Hukum KhitanHukum Khitan
HUKUM KHITAN Oleh Ustadz Armen Halim Naro Definisi Khitan Al khitan diambil dari bahasa Arab kha-ta-na, yaitu memotong. Sebagian ahli bahasa mengkhususkan lafadz khitan untuk laki-laki, sedangkan untuk perempuan disebut
HUKUM KHITAN Oleh Ustadz Armen Halim Naro Definisi Khitan Al khitan diambil dari bahasa Arab kha-ta-na, yaitu memotong. Sebagian ahli bahasa mengkhususkan lafadz khitan untuk laki-laki, sedangkan untuk perempuan disebut
MENGUMUMKAN BERITA DUKA MELALUI SARANA KOMUNIKASI MODERN Pertanyaan Sebagian ikhwah kita semoga Allah membalas mereka dengan kebaikan, mereka membuat status di facebook, twitter, whatsapp dan melakukan pengumuman berita duka tentang
HUKUM MENGUBUR JENAZAH DENGAN PETI Keputusan ke-5 dalam Muktamar ke-8 yang diadakan di Mekkah, dari tanggal 28 Rabiul-Akhir – 7 Jumada al-Ula 1405 H. Segala puji hanya untuk Allâh semata,
BEBERAPA TAREKAT DALAM KELOMPOK TASAWUF DAN HUKUM BERGABUNG DENGANNYA? Pertanyaan Di dalam tarekat sufi ada istilah berjenjang yang dinamakan syariat, thariqah, hakikat, ma’rifat. Apakah benar bahwa Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa
HUKUM MENGUCAPKAN SHADAQALLAHUL AZHIM KETIKA SESELSAI MEMBACA AL-QUR’AN Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Pertanyaan Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Saya sering mendengar bahwa
TAKBIR 12X DALAM SHALAT IED Pertanyaan. Kenapa kita disunnahkan takbir dua belas kali dalam dua shalat Ied, tidak dalam lima shalat wajib sebelum membaca al-Fathihah, apa faidahnya dan apa maknanya
HIKMAH BERWUDHU KARENA MAKAN DAGING ONTA Pertanyaan Apa hikmahnya berwudhu karena makan daging onta? Jawaban Alhamdulillah. Pertama : Terdapat dalil dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bahwa beliau memerintahkan berwudhu
PEMIMPIN IDEAL Oleh Ustadz Abu Ihsan al-Atsari Al-Mawardi rahimahullah dalam kitab al-Ahkâm ash-Shulthaniyah menyebutkan syarat-syarat seorang pemimpin, di antaranya: Pertama, adil dengan ketentuan-ketentuannya. Kedua, ilmu yang bisa mengantar kepada ijtihad
SEBELAS RAMBU BAGI SEORANG PEMIMPIN Oleh Ustadz Abu Ihsan al-Atsari Pertama. Niat Ikhlas. Seorang pemimpin dalam memegang jabatannya itu harus diniatkan semata-mata hanya untuk menegakkan hukum Allah dan Rasul-Nya. Dengan
MENGOBATI PENYAKIT RIYA’ DAN BERLEPAS DIRI DARINYA(4/6) 4. Mengetahui segala sesuatu yang dijanjikan oleh Allah bagi orang-orang yang bertakwa di Surga sesuai dengan kemampuannya Di antara sebab seseorang bersikap riya’