkan Zakat Fithri Untuk Saudara Perempuan
  5. Menambah Zakat Fithri Dengan Niat Sedekah
  6. Dipaksa Mengeluarkan Zakat Fithri Dengan Uang

Mengqadha Zakat Fitrah

  1. Lupa Mengeluarkan Zakat Fithri Sebelum Ied
  2. Mengeluarkan Zakat Fithri Pada Sepuluh Hari Terakhir
  3. Golongan yang Berhak Menerima Zakat Fitrah?
  4. Siapakah Orang Miskin Dan Fakir
  5. Apakah Orang Fakir Wajib Zakat Fitrah
  6. Jika Tidak Ada yang Berhak Mendapatkan Zakat Fitrah

Makna Zakat Fithri
Banyak orang menyebutnya dengan zakat fithrah. Yang benar adalah zakat fithri atau shadaqah fithri, sebagaimana disebutkan di dalam hadits-hadits. Makna zakat fithri atau shadaqah fithri adalah shadaqah yang wajib ditunaikan dengan sebab fithri (berbuka) dari puasa Ramadhan.

Doa Untuk Orang yang Membayar Zakat

Hikmah Zakat Fithri
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan hikmah zakat fithri, sebagaimana tersebut di dalam hadits :

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنْ الصَّدَقَاتِ

Dari Ibnu ‘Abbas, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fithri untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perkara sia-sia dan perkataan keji, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barangsiapa menunaikannya sebelum shalat (‘Id), maka itu adalah zakat yang diterima. Dan barangsiapa menunaikannya setelah shalat (‘Id), maka itu adalah satu shadaqah dari shadaqah-shadaqah“.

Panduan Puasa Enam Hari Bulan Syawwal

DAFTAR ISI

  1. Keutamaan Puasa Enam Hari Bulan Syawal
  2. Tata Cara Puasa Enam Hari Bulan Syawwal
  3. Bagaimana Menjalankan Puasa Enam Hari Bulan Syawwal?
  4. Bolehkah Melengkapi Puasa Syawal Di Bulan Dzul Qo’dah?

Sedang Puasa Sunnah, Istri Mengajak Jima’

  1. Memulai Qadha Puasa Atau Puasa Enam Hari Bulan Syawal
  2. Berpuasa Enam Hari Bulan Syawal dan Ingin Meneruskan Puasa
  3. Shahih Dan Dhaif Hadits Puasa Enam Hari Bulan Syawwal

Seseorang yang berpuasa enam hari di bulan Syawwal setelah berpuasa Ramadhan, seolah-olah ia berpuasa setahun penuh. Penjelasannya, kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Bulan Ramadhan laksana sepuluh bulan. Sementara enam hari bagai dua bulan. Maka hitungannya menjadi setahun penuh. Sehingga dapat diraih pahala ibadah setahun penuh tanpa kesulitan, sebagai kemurahan dari Allah dan kenikmatan bagi para hambaNya.

Dari Tsauban Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ فَشَهْرٌ بِعَشَرَةِ أَشْهُرٍ وَصِيَامُ سِتَّةِ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ فَذَلِكَ تَمَامُ صِيَامِ السَّنَةِ

Barangsiapa berpuasa Ramadhan, satu bulan seperti sepuluh bulan dan berpuasa enam hari setelah hari Idul Fithri, maka itu merupakan kesempurnaan puasa setahun penuh.

Tugas Seorang Mukmin Di Bulan Ramadhan

DAFTAR ISI

  1. Keistimewaan Bulan Ramadhan
  2. Tugas Mukmin Di Bulan Ramadhan
  3. Tiga Ibadah Penting Dalam Bulan Puasa
  4. Berpuasa Dari yang Diharamkan Allah Subhanahu wa Ta’ala
  5. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Di Bulan Ramadhan

Wajibkah Qadla Bagi yang Tidak Pernah Berpuasa?

  1. Meninggalkan Puasa Dengan Sengaja Karena Ujian Sekolah
  2. Wanita Hamil dan Menyusui Apabila Tidak Berpuasa
  3. Wanita Hamil dan Menyusui Tidak Boleh Berbuka Kecuali Khawatir …
  4. Puasa Wanita Nifas, Tidak Puasa Karena Haid dan Belum Mengqadhanya
  5. Meninggal Dunia dan Tidak Berpuasa Karena Sakit

Mimpi Basah Di Siang Hari Ramadhan?

  1. Mencegah Haid Agar Bisa Berpuasa
  2. Mengkonsumsi Pencegah Haid Agar Dapat Berpuasa
  3. Menggantikan Puasa Secara Bersama-Sama
  4. Berjualan Bahan Makanan Di Siang Ramadan
  5. Memfokuskan Diri Hanya Untuk Ibadah Di Bulan Ramadhan

Disamping keutamaan yang bersifat umum ini ada keutamaan khusus yang melekat dengan bulan Ramadhân, berdasarkan sabda Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang puasa Ramadhân karena iman dan karena ingin mendapatkan pahala, maka dia diampuni dosanya yang telah lewat

Dan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

شَهْرُ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةُ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَوْمُ الدَّهْرِ

Satu bulan sabar (berpuasa Ramadhân) ditambah tiga hari puasa pada setiap bulan, sama dengan puasa satu tahun

Yang dimaksud dengan bulan sabar yaitu bulan Ramadhan. Ibnu Abdil Barr rahimahullah menjelaskan, “Dalam kamus Lisânul Arab, shaum juga bermakna sabar.

Adab-Adab Tilawah Al-Qur’an

DAFTAR ISI

  1. Tilawah Al-Qur’an dan Adab-Adabnya
  2. Urgensi Surat Al-Fatihah dan Sebagian Keutamaannya
  3. Rahasia Dalam Bacaan Surat Al-Fatihah
  4. Makna Al-Isti’aadzah dan Manfaatnya Ketika Hendak Membaca Al-Qur’an
  5. Cara Melafazhkan Isti’aadzah dan Tempatnya

Al-Qur’an Digital

  1. Derajat Hadits Membaca Surat Al-Waqi’ah, Al-Mulk Dan Al-Kahfi
  2. Pemberian Dari Mengajar Ngaji (Membaca Al-Qur’an)
  3. Mushaf Al-Qur’an yang Sudah Tidak Terpakai
  4. Hukum Menggantungkan Ayat-Ayat Al-Qur’an Di Dinding
  5. Mengupah Qari’ Untuk Membaca Al-Qur’an

Seorang muslim meyakini kesucian dan keutamaan kalamullah, kalam yang paling utama dan sempurna; tidak ada cela dan kebatilan sedikitpun padanya. Al-Qur`an merupakan sebaik-baik dan sebenar-benarnya kalam, barangsiapa yang berhukum dengan Al-Qur`an pasti ia akan berada di atas keadilan dan jauh dari kezhaliman. Dan barangsiapa yang berpegang teguh dengan Al-Qur`an (dan Al-Hadits) sebagai jalan hidupnya dalam segala aspek kehidupanya maka -dengan idzin Allah Ta’ala- hidupnya akan sukses di dunia hingga di akhirat kelak. Namun hal itu tidak akan bisa tercapai kecuali jika kita mempelajari dan melaksakannya dalam kehidupan sehari-hari. Maka kita -sebagai seorang muslim- tidaklah pantas melupakan Al-Qur`an dan mengambil hukum lain dalam menyelesaikan permasalahan hidup. Dengan tilawah (membaca) dan memahami Al-Qur`an terus menerus, sedikit demi sedikit, Insya`Allah akan kita dapatkan berbagai macam ilmu pengetahuan yang menambah keimanan kita.

Menjaga Waktu Di Bulan Puasa Ramadhan

DAFTAR ISI

  1. Menjaga Waktu Di Bulan Ramadhan
  2. Rumah dan Ramadhan
  3. Tiga Kunci Sukses Menjadi Orang Bertakwa Di Bulan Ramadhan
  4. Keutamaan Puasa dan Rahasia-Rahasianya
  5. Puasa Di Negeri yang Waktunya Pendek Atau Panjang

Adab-adab Puasa yang Dianjurkan

  1. Menghentikan Makan dan Minum Karena Suara Adzan?
  2. Makan dan Minum Ketika Mendengar Adzan Subuh Pada Bulan Ramadhan 
  3. Apakah Imsak Memiliki Dalil Dari Sunnah Ataukah Merupakan Bid’ah?
  4. Hukum Menonton Film, Televisi dan Bermain Kartu Di Bulan Ramadhân
  5. Cara Berbuka Puasa Di Pesawat dan Di Bandara?
  6. Mencium Istri dan Mencumbuinya Ketika Berpuasa

Waktu terus berjalan tak pernah terhenti. Siang dan malam datang silih berganti, berlalu dengan cepat mengurangi jatah usia dan semakin mendekatkan kepada waktu kematian. Dahulu siang dan malam menyertai kaum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallamûh Alaihissallam, kaum ‘Âd, Tsamûd, dan beberapa generasi setelah mereka. Mereka telah menghadap Rabb mereka (meninggal) dan menerima balasan dari amal perbuatan mereka, sementara siang dan malam terus saja berlalu dan tetap baru menemani ummat dan generasi berikutnya. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا

Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur. [al-Furqân/25:62]

Maka selayaknya seorang Mu’min mengambil dan memetik ibrah (pelajaran) dari perjalanan siang dan malam terutama pada bulan Ramadhan, bulan yang sangat berharga dan momen yang teramat agung. Berapa banyak Ramadhan yang telah kita lalui, datang lalu pergi begitu cepat. Siang dan malam terus berlalu membuat segala hal yang baru menjadi usang, yang tadinya jauh menjadi semakin dekat,  jatah usia menjadi semakin berkurang. Perjalanan siang dan malam telah membuat anak kecil menjelma menjadi orang dewasa yang beruban, dan memusnahkan yang tua. Semua peristiwa ini mengingatkan kita akan perjalanan dunia yang semakin jauh sementara hari kiamat semakin mendekat.