Author Archives: editor

Saat yang Tepat Untuk Bersedekah

DAFTAR ISI

  1. Anjuran Bersedekah dan Membantu Orang yang Mengalami Kesulitan(1)
  2. Anjuran Bersedekah dan Membantu Orang yang Mengalami Kesulitan(2)
  3. Setiap Kebaikan Adalah Sedekah
  4. Keutamaan Bersedekah
  5. Keutamaan dan Manfaat Sedekah

Saat Tepat Berinfak

  1. Amalan Yang Tetap Menghasilkan Pahala
  2. Berinfak Dengan Harta yang Disukai
  3. Jika Kamu Menampakkan Sedekahmu, Maka Itu Baik
  4. Mengungkit Sedekah Merusak Berkah Ibadah
  5. Do’a Para Malaikat Bagi Orang yang Berinfak

Ibnul Qoyyim rahimhullah berkata: Memberi dan bersedekah adalah prilaku yang paling dicintai oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan kegembiraan serta kesenangan beliau dengan banyak member lebih besar dari kesenangan seorang yang mengambil dengan apa yang didapatkannya, beliau adalah orang yang paling dermawan dengan kebaikan, tangan kanan beliau seperti angin yang menghembus, dan apabila seorang yang membutuhkan datang kepada beliau maka beliaupun lebih mengutamakannya atas diri beliau sendiri,terkadang belaiu dermawan dengan makanan, dan terkadang pula dengan pakian beliau dan beliau memerintahkan umatnya untuk selalu bersedekah  dan menganjurkannya serta menyeru kepadanya dengan perbuatan dan perkataan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Oleh karena itulah beliau termasuk orang yang paling lapang dadanya, orang yang paling baik jiwanya, orang yang paling tenang hatinya, dan sesungguhnya bersedekah serta mengerjkan yang ma’ruf memiliki pengaruh yang mengagumkan dalam menciptakan hati yang lapang

Jangan Berbuat Kerusakan Di Muka Bumi

DAFTAR ISI

  1. Islam dan Lingkungan Hidup
  2. Menghijaukan Bumi Dengan Ajaran Islam
  3. Janganlah Berbuat Kerusakan Di Muka Bumi

Berbuat Kerusakan Di Muka Bumi

  1. Sebab dan Akibat Faktor Perubahan Iklim, Lapisan Ozon
  2. Pelajaran Dari Kehancuran Kaum Saba’
  3. Nikmat Berujung Bencana Pelajaran Dari Kehancuran Kaum Saba’

Menebang pohon, menggunduli hutan, membuang  limbah ke sungai, membakar areal pesawahan dan lain-lainnya sudah jelas termasuk perbuatan merusak alam yang bisa mendatangkan bencana bagi umat manusia. Banjir bandang, kabut asap, pemanasan global adalah beberapa diantara akibatnya. Namun sadarkah kita, bahwa kerusakan alam bukan hanya karena faktor-faktor riil seperti itu saja. Kekufuran, syirik dan kemaksiatan juga punya andil dalam memperparah kerusakan alam. Bukankah banjir besar yang melanda kaum Nuh Alaihissallam disebabkan kekufuran dan penolakan mereka terhadap dakwah Nabi Nuh Alaihissallam? Bukankah bumi dibalikkan atas kaum Luth sehingga yang atas menjadi bawah dan yang bawah menjadi atas disebabkan kemaksiatan yang mereka lakukan ?

Sebaliknya, keimanan, ketaatan dan keadilan juga berperan bagi kebaikan dan keberkahan bumi.

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Diantara pengaruh buruk perbuatan maksiat terhadap bumi adalah banyak terjadi gempa dan longsor di muka bumi serta terhapusnya berkah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati kampung kaum Tsamûd, beliau melarang mereka (para sahabat) melewati kampung tersebut kecuali dengan menangis. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melarang mereka meminum airnya, menimba sumur-sumurnya, hingga beliau memerintahkan agar menggunakan air yang mereka bawa untuk mengadon gandum. Karena maksiat kaum Tsamûd ini telah mempengaruhi air di sana. Sebagaimana halnya pengaruh dosa yang mengakibatkan berkurangnya hasil panen buah-buahan.

Sikap Seorang Muslim Dalam Menghadapi Bencana

DAFTAR ISI

  1. Sikap Seorang Mukmin Dalam Menghadapi Musibah
  2. Bagaimana Mengetahui Musibah Itu Hukuman Atau Ujian?
  3. Sabar Saat Tertimpa Bencana Meluruskan Aqidah
  4. Sabar Menghadapi Cobaan
  5. Sebab dan Hikmah Musibah

Enggan Menolong Orang-Orang yang Tertimpa Musibah

  1. Nasihat Seputar Gempa dan Bencana Alam
  2. Kewajiban Bertaubat Waktu Terkena Musibah
  3. Amalan Yang Menghilangkan Bencana
  4. Apakah Ada Doa yang Dianjurkan Ketika Terjadi Gempa?
  5. Orang yang Marah Bila Ditimpa Musibah

Setelah memahami, bahwa dunia ini penuh ujian, maka marilah kita mempersiapkan diri sebelum cobaan itu benar-benar datang. Yaitu dengan mempertebal keimanan kepada Allah. Sehingga saat menghadapi cobaan, kita tidak berkeluh-kesah, dan semua akan terasa ringan. Kita harus yakin, ujian atau musibah itu pasti ada akhirnya. Jangan sampai musibah tersebut membuat kita menjadi gelap mata, sehingga mulut mengeluarkan perkataan yang dapat membinasakan. Atau jangan sampai perbuatan kita membuat diri menjadi binasa. Ringankanlah setiap beban dengan selalu mengingat pahala dan ridha yang dijanjikan Allah Azza wa Jalla . Ingatlah, orang-orang yang sabar dalam menghadapi musibah, ia dijanjikan oleh Allah dengan pahala yang besar, bahkan akan dilipat gandakan dengan yang lebih besar lagi. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

اُولٰۤىِٕكَ يُؤْتَوْنَ اَجْرَهُمْ مَّرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوْا

Mereka diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka. [al Qashash/28:54].

Dengan cobaan ini pun, derajat seseorang akan terangkat. Pahalanya akan ditambah, dan dosa-dosanya akan dihapuskan.

Tata Cara Wudhu dan Pembatal Wudhu

DAFTAR ISI

  1. Tata Cara Wudhu
  2. Belajar Wudhu
  3. Apakah Menyentuh Wanita Membatalkan Wudhu
  4. Hukum Wudunya Orang Pakai Kutek, Inai dan Minyak Rambut
  5. Hukum Mengusap Rambut yang Disanggul (Dikepang)
  6. Mengusap Jaurob (Kaos Kaki) dan Sandal
  7. Mengusap Sepatu

Apa Saja yang Membatalkan Wudhu?

  1. Hikmah Berwudhu Karena Makan Daging Unta
  2. Tidak Mengucapkan Bismillah Ketika Wudhu
  3. Wudhu Telanjang dan Wudhu Dari Bak Mandi
  4. Batalkah Wudhu Wanita yang Mengeluarkan Angin Dari Kemaluannya
  5. Batalkah Wudhu Seorang Ibu yang Membersihkan Najis Bayinya
  6. Keutamaan Selalu Menjaga Wudhu
  7. Mandi Hari Jum’at Tapi Tidak Berwudhu

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasȗlullȃh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada Bilal Radhiyallahu anhu ketika shalat Shubuh:

يَا بِلَالُ حَدِّثْنِي بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ فِي الْإِسْلَامِ فَإِنِّي سَمِعْتُ دَفَّ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ فِي الْجَنَّةِ قَالَ مَا عَمِلْتُ عَمَلًا أَرْجَى عِنْدِي أَنِّي لَمْ أَتَطَهَّرْ طُهُورًا فِي سَاعَةِ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ إِلَّا صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كُتِبَ لِي أَنْ أُصَلِّيَ

Wahai Bilal! Sampaikanlah kepadaku amal shalih yang kamu kerjakan dan paling diharapkan manfaatnya (di sisi Allȃh Azza wa Jalla ) dalam Islam, karena sesungguhnya tadi malam (dalam mimpi) aku mendengar suara sandalmu (langkah kakimu) di depanku di dalam Surga”. Maka Bilal Radhiyallahu anhu berkata, “Tidaklah aku mengamalkan satu amal shalih dalam Islam yang paling aku harapkan manfaatnya (di sisi Allȃh Azza wa Jalla ) lebih dari (amalan ini yaitu) tidaklah aku berwudhu dengan sempurna pada waktu malam atau siang, kecuali aku mengerjakan shalat dengan wudhu itu sesuai dengan apa yang ditetapkan Allâh bagiku untuk aku kerjakan”

Hadits yang agung ini menjelaskan betapa besar keutamaan orang yang selalu menjaga wudhunya dengan selalu memperbaharuinya setiap kali batal dan keutamaan mengerjakan shalat sunnah setelahnya.

Tata Cara Tayammum (Bersuci Dengan Tanah)

DAFTAR ISI

  1. Tayammum (Bersuci Dengan Permukaan Tanah)
  2. Media Tayammum
  3. Yang Harus Dilakukan Dalam Tayammum

Tata Cara Tayammum

  1. Bersuci Dengan Tanah (Tayammum)
  2. Tayammum Khusus Untuk Pria Atau Untuk Pria dan Wanita
  3. Bolehkah Bertayammum Orang Tua yang Kesulitan Wudhu

Tayammum dalam bahasa Arab diartikan sebagai al-Qhasdu (القَصْدُ) yang berarti sengaja atau bermaksud. Imam Ibnu Fâris rahimahullah berkata: Huruf Ya’ dan Mim adalah kata yang menunjukkan bermaksud pada sesuatu dan menyengaja. Sebagai contoh adalah firman Allâh Azza wa Jalla :

وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ

Dan janganlah kamu sengaja memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, [Al-Baqarah/2:267]

Sedangkan secara istilah dalam syari’at, para ulama berbeda dalam mendefinisikannya dalam beberapa definisi, diantaranya adalah : “sebuah peribadatan kepada Allâh berupa mengusap wajah dan kedua tangan dengan menggunakan sha’îd yang bersih “. Juga didefinisikan dengan : “menggunakan sha’îd  yang bersih untuk mengusap wajah dan kedua telapak tangan dengan syarat khusus dengan cara yang khusus juga. “

Shalat Berjamaah Dikala Hujan

DAFTAR ISI

  1. Hukum Shalat Berjamaah Dikala Hujan
  2. Bolehkah Menjamak Shalat Karena Hujan?
  3. Hukum Menjama’ Dua Shalat Karena Turun Salju (Es)
  4. Shalat Berjamaah Tidak Menghadap Kiblat
  5. Orang yang Shalat Berpaling Sedikit Dari Kiblat

Menggabung Dua Ijtihad Tata Cara Shalat

  1. Bolehkah Shalat Syukur Kepada Allah
  2. Meninggalkan Shalat Ashar Gugur Amalannya?
  3. Meninggalkan Shalat Sunnah Ba’diyah, Karena Mengikuti Kajian
  4. Mengucapkan Hamdalah Ketika Bersin Dalam Shalat
  5. Mengaku Adanya Ijma’ Kafirnya Orang yang Meninggalkan Shalat

Boleh meninggalkan shalat berjama’ah di masjid karena alasan (yang disyariatkan,-pent). Hal ini dikatakan oleh Al-Iraqi dalam (Tarhut Tatsrib 2/318). Lalu dia berkata : “Ibnu Baththa berkata : Para ulama telah sepakat bahwa meninggalkan shalat berjama’ah (di masjid) pada waktu hujan deras, angin (kencang) dan yang semisalnya dibolehkan”.  Imam Qurthubi mengatakan dalam (Al-Mufhim 3/1218) setelah menyebutkan beberapa hadits-hadits diatas: “Dzahir hadits-hadits tersebut menunjukkan bolehnya meninggalkan shalat berjama’ah karena hujan, angin (kencang) dan dingin serta semisalnya dari hal-hal yang memberatkan baik dikala perjalanan (safar) atau tidak“.

Gerakan dan Kacaunya Pikiran Ketika Shalat

DAFTAR ISI

  1. Gerakan Dalam Shalat
  2. Kacaunya Pikiran Ketika Shalat
  3. Dzikir Lebih Afdhal Daripada Shalat?
  4. Shalat Lebih Utama Daripada Membaca Al-Qur’an

Meringankan Shalat

  1. Shalat Orang yang Sakit
  2. Shalatnya Orang yang Sakit Lumpuh
  3. Mengqadha Shalat Setelah Taubat
  4. Adakah Shalat Taubat
  5. Batas Akhir Shalat Isya

Adapun tentang batasan jumlah gerakan yang menghilangkan thuma’ninah dan kekhusyu’an dengan tiga gerakan, maka hal itu bukan berdasarkan hadits dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, akan tetapi merupakan pendapat sebagian ahlul ilmi, jadi tidak ada dasar dalilnya.

Namun demikian, dimakruhkan melakukan gerakan sia-sia di dalam shalat, seperti menggerak-gerakan hidung, jenggot, pakaian, atau sibuk dengan hal-hal tersebut. Jika gerakan sia-sia itu sering dan berturut-turut, maka itu membatalkan shalat, tapi jika hanya sedikit dan dalam ukuran wajar, atau banyak tapi tidak berturut-turut, maka shalatnya tidak batal. Namun demikian, disyari’atkan bagi seorang Mukmin untuk menjaga kekhusyu’an dan meninggalkan gerakan sia-sia, baik sedikit maupun banyak, hal ini sebagai usaha untuk mencapai kesempurnaan shalat.

Di antara dalil yang menunjukkan bahwa gerakan-gerakan yang sedikit tidak membatalkan shalat, juga gerakan-gerakan yang terpisah-pisah dan tidak berkesinambungan tidak membatalkan shalat, adalah sebagaimana yang bersumber dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa suatu hari beliau membukakan pintu masuk Aisyah, padahal saat itu beliau sedang shalat.

Keutamaan Imam Dalam Shalat

DAFTAR ISI

  1. Keutamaan Imam
  2. Adab-adab Imam Dalam Shalat Berjamaah
  3. Memahami Posisi Imam dan Ma’mum Dalam Shalat Berjamaah
  4. Perintah Meringankan Shalat Bagi Imam
  5. Sahkah Anak Kecil Menjadi Imam
  6. Imam Meluruskan Shaf

Imam Shalat Wajib Diikuti

  1. Tata Cara Makmum Mengikuti Imam
  2. Hukum Mendahului Gerakan Imam Dalam Shalat
  3. Memanjangkan Ruku Demi Makmum yang Terlambat?
  4. Hukum Imam Menghadap Makmum Setelah Shalat
  5. Imam Tetap Menjadi Sutrah Bagi Makmum Masbuq
  6. Bolehkah Masbuq Jadi Imam Untuk Masbuq?

Kata Imamah adalah bentuk masdar dari kalimat : Amma an-naasa apabila dia menjadi Imam yang mereka ikuti dalam shalatnya. Maksudnya seorang laki-laki maju di hadapan orang-orang yang akan shalat supaya mereka bisa mengikutinya dalam shalat mereka.

Imamah adalah kepemimpinan orang-orang Islam. Imamah Kubra adalah kepemimpinan umum (universal/pemerintahan) dalam urusan agama dan dunia sebagai pelanjut kepemimpinan Nabi – Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Khilafah adalah Imamah Kubra. Pemimpin orang-orang Islam adalah Khalifah dan orang-orang yang sederajat dengannya. Imamah Shughra adalah penghubung/pengikat antara shalat seorang makmum dengan imam berdasrkan syarat-syarat tertentu.

Imam adalah orang yang diikuti dan didahulukan dalam berbagai urusan. Nabi – Shalallahu ‘Alaihi Wasallam – adalah Imamnya para Imam. Khalifah adalah Imam masyarakat, Al-Qur’an adalah Imam orang-orang Islam. Imam tentara adalah komandannya.

Kedudukan Shalat Arba’in Di Masjid Nabawi

DAFTAR ISI

  1. Menyorot Shalat Arba’in Di Masjid Nabawi
  2. Hadits Shalat Arba’in Di Masjid Nabawi
  3. Shalat Arba’in Di Masjid Nabawi
  4. Hadits Lemah Tentang Shalat Arba’in Di Masjid Nabawi

Hadits Dhaif Keutamaan Shalat Di Masjid Nabawi Selama 40 Hari

  1. Pahala Shalat Isyraq Sama Dengan Melakukan Haji dan Umrah?
  2. Shalat Sunnat Dua Rakaat Sesudah Shalat Ashar
  3. Shalat Setelah Shalat Subuh
  4. Qadha Shalat yang Tertinggal

Pada umumnya, para jamaah haji dijadwalkan untuk mengunjungi kota Madinah sebelum atau sesudah penyelenggaraan ibadah haji. Mereka sangat bersemangat berkunjung ke Madinah meski ziarah ini tidak ada hubungannya dengan ibadah haji. Hal ini tidak aneh karena Madinah memiliki kedudukan yang tinggi dalam sejarah penyebaran Islam. Ke tempat inilah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berhijrah untuk kemudian menghabiskan umur beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam menyemai dakwah Islam di sana. Oleh karena itu, meski ibadah haji tetap sah tanpa ziarah ke Madinah, namun para jamaah haji selalu merasa ada yang kurang jika tidak berkunjung ke sana. Di antara ibadah yang biasa dilakukakan para jamaah haji selama di kota ini adalah shalat arba’in di Masjid Nabawi.

Bacaan Basmalah, Cara Bersedekap dan Turun Sujud

DAFTAR ISI

  1. Melafazkan Niat Shalat
  2. Keraskah Bacaan Basmalah
  3. Makmum Wajib Baca  Al-Fatihah
  4. Bacaan Amin Setelah Al-Fatihah
  5. Menggerakkan Telunjuk Saat Tasyahud
  6. Cara Turun Sujud
  7. Posisi Duduk Shalat Dua Rakaat

Sifat Duduk Tasyahud Akhir

  1. Posisi Duduk Tahiyat Akhir
  2. Sifat Duduk Dalam Shalat Dua Rakaat
  3. Hukum Merenggangkan Kaki Ketika Shalat
  4. Bagaimana Cara Bersedekap Dalam Shalat
  5. Bersedekap Ketika I’tidal
  6. Sunnah Mengangkat Tangan Dalam Shalat
  7. Turun Sujud, Tangan Atau Lutut Dahulu?

Para ulama berselisih pendapat tentang basmallah pada awal surat-surat di dalam al Qur`an, apakah termasuk al Qur`an dan termasuk surat itu, ataukah tidak?

Yang rajih (lebih kuat) –wallahu a’lam– bahwa basmallah pada awal semua surat di dalam al Qur`an termasuk ayat al Qur`an, karena telah ditetapkan dan ditulis di dalam mushhaf. Dan umat juga telah Ijma’, bahwa semua yang ditulis para sahabat di antara dua sampul mushhaf itu adalah al Qur`an.[1]

Dan yang rajih juga, bahwa basmalah di awal surat itu tidak termasuk bagian dari surat tersebut, termasuk surat al Fatihah. Sehingga ayat pertama dalam surat al Fatihah adalah الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ, sedangkan ayat keenam adalah صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ, dan ayat ketujuh adalahغَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّآلِّينَ . [2]

Para ulama juga berselisih, apakah imam mengeraskan basmallah ketika dalam shalat jahriyah? Dalam permasalahan ini terdapat dua pendapat.