Dialog Pertama Bersama Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Dialog Pertama Bersama Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz.
Inti Dialog Politik dan Pemikiran Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan adalah sebagai berikut :

  1. Hubungan antara Rakyat dan Penguasa dan Batasan-batasan Syar’inya
  2. Anggapan bahwa Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah sudah tidak layak, bahaya Khawarij dan Mu’tazilah
  3. Kewajiban Da’i adalah memberikan nasehat, berbuat aniaya terhadap orang kafir dan pelaku maksiat, kaidah-kaidah amar ma’ruf nahi mungkar.
  4. Hukum melanggar peraturan umum, mendo’akan penguasa adalah manhaj ahlus sunnah wal jama’ah

Syaikh Ibnu Baz berpendapat bahwa para penegak amar ma’ruf nahi mungkar tidak berhak bertindak, membunuh atau memukul. Akan tetapi hendaknya mereka bekerja sama dengan pemerintah secara baik sehingga aparat pemerintah menegakkan syariat atas rakyatnya. Jika tidak, maka kewajibannya hanyalah memberi nasihat dan mengarahkan mereka kepada kebaikan.

Ketika kami mengajukan pertanyaan seputar permasalahan amar ma’ruf nahi mungkar dan apakah mengubah kemungkaran dengan tangan (tindakan) boleh dilakukan semua orang? Beliau menegaskan bahwa semua orang wajib mengubah kemungkaran, akan tetapi beliau mensyaratkan bagi orang yang ingin mengubahnya dengan tangan hendaknya tidak menimbulkan kejahatan atau kerusakan yang lebih parah dan lebih jelek.

Beliau berpendapat bahwa hak merubah kemungkaran dengan tangan adalah bagi orang yang layak untuk itu, yaitu waliyul amri. Adapun selain mereka tidak berhak menanganinya. Karena, kalau seseorang memaksakannya juga maka akan menimbulkan kejahatan yang lebih banyak antara dirinya dengan masyarakat dan pemerintah.

Related Post