Kaidah Ke-42 : Ibadah yang Bisa Dikerjakan Dengan Beberapa Cara PelaksanaanKaidah Ke-42 : Ibadah yang Bisa Dikerjakan Dengan Beberapa Cara Pelaksanaan

QAWA’ID FIQHIYAH Kaidah Keempat Puluh Dua الْعِبَادَاتُ الْوَارِدَةُ عَلَى وُجُوْهٍ مُتَنَوِّعَةٍ تُفْعَلُ عَلَى جَمِيْعِ وُجُوْهِهَا فِي أَوْقَاتٍ مُخْتَلِفَةٍ Ibadah yang bisa dikerjakan dengan beberapa cara pelaksanaan maka dikerjakan dengan seluruh

Kaidah Ke-41 : Apabila Dua Ibadah Sejenis Berkumpul Maka Pelaksanaannya DigabungKaidah Ke-41 : Apabila Dua Ibadah Sejenis Berkumpul Maka Pelaksanaannya Digabung

QAWA’ID FIQHIYAHKaidah Keempat Puluh Satu إِذَا اجْتَمَعَتْ عِبَادَتَانِ مِنْ جِنْسٍ وَاحِدٍ تَدَاخَلَتْ أَفْعَالُهُمَا وَاكْتَفَى عَنْهُمَا بِفِعْلٍ وَاحِدٍ إِذَا كَانَ مَقْصُوْدُهُمَا وَاحِدًا Apabila dua ibadah sejenis berkumpul maka pelaksanaannya digabung dan

Kaidah Ke-40 :Tidak Boleh Mendahulukan Ibadah Atau Kaffarah Sebelum Adanya Sebab WujûbKaidah Ke-40 :Tidak Boleh Mendahulukan Ibadah Atau Kaffarah Sebelum Adanya Sebab Wujûb

QAWA’ID FIQHIYAH Kaidah Keempat Puluh لاَ يَجُوْزُ تَقْدِيْمُ الْعِبَادَاتِ أَوِ الْكَفَّارَاتِ عَلَى سَبَبِ الْوُجُوْبِ وَيَجُوْزُ تَقْدِيْمُهَا بَعْدَ وُجُوْدِ السَّبَبِ وَقَبْلَ شَرْطِ الْوُجُوْبِ وَتَحَقُّقِهِ Tidak boleh mendahulukan pelaksanaan ibadah atau kaffarah

Kaidah Ke-39 : Perkara yang Diperintahkan Wajib Dikerjakan SeluruhnyaKaidah Ke-39 : Perkara yang Diperintahkan Wajib Dikerjakan Seluruhnya

QAWA’ID FIQHIYAH Kaidah Ketiga Puluh Sembilan يَجِبُ فِعْلُ الْمَأْمُوْرِ بِهِ كُلِّهِ, فَإِنْ قَدِرَ عَلَى بَعْضٍ وَعَجَزَ عَنْ بَاقِيْهِ فَعَلَ مَا قَدِرَ عَلَيْهِ Perkara yang diperintahkan wajib dikerjakan seluruhnya, (namun) jika