Kaidah Ke-48 : Rasa Ragu Dari Orang yang Sering Ragu Itu Tidak DianggapKaidah Ke-48 : Rasa Ragu Dari Orang yang Sering Ragu Itu Tidak Dianggap
QAWA’ID FIQHIYAH Kaidah Keempat Puluh Delapan لاَ يُعْتَبَرُ الشَّكُّ بَعْدَ الْفِعْلِ وَمِنْ كَثِيْرِ الشَّكِّ Rasa ragu setelah melakukan perbuatan dan rasa ragu dari orang yang sering ragu itu tidak dianggap