Kaidah Ke-34 : Pilihan Dua Hal yang Berkaitan Dengan Maslahat Dirinya dan Orang LainKaidah Ke-34 : Pilihan Dua Hal yang Berkaitan Dengan Maslahat Dirinya dan Orang Lain

QAWA’ID FIQHIYAH Kaidah Ketiga Puluh Empat إِذَا خُيِّرَ الْعَبْدُ بَيْنَ شَيْئَيْنِ فَأَكْثَرَ فَإِنْ كَانَ التَّخْيِيْرُ لِمَصْلَحَتِهِ فَهُوَ تَخْيِيْرُ تَشَهٍّ وَاخْتِيَارٍ, وَإِنْ كَانَ لِمَصْلَحَةِ غَيْرِهِ فَهُوَ تَخْيِيْرُ اجْتِهَادٍ فِي مَصْلَحَةِ الْغَيْرِ

Kaidah Ke-33 : Jika Ada Kemaslahatan Bertabrakan, Maka Maslahat yang Lebih Besar Harus DidahulukanKaidah Ke-33 : Jika Ada Kemaslahatan Bertabrakan, Maka Maslahat yang Lebih Besar Harus Didahulukan

QAWA’ID FIQHIYAH Kaidah Ketiga Puluh Tiga إِذَا تَزَاحَمَتِ الْمَصَالِحُ قُدِّمَ اْلأَعْلَى مِنْهَا وَإِذَا تَزَاحَمَتِ الْمَفَاسِدُ قُدِّمَ اْلأَخَفُّ مِنْهَا Jika ada beberapa kemaslahatan bertabrakan, maka maslahat yang lebih besar (lebih tinggi)

Kaidah Ke-32 : Menunaikan Kewajiban Orang Lain Dengan Niat Mendapatkan GantiKaidah Ke-32 : Menunaikan Kewajiban Orang Lain Dengan Niat Mendapatkan Ganti

QAWA’ID FIQHIYAH Kaidah Ketiga Puluh Dua مَنْ أَدَّى عَنْ غَيْرِهِ وَاجِبًا بِنِيَّةِ الرُّجُوْعِ عَلَيْهِ رَجَعَ وَإِلاَّ فَلاَ Barangsiapa menunaikan kewajiban orang lain dengan niat mendapatkan gantinya maka ia berhak mendapatkannya,

Muqaddimah Bolehkah Rumah Tangga Beda Agama?Muqaddimah Bolehkah Rumah Tangga Beda Agama?

MUQADDIMAH إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ