Author Archives: editor

Hukum dan Keutamaan Menyantuni Anak Yatim

DAFTAR ISI

  1. Apa Definisi Anak Yatim?
  2. Keutamaan Menyantuni Anak Yatim
  3. Dosa Memakan Harta Anak Yatim Dengan Zhalim
  4. Berhati-Hati dalam Menjaga Harta Anak Yatim
  5. Harta Anak Yatim Wajib Dizakati

Tarbiyah Bagi Yatim

  1. Perbedaan Antara Kafalah (Memelihara) Yatim dan Mengadopsinya
  2. Hukum Menyantuni Anak Yatim Non Muslim?

Anak yatim adalah anak-anak yang kehilangan ayahnya karena meninggal sedang mereka belum mencapai usia baligh. Batasan ini mencakup yatim yang masih ada hubungan kekerabatan dengan si pemeliharanya, ataupun dari orang lain yang tidak memiliki hubungan kekerabatan. Sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Salim bin Id Al Hilali hafizhahullah ketika mengomentari hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut:

كَافِلُ الْيَتِيمِ لَهُ أَوْ لِغَيْرِهِ أَنَا وَهُوَ كَهَاتَيْنِ فِي الْجَنَّةِ وَأَشَارَ الرَّاوِيُ وَهُوَ مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى

Pemelihara anak yatim, baik dari kerabatnya atau orang lain, aku dan dia (kedudukannya) seperti dua jari ini di surga nanti.” Dan perawi, yaitu Malik bin Anas berisyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya“.

Beliau hafizhahullah berkata, “Makna (لَهُ أوْ لِغَيْرِهِ ) adalah kerabatnya ataupun ajnabi (orang lain). Sedangkan (yang termasuk) kerabat di sini, ialah ibu sang yatim, atau saudara laki-lakinya ataupun pihak-pihak selain mereka yang memiliki kekerabatan dengannya. Wallahu a’lam.

Sebagian fuqaha juga memasukkan dalam kategori anak yatim ini, yaitu mereka yang kehilangan orang tuanya karena sakit dalam waktu yang sangat lama, atau karena perceraian, safar, jihad, hilang dan sebab-sebab lainnya. Dan seorang anak yatim akan keluar dari batasannya sebagai yatim, ketika ia telah mencapai usia baligh, sesuai dengan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

لاَ يُتْمَ بَعْدَ احْتِلاَمٍ

Tidak ada keyatiman setelah baligh ……”

Kerabat ataupun keluarga serta pihak-pihak yang memiliki hubungan dengannya lebih berhak untuk berbuat baik kepada si yatim, memenuhi kebutuhannya, mendidik serta mengarahkannya, mengasihi, mengayomi, menyayanginya serta mengasuhnya hingga ia tumbuh menjadi pribadi yang baik dan matang, serta siap menghadapi hidup ketika ia telah dewasa. Meski demikian, syari’at Islam yang sempurna, tidak hanya membatasi kewajiban berbuat ihsan kepada anak yatim hanya pada kerabatnya saja, namun kewajiban ini juga berlaku umum bagi setiap kaum muslimin sesuai dengan kadar kemampuan mereka.

Wasiat Untuk Saudariku Muslimah

DAFTAR ISI

  1. Keutamaan Sabar Menghadapi Cobaan
  2. Jangan Meratap Tangis Karena Musibah
  3. Janganlah Membebani Diri Dalam Urusan Agama
  4. Wasiat Seorang Ibu Kepada Anak Perempuannya
  5. Janganlah Menghindari Tempat Tidur Suami

Wasiat Sebelum Tidur

  1. Pengajaran Bagi Para Wanita
  2. Mewaspadai Dosa-Dosa Kecil
  3. Wasiat Sabar Bagi Wanita yang Telat Menikah
  4. Nasehat Bagi yang Menolak Menikah Dengan Alasan Belajar
  5. Tidak Menunda Pernikahan Dengan Alasan Menyelesaikan Studi

Wahai Ukhti Mukminah !
Sudah barang tentu engkau akan menghadapi cobaan di dalam kehidupan dunia ini. Boleh jadi cobaan itu menimpa langsung pada dirimu atau suamimu atau anakmu ataupun anggota keluarga yang lain. Tetapi justru disitulah akan tampak kadar imanmu. Allah menurunkan cobaan kepadamu, agar Dia bisa menguji imanmu, apakah engkau akan sabar ataukah engkau akan marah-marah, dan adakah engkau ridha terhadap takdir Allah?

Wasiat yang ada dihadapanmu ini disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala menasihati Ummu Al-Ala’ Radhiyallahu anha, seraya menjelaskan kepadanya bahwa orang mukmin itu diuji Rabb-nya agar Dia bisa menghapus kesalahan dan dosa-dosanya.

Selagi engkau memperhatikan kandungan Kitab Allah, tentu engkau akan mendapatkan bahwa yang bisa mengambil manfaat dari ayat-ayat dan mengambil nasihat darinya adalah orang-orang yang sabar, sebagaimana firman Allah.

وَمِنْ آيَاتِهِ الْجَوَارِ فِي الْبَحْرِ كَالْأَعْلَامِ إِن يَشَأْ يُسْكِنِ الرِّيحَ فَيَظْلَلْنَ رَوَاكِدَ عَلَىٰ ظَهْرِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

Dan, di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung. Jikalau Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan)-Nya bagi setiap orang yang bersabar dan banyak bersyukur”. [Asy-Syura/42:32-33]

Engkau juga akan mendapatkan bahwa Allah memuji orang-orang yang sabar dan menyanjung mereka. Firman-Nya.

وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Dan, orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa“. [Al-Baqarah/2:177]

Membina Rumah Tangga Bahagia

DAFTAR ISI

  1. Membina Rumah Tangga Harmonis
  2. Rumah Tangga Bahagia
  3. Menjalin Cinta Abadi Dalam Rumah Tangga
  4. Rumahku Surgaku, Menciptakan Keluarga Islami Untuk Menggapai Ridha Ilahi

Nasihat Untuk Suami Isteri
Nasihat Khusus Untuk Suami dan Isteri

  1. Kiat-Kiat Mempererat Cinta Suami Isteri
  2. Mengendalikan Rasa Cemburu Dalam Rumah Tangga
  3. Kiat-Kiat Menuju Keluarga Sakinah

Setiap orang yang telah berkeluarga, tentu menginginkan kebaikan dan kebahagiaan dalam kehidupannya bersama istri dan anak-anaknya. Hal ini merupakan perwujudan rasa cintanya kepada mereka. Kecintaan ini merupakan fitrah yang Allah Azza wa Jalla tetapkan pada jiwa setiap manusia. Allah Azza wa Jalla  berfirman:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَاۤءِ وَالْبَنِيْنَ وَالْقَنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْاَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰبِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)” [Ali ‘Imrân/3:14]

Bersamaan dengan itu, nikmat keberadaan istri dan anak ini sekaligus juga merupakan ujian yang bisa menjerumuskan seorang hamba dalam kebinasaan.

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)

DAFTAR ISI

  1. KDRT, Antara Ketegasan dan Kekerasan
  2. Membedakan Antara Ketegasan dan KDRT
  3. Seorang Istri Menghadapi Kezaliman Dari Suaminya
  4. Suami Memukul Isterinya dan Mengambil Hartanya Dengan Paksa
  5. Rumah, Membongkar Rahasia Lelaki
  6. Keutamaan Berakhlak Baik Kepada Orang Lain Terutama Kepada Istri

Solusi Bagi Wanita yang Tertindas Suami

  1. Mempergauli Istri Dengan Patut
  2. Hak-Hak Istri Terpelihara Dalam Naungan Rumah Tangga Islam
  3. Solusi Menghadapi Problem Rumah Tangga Sesuai Ajaran Islam

Pembicaraan tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) menjadi topik yang belakangan ini hangat dibicarakan. Media massa, lembaga swadaya masyarakat khususnya yang mengusung isu gender, lembaga bantuan hukum dan lembaga peradilan begitu sibuk dengan topik yang sebenarnya sudah lama ini.

Pembicaraan tentang KDRT yang hangat di masyarakat itu kadang mengandung kebenaran. Tapi, tidak jarang pembicaraan tersebut bermuatan hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang luhur. Isu KDRT tidak jauh dari induk semangnya, yaitu isu hak asasi manusia (HAM) yang dikomentari oleh Mufti Kerajaan Saudi Arabia Syaikh ‘Abdul-‘Aziz bin ‘Abdullah Alu Syaikh –hafizhahullah- dengan pernyataan beliau: “Sesungguhnya isu tentang HAM di berbagai belahan dunia pada zaman ini merupakan kalimat haq urida biha bathil (kalimat yang benar, tapi dimaksudkan untuk hal yang salah)”.

Adapun yang wajib bagi seorang muslim ialah kembali kepada petunjuk yang telah digariskan oleh Islam dalam setiap aspek kehidupan. Islam dengan kesempurnaannya tidak melalaikan aspek ini. Kedudukan antara suami, isteri dan anggota keluarga yang lain telah dijelaskan dalam agama kita. Demikian juga dengan hak dan kewajiban serta aturan-aturan yang harus diikuti oleh masing-masing.

Orang-Orang yang Dilaknat Malaikat

DAFTAR ISI

  1. Muqaddimah
  2. Orang-orang yang mencela dan mencaci-maki para Sahabat Radhiyallahu anhum.
  3. Orang-orang yang melakukan kemungkaran di Madinah atau orang yang melindungi orang yang melakukan kemungkaran.
  4. Orang-orang menzhalimi penduduk Madinah atau menakut-nakuti mereka.
  5. Orang yang menisbatkan diri kepada selain ayahnya dan kepada selain walinya.
  6. Orang yang membatalkan jaminan seorang muslim.
  7. Orang yang kikir/bakhil.
  8. Orang yang menemukan Ramadhan tetapi dia keluar darinya dalam keadaan dosa-dosanya tidak diampuni.
  9. Orang yang menemukan orang tuanya, tetapi pada akhirnya ia masuk ke dalam Neraka.
  10. Orang yang ketika nama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan di hadapannya tetapi dia tidak bershalawat atasnya.
  11. Orang yang menodongkan senjata kepada seorang muslim.
  12. Orang yang menghalangi terlaksananya hukum qishash.
  13. Wanita yang menolak ajakan suami untuk berjima’.
  14. Orang kafir yang mati dalam keadaan kafir.
  15. Orang yang kafir setelah beriman, sebelumnya dia bersaksi bahwa Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah benar dan telah datang kepadanya keterangan.
  16. Penutup dan Daftar Pustaka

Adapun yang dimaksud dengan laknat Allah dan para Malaikat, dalam hal ini al-Imam ar-Raghib al-Ashfahani berkata: “Laknat maknanya adalah pengusiran karena kemurkaan. Laknat Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hari Kiamat dalam berbentuk siksaan, sedangkan di dunia dalam bentuk terputusnya seorang hamba dari kasih sayang dan pertolongan-Nya, sedangkan dari manusia dalam bentuk sebuah do’a agar orang yang terlaknat tertimpa bencana.”

Al-Imam Ibnul Atsir berkata: “Pada dasarnya makna laknat adalah diusir dan dijauhkan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, sedangkan dari manusia adalah sebuah celaan dan do’a agar seseorang yang dido’akannya mendapatkan kecelakaan.”

Orang-Orang yang Didoakan Malaikat

DAFTAR ISI

  1. Muqaddimah
  2. Orang yang tidur dalam keadaan suci (telah berwudhu’ dan tidak batal).
  3. Orang yang duduk menunggu shalat.
  4. Orang yang berada di shaff pertama ketika shalat.
  5. Orang yang berada di shaff sebelah kanan ketika shalat
  6. Orang yang menyambung shaff.
  7. Orang yang berada dalam shalat jama’ah pada saat para Malaikat mengaminkan bacaan imam pada surat al-Faatihah.
  8. Orang yang (tetap) duduk di tempat shalat setelah melaksanakan shalat.
  9. Orang yang melaksanakan shalat Shubuh dan ‘Ashar dengan berjama’ah.
  10. Orang yang bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  11. Orang yang mendo’akan saudaranya dari kejauhan (tanpa sepengetahuan orang yang dido’akan).
  12. Orang yang berinfak di jalan kebaikan.
  13. Orang yang makan sahur.
  14. Orang yang makanannya dimakan oleh orang lain sedangkan dia berpuasa.
  15. Orang yang menjenguk orang sakit.
  16. Orang yang mengucapkan kata-kata baik di sisi orang yang sakit dan orang yang sekarat.
  17. Orang yang mengajarkan kebaikan.
  18. Orang yang (tetap) beriman, bertaubat dan mengikuti jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala, begitu pula berbuat kebaikan kepada orang tuanya, isteri-isterinya dan keturunannya.
  19. Imam para Nabi dan pemimpin para Rasul, yaitu Rasul kita yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  20. Penutup dan Daftar Pustaka

Pada hari Kiamat kelak para Malaikat akan memberikan syafa’at, hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam Shahiih Muslim dan yang lainnya. Mereka juga akan memberikan syafa’at di dunia, mereka semua akan memohonkan ampunan untuk semua orang mukmin dan siapa saja yang ada di bumi sebagaimana hal tersebut akan dijelaskan.”

Dan di antara yang menunjukkan agungnya kedudukan do’a para Malaikat adalah apa yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika beliau makan di rumah Sa’ad bin Ubadah, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memohon kepada Allah tiga hal untuk penghuni rumah tersebut, di antaranya adalah semoga para Malaikat mendo’akan mereka.

Imam Abu Dawud meriwayatkan dari Anas Radhiyallahu anhu, “Suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salllam datang ke rumah Sa’ad bin ‘Ubadah, lalu Sa’ad membawakan roti dan minyak untuk beliau, kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memakannya, setelah itu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a:

أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُوْنَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ اْلأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ

Orang-orang yang berpuasa telah berbuka di rumah kalian dan orang-orang baik memakan makanan kalian, semoga para Malaikat mendo’akan kalian agar mendapatkan rahmat.”

Beberapa Nasehat Untuk Ukhti Muslimah

DAFTAR ISI

  1. Beberapa Nasehat Untuk Wanita
  2. Nasehat Bagi Wanita Muslimah
  3. Mutiara Nasihat Buat Sang Pendidik Generasi Rabbani
  4. Anjuran Wanita Untuk Bersedekah dan Beristighfar
  5. Waspada Terhadap Fitnah Dunia dan Fitnah Wanita!

Wasiat Nabi Tentang Wanita
Tiga Wasiat Rasûlullâh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

  1. Wanita Muslimah Juga Wajib Belajar Ilmu Syar’i
  2. Risalah Untuk Saudariku Terkasih, Urgensi Menuntut Ilmu
  3. Wahai Ukhti Muslimah ! Ketahuilah Hukum-Hukum Agama

Wahai ukhti muslimah…..
Saya akan kemukakan nasehat yang utama bagi kalian. Yakni tentang perlunya semangat dalam menuntut ilmu dan tafaqquh fid-din, akan tetapi pada kenyataannya banyak wanita yang tidak sungguh-sungguh dalam belajar, bahkan meninggalkannya (berpaling darinya). Telah menjadi keprihatinan tersendiri dalam benak saya. Oleh karena itu, insya Allah saya akan menjelaskan dan menguraikan urgensi tholibul ilmi dari dalil-dalil Al-Qur’an, disertai ta’liq sederhana.

Ukhti muslimah yang dirahmati-Nya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah banyak memaparkan pentingnya menuntut ilmu dalam deretan firman-Nya yang mengagumkan.

شَهِدَ اللّٰهُ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۙ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ وَاُولُوا الْعِلْمِ قَاۤىِٕمًاۢ بِالْقِسْطِۗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [Ali-Imran/3 :18]

Berkata Imam Al Qurtubi rahimahullah dalam tafsirnya : “Ayat ini adalah dalil tentang keutaman ilmu dan kemuliaan ulama. Seandainya ada orang yang lebih mulia dari ulama, sungguh Allah akan menyertakan nama-Nya dan nama malaikat-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman juga kepada Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kemuliaan ilmu.”

وَقُلْ رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا

Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” [Thaha/20:114]

Saudariku Muslimah, Inilah Kemualiaanmu!

DAFTAR ISI

  1. Saudariku, Inilah Kemuliaanmu!
  2. Kedudukan Wanita Dalam Islam
  3. Kedudukan Wanita Di Dalam Kehidupan
  4. Wanita Dalam Islam
  5. Kepada Ibu Muslimah

Bagaimanakah kedudukan wanita di dalam syari’at-syari’at yang lain selain Islam?.
Perundang-undangan manusia di India menyebutkan : Bahwa seorang Istri diharuskan berpindah kepada salah seorang kerabat suaminya jika sang suami telah meninggal dunia; sebagaimana perundang-undangan juga mengharuskan agar seorang wanita membakar dirinya sendiri bersama suaminya yang telah meninggal dunia di dalam satu tungku.

Di India, seorang suami bermain judi dengan menjadikan istri sebagai taruhan padahal dia terkadang bisa kalah dan merugi dan bahkan bisa menang mendapat istri orang.

Adapun di China, seorang wanita diberikan pekerjaan yang terhina. Orang  China tidak senang jika diberitahukan bahwa anak yang dilahirkan istrinya adalah seorang wanita. Sebagaimana orang-orang Yunani juga menyebut wanita sebagai kekejian, dan kekejian ini adalah perbuatan setan, boleh diperjual belikan, sama seperti barang komersial, bahkan derajat wanita di dalam pandangan mereka tidak melebihi derajat seorang pembantu.

Adapun orang-orang Yahudi, derajat seorang wanita di dalam pandangan mereka adalah pembantu semata. Sementara itu, orang-orang Nashrani harus bertanggung jawab dengan menyebarnya berbagai kekejian dan kemungkaran di tengah-tengah masyarakat, bahkan pernikahan termasuk perbuatan najis di dalam pandangan mereka bahkan harus dijauhi.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika pada abad ke 6 M Prancis pernah mengadakan konferensi yang membahas tentang apakah wanita manusia atau tidak?.

Jilbab Muslimah Diserang dari Luar dan Dalam

DAFTAR ISI

  1. JILBAB …Diserang dari Luar dan Dalam
  2. Wahai Saudari Muslimah Pakailah Jilbabmu
  3. Wanita Adalah Aurat
  4. Mulia Dengan Menutup Aurat
  5. Jilbab Gaul Dalam Timbangan Syariat
  6. Wanita Berpakaian Tetapi Telanjang

Tolong lah Aku.!

  1. Ketika Busana Muslimah Dicampakkan
  2. Tahrîr Square dan Kesombongan Sebagian Wanita Kepada Allah
  3. Gerakan Emansipasi Wanita

Saat ini kita melihat secara kasat mata, bagaimana statement permusuhan yang dilontarkan secara terbuka oleh bangsa-bangsa lain yang merupakan bagian dari golongan syaithan yang menyesatkan, baik dari jenis jin maupun manusia di belahan bumi bagian timur dan barat. Manusia-manusia yang mendukung mereka menganggap bahwa mereka masih bagian dari kaum muslimin, sementara mereka memproklamirkan secara terang-terangan untuk memerangi Islam dan kaum muslimin. Setiap hari kita mendapati mereka sedang mengarahkan panah-panah beracun mereka kepada umat Islam.

Hal yang lebih mengejutkan lagi aneh bagi kita, Menteri Kebudayaan Mesir melontarkan pernyataannya :
Sesungguhnya hijab (pakaian jilbab yang menutupi seluruh aurat wanita, pent.) itu merupakan langkah kemunduran (budaya) … !!!”

Ini merupakan pernyataan seorang mentri sebuah negara arab terbesar yang menjadi contoh kebudayaan di kebanyakan negara-negara muslim.

(Terbukti) benar, sesungguhnya kecemburuan dan kedengkian mereka semakin bertambah saat menyaksikan wanita muslimah yang menjaga kesucian diri mereka di zaman yang penuh fitnah, ia memelihara hijabnya yang telah diwajibkan oleh Allah dari tujuh lapis langit kepadanya, dan memegang teguh nilai-nilai agamanya yang lurus (al-hanif).

Kami mendapati mereka sebagai komplotan konspirasi … (dimana) gerak mereka tidak pernah berhenti dan mata mereka tidak pernah terpejam, hingga terealisasinya (target) mereka melucuti hijab yang suci lagi santun dari (tubuh) wanita muslimah.

Saudariku Apa yang Menghalangimu Untuk Berhijab?

Setan bisa masuk kepada manusia melalui dua pintu utama, yaitu syubhat dan syahwat. Seorang tidak melakukan suatu tindakan maksiat kecuali dari dua pintu tersebut. Dua perkara itu merupakan penghalang sehingga seorang muslim tidak mendapatkan keridhaan Allah, masuk surga dan jauh dari neraka.

Di bawah ini akan kita uraikan sebab-sebab utama dari syubhat dan syahwat yang menghalangi seorang wanita untuk berhijab.

Sebagian wanita yang tidak berhijab berdalih dengan takut tidak laku nikah.

Syubhat yang dibisikkan setan kepada sebagian wanita yang tidak berhijab ini, pangkalnya adalah perasaan bahwa para pemuda tidak akan mau memutuskan menikah kecuali jika ia telah melihat badan, rambut, kulit, kecantikan, dan perhiasan sang gadis. Jika ia berhijab atau memakai cadar, tentu tak ada yang bisa dilihat pada dirinya, sehingga sang pemuda enggan mengambil keputusan untuk menikahinya.

Ironinya, kepercayaan ini, tidak hanya dimonopoli para wanita, tetapi juga merupakan kepercayaan para orang tua, pada akhirnya, mereka melarang anak-anak putrinya memakai hijab.