Hadits Dhaif (Lemah) Tentang Tahlilan Untuk Orang MatiHadits Dhaif (Lemah) Tentang Tahlilan Untuk Orang Mati

HADITS DHA’IF (LEMAH) TENTANG TAHLILAN UNTUK ORANG MATI Oleh Ustadz  Abdullah bin Taslim al-Buthoni عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَ قاَلَ: قَالَ رَسُوْلُ الله  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : زَوِّدُوْا مَوْتَاكُمْ

Kaidah Ke-58 : Kebiasaan Berubah Menjadi Ibadah Dengan Niat Yang ShalihKaidah Ke-58 : Kebiasaan Berubah Menjadi Ibadah Dengan Niat Yang Shalih

QAWA’ID FIQHIYAH Kaidah Kelima Puluh Delapan الْعَادَاتُ تَنْقَلِبُ عِبَادَاتٍ بِالنِّيَّاتِ الصَّالِحَاتِ    Kebiasaan berubah menjadi ibadah dengan niat yang shalih[1] MUQADIMAH      Sebagaimana telah kita pahami bahwa ibadah adalah

Kaidah Ke-57 : Segala Sesuatu Yang Tidak Mungkin Terhindar Darinya Maka DimaafkanKaidah Ke-57 : Segala Sesuatu Yang Tidak Mungkin Terhindar Darinya Maka Dimaafkan

QAWA’ID FIQHIYAH Kaidah Kelima Puluh Tujuh كُلُّ مَا لاَ يُمْكِنُ اْلاِحْتِرَازُ عَنْ مُلاَبَسَتِهِ مَعْفُوٌّ عَنْهُ Segala sesuatu yang tidak mungkin terhindar darinya maka dimaafkan MAKNA KAIDAH Islam adalah agama yang