Kaidah Ke-53 : Hukum Suatu Perkara Dikaitkan Dengan Sebab Yang Sudah DiketahuiKaidah Ke-53 : Hukum Suatu Perkara Dikaitkan Dengan Sebab Yang Sudah Diketahui

QAWA’ID FIQHIYAH Kaidah Kelima Puluh Tiga الْحُكْمُ الْحَادِثُ يُضَافُ إِلَى السَّبَبِ الْمَعْلُوْمِ لاَ إِلَى الْمُقَدَّرِ الْمَظْنُوْنِ Hukum suatu perkara dikaitkan dengan sebab yang sudah diketahui bukan dengan sebab yang masih diperkirakan

Kaidah Ke-52 : Tidak Ada Taklif Kecuali Dengan Ilmu Dan Tidak Ada Hukuman Kecuali Setelah Datang PeringatanKaidah Ke-52 : Tidak Ada Taklif Kecuali Dengan Ilmu Dan Tidak Ada Hukuman Kecuali Setelah Datang Peringatan

QAWA’ID FIQHIYAH Kaidah Kelima Puluh Dua لاَ تَكْلِيْفَ إِلاَّ بِعِلْمٍ وَلاَ عِقَابَ إِلاَّ بَعْدَ إِنْذَارٍ  Tidak ada taklîf kecuali dengan ilmu dan tidak ada hukuman kecuali setelah datang peringatan MUQADIMAH Sesungguhnya

Kaidah Ke-51: Barangsiapa Bersungguh-Sungguh, Dianggap Mengerjakan Amalan Secara SempurnaKaidah Ke-51: Barangsiapa Bersungguh-Sungguh, Dianggap Mengerjakan Amalan Secara Sempurna

QAWA’ID FIQHIYAH Kaidah Kelima Puluh Satu مَنِ اجْتَهَدَ وَبَذَلَ مَا فِي وُسْعِهِ فَلاَ ضَمَانَ عَلَيْهِ وَكُتِبَ لَهُ تَمَامَ سَعْيِهِ    Barangsiapa bersungguh-sungguh mengerahkan kemampuannya, maka tidak wajib mengganti dan dianggap mengerjakan

Kaidah Ke-50 : Hukum Asal Mu’âmalah Adalah Halal Kecuali Ada Dalil yang MelarangnyaKaidah Ke-50 : Hukum Asal Mu’âmalah Adalah Halal Kecuali Ada Dalil yang Melarangnya

QAWA’ID FIQHIYAH Kaidah Kelima Puluh اْلأَصْلُ فِي الشُّرُوْطِ فِي الْمُعَامَلاَتِ الْحِلُّ وَالْإِبَاحَةُ إِلاَّ بِدَلِيْلٍ Hukum asal menetapkan syarat dalam mu’âmalah adalah halal dan diperbolehkan kecuali ada dalil (yang melarangnya) MUQADDIMAH    

Kaidah Ke-49 : Hukum Asal Suatu Ibadah Tidaklah Ada Kecuali Jika Ada DalilnyaKaidah Ke-49 : Hukum Asal Suatu Ibadah Tidaklah Ada Kecuali Jika Ada Dalilnya

QAWA’ID FIQHIYAH Kaidah Keempat Puluh Sembilan اْلأَصْلُ فِي شُـرُوْطِ الْعِبَـادَاتِ الْمَنْـعُ وَالْحَظْـرُ إِلاَّ بِدَلِيْلٍ Hukum asal syarat sah suatu ibadah tidaklah ada kecuali jika ada dalilnya MUQADIMAH Sesungguhnya kita diperintahkan

Kaidah Ke-47 : Apabila Terkumpul Faktor yang Menyebabkan Hukumnya BolehKaidah Ke-47 : Apabila Terkumpul Faktor yang Menyebabkan Hukumnya Boleh

QAWA’ID FIQHIYAH Kaidah Keempat Puluh Tujuh إِذَا اجْتَمَعَ مُبِيْحٌ وَحَاظِرٌ غُلِّبَ جَانِبُ الْحَاظِرُ Apabila terkumpul (pada sesuatu) faktor yang menyebabkan hukumnya boleh dan sebab yang menjadikannya terlarang maka didahulukan sisi