Author Archives: editor

Disyariatkannya I’tikaf Pada Bulan Ramadhan

DAFTAR ISI

  1. I’tikaaf
  2. Tujuan Dasar Beri’tikaf, Mengapa Orang Islam Meninggalkannya
  3. Petunjuk I’tikaf Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam
  4. Hukum I’tikaf dan Dalil Anjurannya
  5. Tidak Sah I’tikaf Kecuali Berada Dalam Masjid

Waktu Minimal Untuk Beri’tikaf

  1. Apakah Sah Beri’tikaf Di Mushalla dan Markaz Islam?
  2. I’tikaf Pada Sepuluh Hari Terakhir, Kapan Masuk dan Keluar Masjid
  3. Beri’tikaf Pada Malam Ganjil Sepuluh Terakhir dan Apa Pahala I’tikaf
  4. Apakah I’tikaf di Kota Saya Bekerja Atau Pulang Ke Tengah Keluarga?
  5. I’tikaf Tidak Dapat Izin Orang Tua dan Meninggalkan Kewajiban

Para ulama berbeda pendapat terkait dengan waktu minimal untuk beri’tikaf. Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat, waktu minimal adalah sebentar saja. Ini adalah mazhab Abu Hanifah, Syafi’i dan Ahmad. Silahkan lihat, Ad-Dur Al-Mukhtar, 1/445, Al-Majmu’, 6/489. Al-Inshof, 7/566.

An-Nawawi rahimahullah dalam Al-Majmu’, 6/514 mengatakan, “Adapun waktu  minimal i’tikaf, pendapat yang kuat dimana yang telah ditegaskan jumhur ulama adalah  cukup diam di masjid.  Hal itu dianggap berlaku, baik banyak maupun sedikit, meskipun sejam atau sebentar saja.”

Panduan Cara Menghitung Zakat Mal

DAFTAR ISI

  1. Syarat-Syarat Wajib Zakat Mal
  2. Ancaman Meninggalkan Zakat
  3. Kewajiban Dan Urgensi Zakat
  4. Apakah Hutang Menghalangi Kewajiban Zakat?
  5. Wajibkah Zakat Tijarah?

Cara Menghitung Zakat Mal

  1. Panduan Praktis Zakat Uang Kertas
  2. Panduan Praktis Menghitung Dan Mengeluarkan Zakat Perhiasan
  3. Panduan Praktis Zakat Barang Perdagangan
  4. Panduan Praktis Zakat Harta Karun dan Barang Tambang
  5. Zakat Hasil Pertanian dan Perkebunan
  6. Zakat Bumi Dan Bangunan
  7. Zakat Profesi
  8. Adakah Zakat Profesi Dalam Islam?

Seorang Muslim yang merdeka wajib menunaikan zakat mal, apabila memiliki harta yang mencapai nishâb. Nishâb adalah ukuran standar (minimal) yang ditetapkan syariat untuk dikenai kewajiban zakat. Nishâb ini berbeda-beda sesuai dengan jenis harta.

Syarat ini disimpulkan dari hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , diantaranya adalah hadits Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَيْسَ فِيمَا دُونَ خَمْسَةِ أَوْسُقٍ صَدَقَةٌ وَلاَ فِيمَا دُونَ خَمْسِ ذَوْدٍ صَدَقَةٌ ، وَلاَ فِيمَا دُونَ خَمْسِ أَوَاقِيَّ صَدَقَةٌ

Tidak ada zakat (pada harta) yang tidak mencapai lima wasaq; Juga pada harta yang tidak mencapai lima ekor onta; Serta yang tidak mencapai lima auqiyah [Muttafaqun ‘alaihi]

Apabila seorang Muslim tidak memiliki harta yang mencapai nishâb maka tidak diwajibkan berzakat.

Doa Untuk Orang yang Membayar Zakat

Sedekah dan Zakat di Bulan Ramadhan Lebih Utama?

DAFTAR ISI

  1. Sedekah dan Zakat Hanya Dikeluarkan Pada Bulan Ramadhan?
  2. Apakah Mengeluarkan Zakat Di Bulan Ramadan Itu Lebih Utama??
  3. Bulan Ramadhan, Zakat Mal Atau Memberi Makan Orang-Orang Fakir?
  4. Pertimbangan Kalender Masehi Dalam Menentukan Haul Pada Zakat
  5. Syarat Wajib dan Cara Mengeluarkan Zakat

Zakat Menyucikan Jiwa

  1. Penyaluran Zakat Pada Lembaga Sosial Untuk Fakir Miskin
  2. Membayar Zakat Untuk Pencetakan Buku dan Kaset Dakwah
  3. Menyalurkan Harta Zakat di Jalur Dakwah
  4. Menyalurkan Zakat Untuk Kepentingan Situs Islam
  5. Apakah Semua Orang yang Meminta Zakat Berhak Menerima Zakat
  6. Hukum Memberikan Zakat Kepada Para Penuntut Ilmu Atau Pelajar?

Syaikh Ibnu Utsaimin –rahimahullah- pernah ditanya:
“Apakah zakat lebih mempunyai keutamaan pada bulan Ramadhan padahal termasuk salah satu dari rukun Islam?”.

Beliau menjawab:
“Zakat adalah sama dengan perbuatan baik lainnya ketika dilakukan pada waktu yang mulia akan menjadi lebih mulia, akan tetapi kapan saja zakat itu diwajibkan dan sudah selama satu tahun, maka seseorang wajib membayarkannya dan tidak boleh di tunda sampai datang bulan Ramadhan. Jika masa satu tahun itu tepat pada bulan Rajab, maka tidak boleh ditunda pembayarannya sampai bulan Ramadhan, namun langsung dibayarkan pada bulan Rajab tersebut, dan jikalau masa satu tahunnya bertepatan pada bulan Muharram, tidak perlu menundanya sampai Ramadhan, sedangkan jika masa satu tahunnya itu bertepatan dengan Ramadhan, maka hendaknya membayarkannya pada bulan Ramadhan”

Bakhil dan Kikir Adalah Sifat yang Tercela

DAFTAR ISI

  1. Kikir Sifat yang Tercela
  2. Kezhaliman dan Kekikiran Akan Membinasakan Manusia
  3. Doa Para Malaikat Atas Orang yang Pelit/Bakhil
  4. Sifat Pengecut, Awas Bahayanya

Suami yang Pelit

  1. Hukum Kikir Menurut Syariat
  2. Mengungkit Sedekah Merusak Berkah Ibadah
  3. Menarik Kembali Sedekah yang Belum Diterima
  4. Sedekah Orang yang Menanggung Hutang
  5. Sedekah Orang Kafir yang Berujung Duka

Syaikh Abdurahman bin Nashir as-Sa’di menjelaskan, “Yakni janganlah orang-orang yang bakhil mengira yaitu orang-orang yang enggan mengeluarkan harta benda yang telah Allah ta’ala karuniakan kepada mereka, masuk disini kedudukan dan juga ilmu, dan lain sebagainya dari perkara-perkara yang telah Allah Shubhanahu wa ta’alla berikan dan anugerahkan pada mereka, yang Allah ta’ala barengi dengan perintah supaya mereka mau berkorban mengeluarkan pada yang lain selagi tidak sampai memadharatkan dirinya. Kemudian mereka kikir dari semua itu dengan menahan harta benda dan bakhil pada hamba Allah yang lainnya.

Mereka mengira bahwa dengan menahan harta bendanya tersebut, itu lebih utama bagi mereka, justru sebaliknya, itu lebih buruk baginya baik dari sisi agama maupun dunia, dari dampak buruknya yang bisa segera dirasakan maupun pada nantinya”. Dan bakhil yang paling buruk ialah kikir karena khawatir jatuh miskin.

Lebih Dermawan di Bulan Ramadhan

DAFTAR ISI

  1. Sifat Dermawan
  2. Kedermawanan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
  3. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Pribadi Sangat Dermawan
  4. Akhlak Dermawan dan Rendah Hati

Al-Jawwad (Maha Dermawan)

  1. Kedermawanan
  2. Kedermawanan Keluarga Anshar
  3. Ganjaran Bagi Orang yang Suka Membantu
  4. Abdurrahman bin Auf (Sahabat yang Sangat Dermawan)

Jika ada seseorang datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta sesuatu dimilikinya, tentu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam langsung mengabulkan permintaan itu. Beliau akan memberinya, sedikit atau banyak. Inilah kebiasaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau adalah pribadi dermawan, dan paling besar sedekahnya dengan apa yang beliau miliki. Terkadang dengan memberikan makanan, dan pada waktu lainnya pakaian. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu lebih mengutamakan orang lain dari pada diri sendiri.

Meski beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam suka memberi, tetapi bukan berarti tak mau menerima pemberian. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak enggan menerima pemberian dari orang lain, selain sedekah. Akan tetapi beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam akan membalas pemberian itu secara timbal-balik, dan bahkan lebih banyak dan lebih baik.

Keistimewaan dan Keutamaan Kurma

DAFTAR ISI

  1. Rasulullah Menganjurkan Berbuka Puasa Dengan Kurma
  2. Petunjuk Rasulullah ketika makan kurma
  3. Manfaat Buah Kurma menurut sudut pandang medis modern

Mukmin dan pohon Kurma

  1. Kurma untuk tahnik bayi dan contoh dalam bersedekah
  2. Makan tujuh butir Kurma ajwah dapat menangkal racun dan sihir
  3. Kurma sebagai simbol kebaikan dalam Islam

Penelitian yang terbaru menyatakan bahwa buah ruthab (kurma basah) mempunyai pengaruh mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa systolenya (kontraksi jantung ketika darah dipompa ke pembuluh nadi). Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan Maryam binti Imran untuk memakan buah kurma ketika akan melahirkan, dikarenakan buah kurma mengenyangkan juga membuat gerakan kontraksi rahim bertambah teratur, sehingga Maryam dengan mudah melahirkan anaknya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا ۖ فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَٰنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا

Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu kearahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, ‘Sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa untuk Rabb Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini” [Maryam/19 : 25-26]

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah membawakan perkataan ‘Amr bin Maimun di dalam tafsirnya : “Tidak ada sesuatu yang lebih baik bagi perempuan nifas kecuali kurma kering dan kurma basah”

Fidyah di Dalam Puasa Ramadhan

DAFTAR ISI

  1. Fidyah Di Dalam Puasa
  2. Kewajiban Fidyah Bagi Wanita Hamil dan Wanita Menyusui
  3. Tidak Kuat Puasa Dan Teknis Pembayaran Fidyah
  4. Fidyah Bagi Orang yang Tidak Berpuasa Karena Tua Atau Sakit
  5. Ibu Telah Lanjut Usia, Tidak Sanggup Berpuasa

Fidyah

  1. Fidyah Tidak Bisa Ditunaikan Dalam Bentuk Uang
  2. Siapa Orang Miskin yang (Berhak) Diberi Fidyah?
  3. Fidyah Untuk Anaknya Atau Orang Lain?
  4. Fidyah Diberikan Kepada Satu Orang Miskin
  5. Tidak Mendapatkan Orang Miskin Untuk Fidyah?

Pada zaman sekarang ini, ada sebagian orang yang beranggapan, bahwa seseorang boleh tidak berpuasa meskipun sama sekali tidak ada udzur, asalkan dia mengganti dengan membayar fidyah. Jelas hal ini tidak dibenarkan dalam agama kita.

Defenisi Fidyah : Fidyah (فدية) atau fidaa (فدى) atau fida` (فداء) adalah satu makna. Yang artinya, apabila dia memberikan tebusan kepada seseorang, maka orang tersebut akan menyelamatkannya.

Di dalam kitab-kitab fiqih, fidyah, dikenal dengan istilah “ith’am”, yang artinya memberi makan. Adapun fidyah yang akan kita bahas di sini ialah, sesuatu yang harus diberikan kepada orang miskin, berupa makanan, sebagai pengganti karena dia meninggalkan puasa.

Bulan Ramadhan dan Taubat Kepada Allah

DAFTAR ISI

  1. Ramadhan dan Taubat Kepada Allah
  2. Meraih Ampunan Allah Di Bulan Ramadhan
  3. Keluasan Ampunan Allah yang Maha Luas
  4. Segeralah Bertaubat Kepada Allah!

Taubat

  1. Diterimanya Taubat
  2. Taubat Nashuha
  3. Beda Taubat dan Istighfar
  4. Pendukung dan Penghalang Taubat

Taubat bukan hanya untuk orang yang berdosa lagi melakukan kesalahan saja, bahkan ia berlaku umum di setiap orang beriman yang ingin mendapatkan keberuntungan di dunia dan akhirat.

Maka sesungguhnya di antara kebesaran nimat Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap hamba-Nya bahwa ia menjadikan pintu taubat terbuka bagi orang-orang yang bertaubat, menjadikannya sebagai fajar yang mulai bersamanya rihlah (perjalanan) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hati yang patah, air mata yang berlinang, keningnya tunduk dan lehernya merendah.

Dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

إنَّ الله تعالى يَبْسُطُ يدَه بالليلِ ليتوبَ مسيءُ النَّهارِ، ويَبْسُطُ يدَه بالنَّهارِ ليتوبَ مسيءُ الليلِ، حتى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala membuka tangan-Nya di malam hari agar bertaubat orang yang bersalah di siang hari, dan membuka tangan-Nya di siang hari agar bertaubat orang yang bersalah/berdosa di malam hari, hingga terbit matahari dari sebelah baratnya. (HR. Muslim: 4/2113. 2759).

Bulan Ramadhan Bulan Berdoa

DAFTAR ISI

  1. Ramadhan, Bulan Berdoa
  2. Keutamaan dan Kemuliaan Do’a
  3. Adab-adab dalam Berdoa
  4. Orang-Orang yang Dikabulkan Do’anya

Penghalang-Penghalang Do’a

  1. Kapan Waktu Berdoa
  2. Meraih Doa Mustajab
  3. Waktu-Waktu yang Mustajab
  4. Memaksimalkan Waktu-Waktu Mustajab Dalam Berdoa

Rabb kalian berkata: “Berdoalah kepada-Ku niscaya Aku mengabulkannya untuk kalian…”. Mujâhid dan Ibnul Mubârak menjelaskan  makna “فَلْيَسْتَجِيْبُوْالِيْ” yakni “hendaklah mereka melaksanakan ketaatan kepada-Ku (Allah Subhanahu wa Ta’ala)”. Adapun “وَلْيُؤْمِنُوْابِيْ” maknanya “dan (hendaklah) mereka percaya kepada-Ku” yakni hendaknya mereka percaya jika mereka mentaati Allah Subhanahu wa Ta’ala , sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala akan melimpahkan pahala dan kemuliaan kepada mereka disebabkan ketaatan itu. Sebagian lain mengatakan ” فَلْيَسْتَجِيْبُوْالِيْ “ maknanya adalah “berdoalah kepada-Ku”, ” وَلْيُؤْمِنُوْابِيْ “ maknanya “dan hendaknya mereka percaya bahwa Aku mengabulkan doa mereka”.[9]

Meningkatkan Infak dan Sedekah di Bulan Ramadhan

DAFTAR ISI

  1. Ramadhan, Meningkatkan Infak Di Jalan Allah
  2. Berinfak Dengan Harta yang Disukai
  3. Berinfak di Jalan Allah
  4. Keutamaan Bersedekah

Saat Tepat Berinfak

  1. Keutamaan dan Manfaat Sedekah
  2. Do’a Para Malaikat Bagi Orang yang Berinfak
  3. Tangan Di Atas Lebih Baik Dari Tangan Di Bawah
  4. Jika Kamu Menampakkan Sedekahmu, Maka Itu Baik

Islam telah memerintahkan untuk berderma, memberi dan berinfak di jalan Allah pada setiap saat. Pada bulan Ramadhan, perintah tersebut lebih ditekankan sebagai upaya mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia.

Allah Ta’ala berfirman:

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak…” [Al-Baqarah/2: 245]

Allah juga berfirman:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Mahamengetahui.” [Al-Baqarah/2: 261]