Author Archives: editor

Umrah di Bulan Ramadhan Menyamai Pahala Haji

DAFTAR ISI

  1. Umrah Ramadhan Menyamai Pahala Haji
  2. Makna Umrah Di Bulan Ramadan Sama Dengan Haji
  3. Apakah Umrah Ramadhan Menggugurkan Dosa Seperti Haji?
  4. Umrah dan Haji Sebagai Penebus Dosa
  5. Apakah Musafir Boleh Berbuka Ketika Umrah?

Tata Cara Umrah

  1. Amalan-amalan Umrah
  2. Keutamaan dan Tata Cara Umrah
  3. Ibadah Umrah Selangkah Demi Selangkah
  4. Hukum Ihram Dari Jeddah
  5. Tidak Melakukan Umrah Berulang Kali Saat Berada Di Mekkah

Siapa yang umrah di bulan Ramadan, maka dia akan meraih seukuran pahala ibadah haji, hanya saja perbuatan ibadah haji memiliki keutamaan-keutamaan, keistimewaan-keistimewaan dan kedudukan yang tidak terdapat dalam umrah, berupa doa di Arafah, melontar jumrah, menyembelih kurban dan lainnya. Keduanya, meskipun sama kadar pahalanya dari sisi kualitas, maksudnya jumlahnya, akan tetapi tidak sama dari sisi kualitasnya.

Dengan demikian, kesamaan yang dimaksud antara pahala umrah di bulan Ramadan dan pahala haji adalah dari ukuran pahala, bukan dari jenis dan kwalitas, karena haji tidak diragukan lagi, lebih mulia dari umrah dari sisi jenis amal.

Khataman Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

DAFTAR ISI

  1. Interaksi Dengan Al-Qu’ran Di Bulan Ramadhan
  2. Ramadhan dan Turunnya Al Qur’an
  3. Disunahkan Khataman Al-Quran Di Bulan Ramadhan
  4. Tabbaruk Dengan Membaca Al Qur’an Al Karim
  5. Hajrul Qur’an Dan Macam-Macamnya

Inilah Al-Qur’an Wahai Ummat Islam

  1. Keutamaan Membaca Al-Qur’an
  2. Keutamaan Membaca dan Menghapal Al-Qur’an
  3. Salafus Shalih dan Al-Qur`an
  4. Hindari Koran, Tadabburi Al-Qur’an
  5. Keistimewaan-keistimewaan Al-Qur’an

Disunahkan bagi seorang muslim untuk memperbanyak membaca Al-Quran di bulan Ramadan dan bersungguh-sungguh untuk dapat mengkhatamkannya. Akan tetapi, perkara itu tidak diwajibkan atasnya. Maksudnya, jika dia tidak mengkhatamkan Al-Quran, maka dirinya tidak berdosa, akan tetapi dia telah kehilangan kesempatan meraih pahala yang banyak.

Dalil dari hal tersebut adalah apa yang diriwayatkan oleh Bukhari, no. 4614,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه : ( أن جبريل كان يعْرضُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ كُلَّ عَامٍ مَرَّةً ، فَعرضَ عَلَيْهِ مَرَّتَيْنِ فِي الْعَامِ الَّذِي قُبِضَ فيه )

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, “Sesungguhnya Jibril mengulang kembali Al-Quran kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam sekali dalam setahun. Pada tahun wafatnya beliau, Dia mengulangnya dua kali.”

Ibnu Atsir berkata dalam Al-Jami Fi Gharibil Hadits, 4/64, maksudnya adalah bahwa dia mengulang kembali seluruh Al-Quran yang pernah diturunkan.

Panduan Lengkap Puasa Ramadhan

DAFTAR ISI

  1. Pengertian Puasa
  2. Kedudukan Puasa Dalam Islam
  3. Puasa Bagi Umat-Umat Terdahulu Sebelum Islam

BAB  I: Rukun-Rukun Puasa, Dasar Pokok Disyariatkanmya Puasa dan Kepada Siapa Puasa Itu Diwajibkan?

  1. Rukun-Rukun Puasa
  2. Dasar  Pokok Disyariatkannya Puasa
  3. Kepada Siapa Puasa Itu Diwajibkan

BAB II: Waktu Puasa

  1. Waktu Puasa
  2. Hukum Puasa Di Negara yang Waktu Siangnya Lebih Panjang Atau Lebih Pendek Atau Di Dalamnya Tidak Ada Siang Atau Malam.
  3. Hukum Puasa Jika Seorang Muslim Merasa Ragu Mengenai Datangnya Bulan Ramadhan.

BAB III: Keutamaan-Keutamaan Puasa

  1. Keutamaan-Keutamaan
  2. Rahasia-Rahasia Puasa

BAB IV: Ru’-yatul Hilal dan Penetapan Hari Puasa dan Hari Raya

  1. Penetapan Masuknya Bulan Ramadhan dan Bulan Syawwal
  2. Puasa Pada Hari yang Diragukan
  3. Perbedaan Mathla’  (Tempat Melihat Hilal) dan Pengaruhnya Pada Hukum Wajib Puasa (1 Ramadhan) dan Hari Raya (1 Syawwal)
  4. Ru’-yah Di Makkah Didahulukan Atas Negara-Negara Lainnya
  5. Hukum Mengamalkan Hisab Dalam Menentukan Masuk dan Keluarnya Bulan Ramadhan

BAB V: Alasan-Alasan yang Membolehkan Seseorang Untuk Tidak Berpuasa Pada Siang Hari di Bulan Ramadhan

  1. Kemudahan Ajaran Islam Dalam Hal Puasa
  2. Orang Berpuasa yang Makan dan Minum Karena Lupa
  3. Musafir
  4. Orang yang Tidak Mampu Menjalankan Puasa Secara Terus-Menerus dan Tidak Mungkin Bisa Pulih
  5. Orang Sakit
  6. Wanita yang Sedang Haidh dan Wanita yang Sedang Nifas
  7. Wanita Hamil dan Wanita Menyusui
  8. Orang yang Sudah Sangat Tua Renta dan Orang yang Dipaksa

BAB VI: Hal-Hal yang Membatalkan dan Merusak Puasa

  1. Hubungan Badan (Jima’)
  2. Mengeluarkan Sperma Dengan Sengaja
  3. Makan dan Minum Dengan Sengaja
  4. Hijamah (Bekam)
  5. Muntah Dengan Sengaja, Keluarnya Darah Haidh dan Nifas
  6. Hukum Orang Yang Membatalkan Puasa Dengan Sengaja
  7. Hal-Hal yang Makruh Dalam Puasa

BAB  VII: Ramadham dan Turunnya Al-Qur’an

  1. Ramadhan dan Turunnya Al-Qur’an
  2. Memperbaharui Hubungan Seorang Muslim Dengan Kitabullah di Bulan Ramadhan.
  3. Membaca dan Mendalami Al-Qur’an Serta Pengaruhnya Dalam Menghidupkan Manhaj yang Lurus Di Dalam Diri Kaum Muslimin.
  4. Kesungguhan Rasulullah Pada Bulan Ramadhan Tidak Seperti Kesungguhan  Beliau Pada Bulan-Bulan Lainnya.

BAB VIII: Adab-Adab Puasa

  1. Adab-Adab yang Bersifat Wajib
  2. Adab-Adab yang Bersifat Sunnah

BAB  IX: Syiar-Syi’ar Ta’abbudiyyah Pada Bulan Ramadhan dan Pengaruhnya

  1. Syiar-Syi’ar Ta’abbudiyyah Pada Bulan Ramadhan
  2. Qiyamullail
  3. Lailatul Qadar
  4. I’tikaf Pada Sepuluh Hari Terakhir Dari Bulan Ramadhan
  5. Meningkatkan Infak di Jalan Allah
  6. Membaca Al-Qur’an

BAB X: Macam-Macam Puasa

PENUTUP: Ramadhan, Bulan Kemenangan

  • Daftar Pustaka

Bulan puasa harus menjadi lahan jihad secara berkelanjutan untuk melawan syahwat, perlawanan yang keras terhadap kecenderungan inderawi, konsentrasi penuh untuk menghadap Allah Ta’ala dengan ibadah dan ketaatan, mudzakarah (belajar) untuk memperdalam ilmu dan memahami ayat-ayat al-Qur-an, qiyamul lail dengan tulus ikhlas, dan melanjutkan pelajaran yang mendalam ini ke bulan-bulan berikutnya dalam setahun, agar masyarakat dapat hidup dengan penuh rasa aman dan kedamaian, yang dipelihara oleh perhatian Allah dengan senjata ‘aqidah yang benar. Pemantaunya adalah kekuatan iman dan penyandarannya kepada Rabb Yang Mahahidup lagi Mahaberdiri sendiri. Pada hari itu terwujudlah semua yang diinginkan bagi masyarakat tersebut, baik itu berupa kemuliaan, derajat yang tinggi, maupun terwujudnya satu kendali umat manusia yang baru, sebagaimana yang pernah terjadi.

Sifat Shaum Nabi di Bulan Ramadhan

DAFTAR ISI

  1. Keutamaan Puasa
  2. Keutamaan Bulan Ramadhan
  3. Wajibnya Puasa Ramadhan
  4. Targhib Puasa Ramadhan
  5. Ancaman Bagi yang Membatalkan Puasa

Menjelang Bulan Ramadhan

  1. Niat Puasa
  2. Waktu Puasa
  3. Sahur
  4. Hal-hal yang Wajib Ditinggalkan oleh Orang yang Puasa
  5. Hal-hal yang Boleh Dilakukan oleh Orang yang Puasa
  6. Allah Menghendaki Kemudahan Tidak Menghendaki Kesukaran
  7. Berbuka Puasa
  8. Perkara yang Merusak (Membatalkan) Puasa
  9. Qadha
  10. Kafarat
  11. Fidyah
  12. Malam Lailatul Qadar
  13. Iti’kaf
  14. Tarawih
  15. Zakat Fithri
  16. Hadits-hadits Dhaif yang Tersebar Seputar Bulan Ramadhan

Banyak sekali ayat yang tegas dan muhkam (qath’i) dalam Kitabullah yang mulia, memberikan anjuran untuk puasa sebagai sarana untuk taqarrub kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan juga menjelaskan keutamaan-keutamaannya, seperti firman Allah.

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Sesungguhnya kaum muslimin dan muslimat, kaum mukminin dan mukminat, kaum pria yang patuh dan kaum wanita yang patuh, dan kaum pria serta wanita yang benar (imannya) dan kaum pria serta kaum wanita yang sabar (ketaatannya), dan kaum pria serta wanita yang khusyu’, dan kaum pria serta wanita yang bersedekah, dan kaum pria serta wanita yan berpuasa, dan kaum pria dan wanita yang menjaga kehormatannya (syahwat birahinya), dan kaum pria serta wanita yang banyak mengingat Allah, Allah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar” [A-Ahzab/33 : 35]

Praktek Shalat Tarawih (Qiyam Ramadhan)

DAFTAR ISI

  1. Shalat Tarawih Super Cepat
  2. Shalat Tarawih Empat Rakaat Dengan Satu Salam
  3. Shalat Isya Dibelakang Imam Tarawih 4 Raka’at
  4. Shalat Tarawih Pada waktu Tengah Malam
  5. Shalat Tarawih Bagi Orang Musafir

Shalat Tarawih Nabi dan Salafush Shalih

  1. Bacaan Dalam Shalat Tarawih
  2. Imam Tarawih Membaca Dari Mushaf
  3. Membawa Al-Qur’an Bagi Makmum Dalam Shalat Tarawih
  4. Bolehkah Mengulang Surat yang Sama Dalam Shalat Tarawih
  5. Anjuran Memperbagus Shalat dan Ancaman Shalat Tanpa Aturan

Shalat Witir

  1. Hukum Shalat Witir
  2. Praktek Shalat Witir Tiga Raka’at yang Benar
  3. Bentuk-Bentuk Witir dan Jumlah Raka’atnya
  4. Witir Bersama Imam Atau Witir Sendiri Di Akhir Malam?

Maksud qiyam Ramadhan, secara khusus, menurut Imam Nawawi adalah shalat tarawih. Hadits ini memberitahukan, bahwa shalat tarawih itu bisa mendatangkan maghfirah dan bisa menggugurkan semua dosa; tetapi dengan syarat karena bermotifkan iman; membenarkan pahala-pahala yang dijanjikan oleh Allah dan mencari pahala tersebut dari Allah. Bukan karena riya’ atau sekedar adat kebiasaan.

Hadits ini dipahami oleh para salafush shaalih, termasuk oleh Abu Hurairah sebagai anjuran yang kuat dari Rasulullah untuk melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih, tahajud, dan lain-lain).

Keutamaan (Qiyam Ramadhan) Shalat Tarawih

DAFTAR ISI

  1. Shalat Tarawih
  2. Keutamaan Shalat Tarawih
  3. Nabi Tidak Pernah Shalat Tarawih Melebihi Sebelas Raka’at
  4. Tidak Benar Bahwa Nabi Shalat 20 Raka’at di Ramadhan
  5. Shalat Tarawih, Keabsahan 23 Raka’at
  6. Derajat Hadits Shalat Tarawih Dua Puluh Tiga Raka’at

Keutamaan Qiyam Ramadhan

  1. Hukum Shalat Tarawih dan Berapakah Jumlah Rakaatnya
  2. Shalat Tarawih Seorang Diri Atau Berjama’ah?
  3. Apakah Boleh Melaksanakan Shalat Tarawih di Rumah
  4. Lebih Utama Shalat Tarawih di Masjid Berjama’ah
  5. Disunnahkannya Shalat Tarawih Berjama’ah
  6. Umar bin Al-Khattab Menghidupkan Kembali Tarawih Berjama’ah

Shalat tarawih merupakan sunah yang sangat dianjurkan menurut kesepakatan jumhur ulama, dan dia termasuk qiyamullail, yang banyak disebutkan dalil-dalilnya dalam Al Kitab dan As Sunnah dan terdapat pula anjuran dalam pelaksanaan qiyamullail serta penjelasan akan keutamaannya

Qiyam Ramadan atau mengisi malam-malam Ramadan dengan mendirikan Shalat merupakan ibadah yang paling agung dan kesempatan seorang hamba mendekatkan dirinya kepada Allah di bulan yang mulia ini.

Al-Hafidz Ibnu Rajab berkata, “Ketahuilah sesungguhnya dikumpulkan bagi seorang mukmin di bulan Ramadhan dua jihad sekaligus bagi dirinya; Jihad untuk berpuasa di waktu siang, dan jihad di waktu malam untuk menghidupkan malam dengan Qiyamullail. Maka barangsiapa yang menghimpun dua jihad ini sekaligus akan diberikan pahalanya dengan tanpa ada batasan”

Keutamaan Memberi Makan Orang yang Berpuasa

DAFTAR ISI

  1. Hukum Acara Buka Puasa Bersama
  2. Memberi Makan Orang yang Berpuasa
  3. Keutamaan Memberi Buka Orang yang Berpuasa
  4. Mana yang lebih Utama. Buka Puasa di Rumah atau Masjid?

Berlebihan Makan dan Minum di bulan Ramadhan

  1. Memberikan Buka Puasa Dari Uang Zakat
  2. Makanan buka Puasa dari non-Muslim
  3. Sifat orang yang mendapatkan pahala memberikan buka puasa
  4. Istri Menyiapkan Makanan, Dapat Pahala Memberi Buka Puasa?

Dahulu Salafus sholeh sangat menjaga untuk memberikan makanan dan mereka memandang hal itu termasuk diantara ibadah yang paling mulia.

Sebagian Salaf berkata: “Kalau sekiranya saya mengundang sepuluh dari teman-temanku, kemudian memberikan makanan yang disukainya. Itu lebih saya sukai dibandingkan dengan memerdekakan sepuluh (budak) dari anak Ismail. Dahulu banyak dari kalangan Salaf lebih mendahulukan (memberi) buka puasa (sementara) dia masih dalam kondisi berpuasa. Diantaranya Ibnu Umar Radhiyallahu ’anhuma, Dawud At-Thoi, Malik bin Dinar dan Ahmad bin Hanbal. Biasanya Ibnu Umar tidak berbuka melainkan bersama orang-orang yatim dan orang miskin. Dahulu diantara Salaf ada yang memberikan makanan kepada saudaranya sementara dia masih berpuasa, duduk dan memberikan pelayanan. Diantara mereka adalah Hasan dan Ibnu Mubarok.

Keutamaan Makan Sahur dan Berbuka Puasa

DAFTAR ISI

  1. Sahur
  2. Keutamaan makan sahur
  3. Keberkahan makan sahur
  4. Makanan dan Minuman Rasulullah Saat Berbuka dan Sahur
  5. Shalawat para Malaikat bagi orang yang makan Sahur

Adab Berbuka Puasa

  1. Berbuka Puasa
  2. Berbuka Puasa dan Sahur Dengan Rokok
  3. Rasulullah Menganjurkan Berbuka Puasa Dengan Kurma
  4. Saat Berbuka, Makan Dahulu Atau Shalat Dahulu?
  5. Adab-adab Makan dan Minum

Dinamakan Sahur, karena dilaksanakan pada waktu Sahur, sedang as-Sahir adalah, akhir dari malam sebelum Shubuh, ada yang berkata, ia dari sepertiga malam akhir hingga terbit fajar[4], maksudnya adalah bahwa akhir dari waktu sahur bagi seorang yang berpuasa adalah terbitnya fajar.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ

“…Dan makan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam,  yaitu fajar…” [Al-Baqarah/2: 187]

Disunnahkan untuk mengakhirkan Sahur jika tidak dikhawatirkan terbitnya fajar, riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Anas Radhiyallahu anhu dari Zaid bin Harits Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Kita bersahur bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu kita mendirikan shalat.” Saya berkata: “Berapa lamakah antara keduanya?” Ia berkata: “Lima puluh ayat.”

Imam al-Baghawi berkata: “Para ulama menganjurkan mengakhirkan makan sahur.”

Sehat dan Segar Selama Puasa Ramadhan

DAFTAR ISI

  1. Tetap Sehat dan Segar di Bulan Ramadhan
  2. Bisakah Penderita Sakit Maag Berpuasa?
  3. Sehat Dengan Puasa
  4. Badan Segar, Puasa Lancar
  5. Apabila Ibu Hamil dan Menyusui Berpuasa

Tetap Sehat Selepas Ramadhan

  1. Hati-hati Penggunaan Bahan Penambah Makanan
  2. Mengambil Manfaat Dari Warnanya
  3. Keutamaan Siwak
  4. Siwak Kayu Ajaib Pelindung Gigi
  5. Silang Pendapat Tentang MSG (Monosodium Glutamat)

Bulan Ramadhan telah tiba. Bulan yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala serta banyak keutamaan daripada bulan-bulan lainnya harus kita sambut dengan semangat ibadah. Dan tentunya, kita menginginkan berpuasa dengan amalan-amalan berpahala tanpa kelesuan. Meskipun perut kosong sejak pagi hingga menjelang maghrib, jangan menjadikan aktivitas, terutama amalan ibadah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini terlewatkan dengan sia-sia.

Untuk menjaga tubuh tetap segar dan sehat saat berpuasa, beberapa hal berikut ini perlu kita perhatikan, sehingga dapat membantu meningkatkan amalan-amalan ibadah di bulan Ramadhan.

Puasa Ramadhan Orang yang Tidak Shalat

DAFTAR ISI

  1. Puasanya Orang yang Meninggalkan Shalat
  2. Meninggalkan Shalat, Padahal Dia Melakukan Ibadah Puasa
  3. Puasa Untukku dan Aku yang Akan Membalasnya
  4. Meninggalkan Puasa Ramadhan Termasuk Dosa Besar
  5. Orang yang Berpuasa, Akan Dipanggil Dari Pintu Ar-Rayyan

Puasa Tidak Diterima Ketika Menyia-Nyiakan Shalat

  1. Puasa Bagi Orang yang Hilang Ingatan
  2. Puasa Tidak Wajib Bagi Anak Kecil?
  3. Mengganti Puasa Orang yang Sudah Meninggal?
  4. Hukum Puasa Musafir, Melihat Realita Puasa Tidak Memberatkan
  5. Mana yang Lebih Utama, Puasa Atau Berbuka Dalam Safar?

Allah memberi hamba-hamba-Nya berbagai kemurahan dan melimpahkan kepada para wali-Nya berbagai pemberian. Suatu bulan yang Allah jadikan berpuasa pada bulan itu sebagai salah satu rukun Islam. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa. Beliau memberi kabar gembira bahwa barang siapa yang berpuasa dengan berlandaskan keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah, maka akan diampuni semua dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barang siapa yang shalat malam dengan penuh keimanan dan berharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Pada bulan ini terdapat suatu malam yang ibadah pada malam tersebut pahalanya lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan. Barang siapa yang dihalangi dari kebaikan maka dia akan dihalangi dari kebaikannya.