Kaidah Ke. 30 : Orang yang Berserikat, Saling Menanggung Penambahan, Pengurangan dan PerbaikanKaidah Ke. 30 : Orang yang Berserikat, Saling Menanggung Penambahan, Pengurangan dan Perbaikan

QAWA’ID FIQHIYAH Kaidah Ketiga Puluh الشُّرَكَاءُ فِي اْلأَمْلاَكِ يَشْتَرِكُوْنَ فِي زِيَادَتِهَا وَنُقْصَانِهَا, وَيَشْتَرِكُوْنَ فِي التَّعْمِيْرِ اللاَّزِمِ وَتُقَسَّطُ عَلَيْهِمُ الْمَصَارِيْفُ بِحَسَبِ مِلْكِهِمْ وَمَعَ الْجَهْلِ بِمِقْدَارِ مَا لِكُلٍّ مِنْهُمْ يَتَسَاوَوْنَ Orang-orang yang

Kaidah Ke. 29 : Memahami Keumuman dan Kekhususan Sebuah KalimatKaidah Ke. 29 : Memahami Keumuman dan Kekhususan Sebuah Kalimat

QAWA’ID FIQHIYAH Kaidah Kedua Puluh Sembilan يَجِبُ تَقْيِيْدُ اللَّفْظِ بِمُلحَقَاتِهِ مِنْ وَصْفٍ، أَوْشَرْطِ، أَوِاسْتِشْنَاءٍ، أَوْ غَيْرِهَامِنَ الْقُيُوْدِ Wajib mengaitkan perkataan dengan hal-hal yang mengikatnya, seperti sifat, syarat, pengecualian atau pengikat