Fadhilah Haji dan UmrahFadhilah Haji dan Umrah
FADHILAH HAJI DAN UMRAH. Fadhilah Sepuluh Hari (pertama) Bulan Dzulhijjah. عن ابن عباس رضي الله عنهما عن النبي- صلى الله عليه وسلم- أنه قال: «مَا العَمَلُ فِي أَيَّامٍ أَفْضَلُ مِنْهَا فِي
FADHILAH HAJI DAN UMRAH. Fadhilah Sepuluh Hari (pertama) Bulan Dzulhijjah. عن ابن عباس رضي الله عنهما عن النبي- صلى الله عليه وسلم- أنه قال: «مَا العَمَلُ فِي أَيَّامٍ أَفْضَلُ مِنْهَا فِي
FADHILAH JIHAD. Fadhilah Jihad fi Sabilillah. Allah Ta’ala berfirman. قال الله تعالى: إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ
FADHILAH DZIKIR Fadhilah Dzikir. Allah Ta’ala berfirman: ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَئِنُّ ٱلۡقُلُوبُ [الرعد: ٢٨] “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan
RUKUN-RUKUN IMAN Rukun iman ada enam yaitu yang disebutkan dalam hadits Jibril ‘alaihissalam tatkala bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang iman, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: أَنْ
IMAN KEPADA ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA 2. Beriman bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Rabb satu-satunya, tiada sekutu bagi-Nya: Rabb adalah yang memiliki ciptaan, kerajaan, dan perkara. Maka, tiada yang
IMAN KEPADA ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA 3. Beriman kepada Uluhiyah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita mengetahui dan meyakini bahwa hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala saja ilah yang sebenarnya, tidak ada
ASMA ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA YANG MAHA INDAH Asma` Allah Subhanahu wa Ta’ala mengindikasikan atas sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Ia (asma`) diambil dari sifat. Maka, ia adalah asma` dan sifat, karena itulah
BERTAMBAHNYA IMAN Dasar agama adalah beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, yakin atas-Nya, dan yakin terhadap asma`, sifat, segala perbuatan, dan khazanah-Nya, janji dan ancaman-Nya. Semua amal dan segala macam
BERTAMBAHNYA IMAN Kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala Allah Subhanahu wa Ta’ala mempunyai kekuasaan yang mutlak (absolut, tanpa batas), terkadang Dia memberi dan melimpahkan rizqi dengan berbagai sebab seperti Dia menjadikan
BERTAMBAHNYA IMAN Sebab-sebab Keberuntungan dan Kesuksesan. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan kepada setiap manusia sebab-sebab keberuntungan dan kesuksesan, tidak ada bedanya apakah dia seorang yang kaya atau miskin, dan